Dunia Arab Perlu Kebangkitan à la Restorasi Meiji?

Peta Jalur Gaza

Peta Jalur Gaza

Akhir-akhir ini dari hampir seluruh media massa di tanah air kita tiap hari dijejali dengan berita-berita penyerangan Israel ke wilayah Palestina di jalur Gaza. Seperti yang diberitakan ratusan rakyat sipil tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam penyerangan tersebut yang kini dengar-dengar telah mencapai tahap penyerangan lewat darat. Saya tidak akan membahas masalah ini secara politis ataupun masalah kemanusiaan namun saya akan membahasnya dari sudut pandang yang “lain”.

Seperti kita ketahui juga dari media massa, peranan liga Arab dalam kasus penyerangan Israel ini seperti mandul, seolah-olah liga Arab sendiri tidak peduli atau tidak berdaya dan yang terbaik yang bisa dilakukan liga Arab adalah mengutuk penyerangan Israel dan menyerukan penghentian penyerangan Israel tanpa ada tindakan yang “berarti”. Kenapa begitu? Menurut saya kemungkinannya ada dua hal. Pertama, memang kemungkinan negara-negara Arab tidak punya kekuatan yang canggih untuk membalas serangan Israel tersebut. Kedua, negara-negara Arab yang makmur seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain dan lain sebagainya tidak mau mempertaruhkan kemakmurannya dengan ikut-ikutan berperang dengan Israel. Seperti kita ketahui bahwa negara-negara Timur Tengah tersebut sangat tergantung kemakmurannya dari negara-negara maju (baca: negara-negara barat). Dengan ikut berperang melawan Israel, selain akan mengganggu stabilitas di Timur Tengah, kemungkinan negara-negara Arab tersebut juga akan “dimusuhi” oleh negara-negara maju terutama Amerika Serikat, sesuatu yang sangat tidak diingini oleh negara-negara Arab tersebut.

Negara-negara Arab memang nampak tidak mempunyai taring dalam konflik Arab-Israel ini. Terlebih lagi, Uni Soviet, yang merupakan penyuplai senjata utama bagi negara-negara Timur Tengah di tahun 1960an dan 1970an sudah lama bubar. Dan negara-negara Arab yang makmur-makmur itu kini “terpaksa” harus berbaik hati dan berteman dengan AS demi stabilitasnya sendiri dan demi kemajuan angkatan bersenjatanya. Dan kita semua sudah mengetahui bahwa dalam konflik Timur Tengah ini AS sangat berfihak kepada Israel, jadi kesimpulannya silahkan anda simpulkan sendiri.

Lantas bagaimana seharusnya langkah yang ditempuh dunia Arab? Memang tidak ada solusi yang instan untuk mencapai kejayaan. Yang jelas dunia Arab harus punya kekuatan. Kekuatan itu tidak lain adalah, ya betul, iptek! Orang-orang Arab hingga saat ini terlalu sibuk untuk “berjualan minyak” dan terbuai menjadi investor di sana-sini. Sebenarnya tentu hal tersebut bukannya sesuatu yang buruk karena tentu saja hal tersebut dapat membuat negara atau bangsa menjadi makmur. Namun menjadi makmur saja belum tentu menjadi jaya. Kini kita semua sudah menyaksikan bahwa negara yang menguasai iptek yang tinggi dengan mudahnya semena-mena dengan negara yang terbelakang dalam bidang iptek seperti kasus penyerangan Israel di jalur Gaza ini.

Lantas solusinya bagi dunia Arab adalah, dunia Arab harus bisa mencetak ilmuwan-ilmuwan dan insinyur-insinyur ataupun SDM kelas dunia, dan tidak cukup hanya melahirkan pengusaha-pengusaha ataupun investor-investor kelas dunia. Di abad ke-19 dulu, restorasi Meiji terjadi di Jepang. Yang membuat negara itu dalam kurun waktu hanya 30 tahun berhasil merubah Jepang dari negara yang paling terisolasi menjadi negara yang sejajar dengan negara-negara barat. Mampukah negara-negara Arab mengadaptasi restorasi Meiji ini di zaman sekarang untuk mentransformasikan diri mereka menjadi sejajar dengan negara-negara maju? Bedanya dengan restorasi Meiji di abad ke-19 adalah, Jepang dulu bertransformasi menjadi negara maju dengan modal yang sangat terbatas, sedangkan negara-negara Arab kini mempunyai modal relatif yang sangat banyak lewat petrodollar-nya. Pertanyaannya adalah apakah negara-negara Arab tersebut mampu mau bertransformasi??

Saya percaya, ilmu pengetahuan (terutama ilmu pengetahuan alam) adalah ayat-ayat ciptaan Allah (manusia hanya menemukan saja) selain ayat-ayat dalam Al-Quran. Ilmu pengetahuan tersebut menjadi sangat berharga bagi umat manusia sendiri jika diaplikasikan di bidang-bidang engineering. Selain dapat menghasilkan uang yang banyak dari produk-produk canggih yang dihasilkan oleh engineering tersebut, ilmu pengetahuan dan teknologi juga sangat bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia sendiri. Menurut saya ilmu pengetahuan adalah “harta” yang  jauh lebih berharga dibandingkan minyak mentah yang hingga saat ini masih menjadi “kebanggaan” negara-negara Arab………

37 responses to “Dunia Arab Perlu Kebangkitan à la Restorasi Meiji?

  1. Mas yari agak oot nih kalo satuan pengukuran spt km, liter, kg dsb. Itu termasuk ilmu eksakta yah? Kalo itu yg menciptakan manusia atau yg ditemukan oleh manusia?

  2. sip!!!
    emang itu soLusi yang bener…
    yang jeLas jangan ampe kaLah ma israeL!!!!

  3. dunia Arab harus bisa mencetak ilmuwan-ilmuwan dan insinyur-insinyur ataupun SDM kelas dunia, dan tidak cukup hanya melahirkan pengusaha-pengusaha ataupun investor-investor kelas dunia. Di abad ke-19 dulu, restorasi Meiji terjadi di Jepang.

    Pertanyaanya kapan yah dan siapa yang mulai?

  4. Kalo menurut saya, Liga Arab terlalu ‘heterogan’ (dibanding dengan, misalnya, Uni Eropa) untuk bisa mengeluarkan satu suara bulat; masing-masing masih menyembunyikan kepentingannya sendiri. Ibarat ASEAN yang mandul kalo ngurusin Myanmar…😕

  5. Selamat malam Pak Yari.
    Wakakaka… Mungkin karena faktor kultur pak Yari, sebab Rusia, Amerika, China, dsb juga penghasil minyak terbesar, tapi bisa memiliki iptek jauh lebih tinggi dari negara2 arab. Aceh Darusalam juga penghasil Gas alam yang besar, tapi masyarakatnya tetap melarat. wakakak….

    Mungkin minyak kurang banyak pengaruhnya terhadap Iptek. Jadi yang berpengaruh terhadap Iptek adalah mental dan culture mindset yg dimiliki oleh manusianya. wkwkwkw.

  6. hari sabtu adalah hari yang diharamkan bangsa yahudi untuk berperang.. namun penyerangan itu justru dilakukan pada hari sabtu.. sungguh mereka telah melanggar ajaran agama mereka sendiri.. dan kebutaan liga arab akan hal ini.. amat sangat memprihatinkan.. digaungkan ayat2 suci di liga arab setiap harinya.. namun melihat sesama muslim tersakiti mereka hanya bisa diam.. sungguh ironis..

    saat ini WAJIB hukumnya bagi kita sesama saudara muslim.. mendoakan saudara muslim kita di sana.. semoga mereka mendapat pahal syahid dari ALLAH SWT

  7. iya yak, yang aku tau bangsa arab itu Sotoy sotoy, sok bangsawan, sok kaya, mereka bikin tempat tempat indah, tapi sdm nya juga mereka bayar, bukan dari mereka sendiri, ngandelin SD alam aja….. gitu aja mbangga, aku sendiri jadi males kalo dapet tawaran kerja di arab sono….

  8. Bung yari, tanah syam yang meliputi palestin, libanon, jordan, dan syiria adalah jantung dunia, dimana tempat para nabi2 diturunkan, banyak sekali keberkahan dan karunia dari Tuhan untuk tanah tsb. Uniknya tanah tersebut bukan aja jadi rebutan bangsa yahudi dan muslim setelah pendudukan 1948 dan 1967, bahkan jauh sebelum itu di abad pertengahan telah terjadi pergumulan yang dasyat antara pihak2 yg menginginkan tanah tersebut (baca:perang salib).

    Kalo saya lihat sih permasalahannya bukan di iptek. Tapi adalah “Al Wahn”, apa itu al wahn, yakni “hubbuddunya wakarohiatul maut”, “cinta dunia dan takut mati”. Itu dulu deh yg harus diberesin, baru nanti bicara ttg teknologi, persenjataan dll. Ketika para qiyadah (pemimpin) sudah terkena penyakit kronis ini, maka penyakit autis pun menahun, budek, gak mau dengar nasehat, dibilangin ngeyel, gak mau turun tahta dsb. Ya mirip lah sama pemimpin2 indonesia sekarang.
    wallahua’lam.

  9. satu hal yg paling menonjol dari bangsa arab adalah anunya. silahkan tafsirkan sendiri anunya:-D

  10. @AgusBin

    Kalau satuan pengukuran itu adalah termasuk “instrumen” guna mempermudah mempelajari ilmu2 eksakta yang berhubungan dengan besaran. Jadi itu bisa saja dan sah saja dikatakan sebagai penemuan manusia. Tetapi tetap ilmu eksaktanya (yang saya percayai) adalah ciptaan Allah swt.

    @eL

    Ya…. seharusnya memang bangsa Arab, apalagi dengan modal dari petrodollar-nya dapat membangun ilmuwan2, insinyur2, dan SDM tingkat dunia jikalau ingin unggul atas Israel….

    @Kurt

    Nah….itu dia pertanyaan besarnya pak Kurt?? Kapan momentumnya?? Seharusnya sih nggak boleh ditunda2 lagi, tidak ada tawar2an lagi, harus dimulai dari sekarang!🙂

    @Catshade

    Nah itu dia mas Andreas, liga Arab tidak bisa ‘homogen’ (dan masih menyembunyikan agenda masing2) itu karena masing2 anggota lebih bergantung kepada dunia luar (baca: negara2 maju) dibandingkan kepada antaranggota liga Arab sendiri.

    Tetapi kalau menurut saya, dalam kasus Myanmar di ASEAN, kasusnya agak berbeda. Jikalau di dalam ASEAN, “musuh” yang dihadapi adalah intern (yaitu: pemerintahan junta militer Myanmar) sedangkan dalam konflik Gaza ini, musuh yang dihadapi oleh Liga Arab adalah eksternal yaitu: Israel. Jadi posisinya menurut saya tidak bisa disamakan…..

    @laporan

    Yeeeeee…… kok rakyat Aceh Darussalam miskin kok malah ditertawakan..:mrgreen: Jangan begitu dong…. seharusnya justru kita prihatin saudara2 kita di Aceh itu melarat. Ya…. terus sebisa mungkin kita bantu. Bukan hanya dengan material tapi juga yang bersifat ‘immaterial’……. jangan malah diketawain dong….😀

    Memang betul penguasan bangsa terhadap iptek merupakan pengaruh dari mental dan cultural mindset bangsa tersebut. Sayang ya padahal modal uang sudah ada tapi kesadaran membangun SDM-nya nggak ada😦

    @latqueire

    Kalau orang Yahudi melanggar ajaran agamanya ya itu sih urusan mereka ya mbak. Tapi memang betul, terkadang saya jadi gemas dengan liga Arab. Melihat sesama rasnya ditimpa musibah saja mereka lembek. Jangan harap kita dapat dukungan dari liga Arab jikalau kita misalnya dapat kesulitan dengan negara2 barat walaupun kita mayoritas adalah Muslim.

    Ya tentu mbak, mendoakan sesama Muslim adalah sudah menjadi sesuatu yang “wajib”. Dan mudah2an mereka yang tewas dalam konflik Gaza ini mendapatkan pahala syahid dariNya. Amin.

    @Raffaell

    Iya…. apalagi terhadap orang2 kita….. merasa lebih kaya dan merasa bahwa mereka lebih ‘mulia’ daripada kita karena merasa keturunan asli rasulullah. Padahal di mata Allah semua bangsa termasuk bangsa Indonesia adalah sama dengan bangsa Arab, yang penting Muslim dan beriman…….

    @Resi Bismo

    Kalau menurut saya, bukankah “cinta dunia takut mati” pada dasarnya ada di setiap bangsa/orang? Perasaan seperti itu juga ada dan berkembang di kalangan bangsa2 barat. Nah, dalam kasus “kekalahan” bangsa Arab ini memang pada dasarnya adalah ketidaksadaran bangsa Arab untuk membangun SDM-nya. Mereka selalu berfikir bahwa semuanya bisa digaji, dibeli atau disogok dibayar dengan uang! Sesuatu pendapat yang sangat sangat sangat naif dari bangsa Arab…..😦

    @mantan kyai

    Aduh mas….. astaghfirullah aladzim… nyebut mas…… nyebut……:mrgreen:

  11. Mas, kita harus bisa tutup telinga, tutup mata, dan tutup mulut dengan alasan ketentraman umat. Begitu dalam puisi sindiran dari Gus Mus.
    Membaca tentang restorasi Meiji, jadi teringat film Samurai X, yang dulu sering saya download dari radiokampus. Ceritanya tentang pertempuran orang-orang yang merasa kehilangan tujuan hidup setelah datangnya restorasi Meiji. Sedikit bumbu romantisme dan juga humoria.

  12. Menunggu titisan Umar Bin Khattab …. yg berani berperang dan menumpas kedzaliman….

  13. Harus ada yang memulai, karena Liga Arab sendiri juga heterogen….tapi bukan tidak mungkin bisa dipersatukan.

  14. Setuju, Pak. Negera-negara arab kalau berkumpul pasti akan bisa mengatasi israel, tapi mereka tidak berani melakukan itu karena khawatir dimusuhi oleh negara-negara barat.

    Tapi sebenarnya kalau memang yang kita lakukan ini benar, harusnya tidak boleh berpikiran seperti itu.

  15. ”Tunggu. Kami tdk diam. Tapi kami sedang memikirkan strategi untuk melakukan perlawanan”.

    ”Darah kami sudah menggelegak, melihat agresi Israel tersebut. Akan kami hancurkan mereka musuh Islam”.

    Ya, Allah mudah-mudahan itulah yg saat ini sedang dilakukan oleh pemimpin di Timur Tengah sana.AMIN

  16. Duh, saya sering telat kalau komen di sini…😀

    MMm… kok sepertinya nyalahin liga Arab sih, Pak?😀

    *Harusnya nyalahin Israel yang menjajah dooong…😀 *

    Ini dia komen seriusnya:

    Iya, kita sungguh prihatin pada negeri-negeri timur tengah. Mereka secara finansial sungguh kaya raya. Tapi, sepertinya mereka tidak ingin maju dalam dunai ilmu pengetahuan. Mereka terlena dengan kekayaan (yang sifatnya tidak dapat diperbaharui–apalagi klo nanti minyaknya sudah kering, habis disedot Amerika…😀 Saya tidak tahu apakah orang-orang arab itu nyadar atau tidak…😦

  17. hngg… saya udah nggak pernah liat berita palestina lagi. tiap kali nonton tivi ataw berita, trus ada berita di palestina, langsung saya ganti. soalnya saya udah nggak tega ngeliat kebiadaban israel…

    semoga saudara dan keluarga kita di palestina dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

    ngomong2, kenapa PBB nggak bisa nge-golin gagasan gencatan senjata cuman gara2 amerika nolak usulan itu? segitu dahsyat kah amrik? saya pikir negara sok adikuasa itu bakal membaik dikit pas yang kepilih jadi presiden itu bang obama. ternyata sama aja T_T

  18. bener tuh beneran….
    tapi mengingat perang 6 hari, war of attrition, & perang yom kippur emang orang-orang israel tuh menangan yah. yah entah apa yang kita perbuat tetapi jika kira semua peduli marilah berdoa untuk kebaikan semuanya..
    peace!!!

  19. @Iwan Awaludin

    Tetapi kalau umat yang tentram tersebut terganggu atau terancam ketentramannya, mereka ingin umat yang lain tidak menutup mata dan telinga mereka. Menurut saya, mau menutup mata atau telinga, ya itu mungkin hak mereka, tapi sebaiknya jangan terlalu menutup mata dan telinga jika mereka juga tidak mau menutup mata dan telinga mereka atas kesulitan kita nantinya…..

    @maskoko

    Tetapi apakah titisan Umar Bin Khattab itu harus berasal dari luar bangsa Arab sendiri?? Dan kapan datangnya??

    @edratna

    Nah…. itu dia…. mencari momentum untuk mulai yang terkadang sangat sulit….

    @Edi Psw

    Mungkin pak, karena liga Arab sendiri tidak yakin apakah menolong saudaranya sendiri dengan resiko dimusuhi negara2 barat adalah tindakan yang benar apa salah….😦

    @Jay

    Amin. Tetapi doa dan pekik semangat seperti itu harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata dan bukan hanya sebatas ‘mengutuk’ dan ‘menyerukan’ saja. Sebab jikalau tidak diikuti oleh tindakan nyata dari sekarang, maka doa dan pekik itu akan terus berulang tanpa realisasi seperti halnya kemungkinan doa dan pekik tersebut telah ada puluhan tahun yang lalu tanpa realisasi…….

    @mathematicse

    Wah kalau Israel sih nggak perlu dipersalahkan lagi… itu sih memang sudah jelas2an bersalah, namun kesalahan yang terpenting adalah ditujukan kepada liga Arab yang tidak mau membantu ‘saudara’nya. Padahal dulu negara2 Arab diajak perang oleh Amerika melawan saudaranya sendiri yaitu Iraq, ramai2 banyak yang mau bergabung……. dasar Arab….:mrgreen:

    Mungkin orang Arab antara sadar dan tidak akan perlunya membangun SDM… maklum deh mereka kan masih terbuai dengan petrodollar-nya…. padahal untuk mengambil minyaknya sendiri saja, mereka juga membutuhkan teknologi dari barat. Mereka nggak akan bisa menggali minyaknya sendiri tanpa bantuan teknologi barat. Emangnya gali minyak cuma pakai sekop sama cangkul?? Huehehe….:mrgreen:

    @khofia

    Itu karena sistem veto di PBB yang tidak adil…. seharusnya sistem veto tersebut diubah atau dihilangkan sama sekali dan dalam Dewan Keamanan PBB sistem yang lebih demokratis seperti sistem banyaknya suara dapat mulai diterapkan…..

    @ardianzzz

    Huehehe….. Kalau berdoanya kayaknya sih udah dari dulu deh….. Tetapi karena usaha masing2 fihak kurang jadinya kebaikan bagi semua belum juga tercapai hingga kini……😀

  20. saya setuju jika ilmu tuh lebih berharga…
    kata bapak saya….

    kalau aku ditinggali harta atau warisan, saya bakalan menjaga harta tersebut dengan semaksimal mungkin

    kalau saya ditinggali ilmu, gak usah khawatir,,.. ilmu yang bakalan menjaga saya

  21. not only arabian that must fight againts israel laknatullah but all of us as a human being.Because israel attacking everyone in palestine not only hamas.yesterday israel attacking UN School.7 families died in that attack.it’s horrible,we must do something.

  22. maap ya kalau komentars saya agak nyeleneh, begini sepertiny untuk meniru cara JEPANG dengan RESTORASI MEIJI-nya saya kira itu tidak MASUK AKAL, mengapa ? Bukankah dengan mengirim banyak mahasiswa ke LUAR NEGERI berarti itu akan menciptakan pola pikir baru yang bisa-bisa neh mengancam NEGARA ARAB sendiri, misalnya KERAJAAN SAUDI ARABIA lama-lama akan BUBAR dikarenakan banyak mahasiswanya membawa IDEOLOGI BARAT, tul GAK ? Dan ini yang paling penting seandainya banyak mahasiswa ARAB yag dikirim ke BARAT maka mereka pasti akan ditolak mentah-mentah di Bagian IMIGRASI negara tujuan karena nama yang berbau ARAB, bukankah negara BARAT lagi kena SYNDROM ISLAMOPHOBIA, yang memandang nama ARAB berarti TERORIS, TUL GAK !!!!!!!!!!!!

  23. terbuktilah pepatah: harta manusia yang menjaga, sementara ilmu menjaga pemiliknya.

    manusia berilmu tentu akan siap dengan kondisi terburuk, karena ia tak kan tergantung pada pertolongan orang lain secara mutlak. arab hanya akan dipandang amerika sejauh masih ada sumber minyaknya. kalau SDA itu sudah menipis, dan pasti akan terjadi, apa lagi yang bisa mereka harapkan?

  24. @alfaroby

    Benar sekali. Namun bukan berarti harta tidak berguna sama sekali. Yang jelas dalam kasus Arab-Israel ini terbukti bahwa Arab yang hanya ‘sukses’ dalam bidang perdagangan saja kurang bisa bersaing dengan Israel (Yahudi) yang bisa sukses dalam segala bidang mulai dari bidang perdagangan sampai bidang iptek…..

    @mel

    But the Arabs have to make the first move to fight the Israelis. I don’t want to fight the Israelis while people in Saudi Arabia and Kuwait lazily enjoy the war news while munching the snacks in their cosy living room. I am a servant of Allah, I am not a servant of the Arabs!

    @zoel

    PBB diam, liga Arabpun juga diam dan hanya bisa mengutuk dan menyerukan😦

    @dedik81

    Semua ada resikonya. Walaupun mengirimkan banyak mahasiswa2 ke luar negeri (barat) belum tentu mereka akan terpengaruh secara signifikan oleh ideologi barat sehingga terjadi hal2 yang tidak diinginkan seperti yang anda gambarkan. Namun, tentu restorasi Meiji harus disesuaikan dengan kondisi Arab zaman sekarang. Bagaimana caranya?? Tentu hanya mereka yang tahu. Mereka harus bisa memformulasikan caranya bagaimana agar mereka bisa maju tanpa takut teracuni ideologi2 asing.

    Yang penting, mau tidak mau, dunia Arab memang harus menguasai teknologi, itu yang penting, terserah caranya bagaimana. Karena jikalau bangsa2 Arab tidak bisa menguasai iptek, mereka akan terus menerus dipecundangi Israel dan AS.

    @marshmallow

    Betul sekali mbak. Dan ketika sumur2 minyak di Timur Tengah sudah mengering, maka sekutu2 Amerika di Timur Tengah seperti Saudi Arabia dan Kuwait akan seperti ‘habis manis sepah dibuang’. Negara2 Arab tersebut sudah ‘tidak berguna’ lagi bagi negara-negara maju…..😦

  25. Perkaya negara dan perkuat militer (Fukoku kyōhei ), demikian bukan slogan Restorasi Meiji?

    Perkaya negara diterjemahkan Jepang dengan menjadi negara yang maju dibidang iptek, rasanya ini diperlukan oleh semua negara di dunia, nggak hanya di Arab, saya setuju dan saya jadi sama bertanya, seperti pertanyaan Mas Yari, apakah bangsa yang terlanjur terlena seperti bangsa Arab ini tergerak untuk berubah?

    Mesti ada stimulasi ekstrim dari luar, agar bisa berubah, misalnya dengan berpisah dari sekutu-sekutunya, nggak mungkin kan mereka mengandalkan eksport pasir, kurma dan onta atau hanya mengandalkan musim haji.Hehehe… sorry jadi nggak fokus, yang jelas setiap bangsa yang ingin unggul mesti menguasai iptek dan perekonomian.

  26. ……sejak berakhirnya era ketertutupan Bangsa Jepang,1853,…….. bangsa ini mulai membuka diri……….pendidikan telah dijadikan sebagai pusat restorasi………pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dengan banyak mengirim pemuda Jepang belajar di luar negeri…….ada dua modal bangsa Jepang yang unggul yakni ketika dimulainya restorasi……..semangat bushido (kedisiplinan, etika, dan tatakrama tinggi)…….dan good governance atau administrasi pemerintahan yang sangat rapi……….bangsa timur tengah memang sudah banyak terbuka dengan dunia luar……khususnya berkait dengan perdagangan minyak …….walau diperkirakan tidak sedikit para pemudanya dikirim studi di luar…….namun saya tidak tahu apakah SDM negara-negara kaya minyak ini kini juga sama tangguhnya dengan SDM Jepang……begitu pula tentang tata kelola administrasi pemerintahannya……saya khawatir suatu negara yang terlalu mengandalkan dan terpesona pada sumberdaya alam-minyak…..lambat laun akan tertinggal sejalan dengan semakin habisnya sumberdaya alam tsb…….kalau tidak diikuti dengan ketangguhan SDM-nya dan resrukturisasi tata-kelola pemerintahannya yang efektif…….

  27. memang aneh…
    jadi inget pak Tifatul tadi malam bilang..

    “ketika negara2 arab kenapa mereka tidak berani melawan israel, dan mereka jawab, karena mereka bertujuh (bukan bersatu..)”

    ya Allah…
    satukan umat islam seluruh dunia…

    FYI..
    screensaver dan wallpaper FREE PALESTINE telah di upload..
    monggo mampir dan silahkan download dan sebarkan..
    semoga berguna…

  28. Negara-negara Arab modern itu siapa yang mendirikan? Apakah semata-mata perjuangan rakyat Arab angkat senjata melawan penjajahan Turki? Pembentukan negara-negara Arab beda dengan lahirnya Negara Indonesia. Mereka-mereka yang andil dalam mendirikan negara-negara Arab modern masih memegang kontrol hingga sekarang yaitu negara Barat, yg dulu berkepentingan untuk menggerogoti Turki.
    .
    Jauh sebelumnya, Bapak-Bapak Bangsia macam tidak menghendaki negara Indonesia merdeka atas bentukan bangsa lain. Sudah sejak awal 1900-an pemikiran ini berkembang. Setelah merdeka pun Hatta dan syahrir susah payah melawan tuduhan Belanda bahwa Indonesia adalah bentukan fasis Jepang.
    .
    Oya, jangan meremehkan Jepang, sehingga seolah-olah prestasi mereka begitu gampang di-copy paste. Apa-apa yang merupakan impian bagi bangsa lain, justru hal lumrah di Jepang. Mereka punya pranata yang canggih. Struktur organisasinya efektif dan teruji berabad-abad. Mereka menghargai yang sepele. Mereka setia pada perkara yang kecil. Oleh karena itu mereka mampu melakukan perkara yang besar.
    .
    Makanya di game travian ada yang namanya nilai budaya. Hmmm, tanpa itu Anda tidak bisa menguasai pihak lain.
    .
    Sesaat setelah Otto von Bismarck menduduki Paris, Nietzsche bilang kira-kira begini: Secara militer kita menguasai Paris tetapi secara budaya kitalah yang akan dijajah olehnya.
    .
    Usai memburu Napoleon dan menduduki Paris, tentara Tsar pun pulang ke Rusia dalam keadaan terjajah secara budaya oleh Prancis. Para veteran ini pun sempat menyulut pemberontakan besar karena kepincut oleh ide demokrasi oleh-oleh dari Paris.
    .
    Maap kepanjangan. Salam kenal ya mas😀

  29. @sjafri mangkuprawira
    setuju

  30. @Yoga

    Nah…. ini dia mbak Yoga….. memang mungkin perlu untuk stimulus ekstrim bagi bangsa2 Arab agar mereka berubah. Setuju sekali. Tetapi apakah peristiwa berkali2nya bangsa Arab selalu dipermalukan oleh Israel tidak cukup sebagai sebuah stimulus ya?? Apa stimulusnya kurang keras lagi?? Apa harus ada bom nuklir yang jatuh di Riyadh ataupun di Al-Qahirah (Cairo), baru orang Arab sadar akan ketertinggalannya??:mrgreen:

    @sjafri mangkuprawira

    Saya juga tidak tahu prof, apakah kualitas SDM di Timur Tengah meningkat apa nggak. Mungkin saja meningkat tetapi mungkin sangat perlahan. Jikalau (misalnya) di Timur Tengah kualitas SDM meningkat 2 langkah sementara di negara2 maju meningkat 5 langkah. Tentu peningkatan tersebut secara nisbi menjadi lebih buruk. Yang jelas, seperti yang pernah saya tulis di sini, negara2 Timur Tengah mempunyai tingkat angka buta huruf yang lebih tinggi dibandingkan negara2 ASEAN, apakah itu cukup untuk menggambarkan “buruknya” kualitas SDM di Timur Tengah? Walahualam……

    Mungkin saja prof, jikalau sumberdaya alam (SDA) mereka habis mereka bisa beralih menjadi pusat2 jasa, seperti yang terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab saat ini. Mereka sudah sadar bahwa minyak mereka akan habis suatu hari dan kini mereka ramai2 berinvestasi dalam bidang jasa. Tentu saja ini sepintas lalu sepertinya bagus, namun sayang investasi besar2an di bidang jasa ini nampaknya tidak diimbangi dengan ‘investasi’ untuk meningkatkan SDM-nya. Mereka lebih suka untuk membayar orang-orang asing untuk menjalankan usaha2 mereka. Sepintas lalu, hal ini sepertinya sangat ‘berwibawa’ dan ‘wah’ karena mereka sanggup membayar orang2 asing. Tapi hal tersebut hanya akan menunjukkan bahwa mereka (orang2 Dubai) tetap akan sangat bergantung kepada bangsa-bangsa asing. Sebuah “penjajahan” dalam bentuk lain pula.

    Menurut saya, buat suatu bangsa menjadi jaya, haruslah kemajuan dicapai dalam segala bidang dengan merata, termasuk iptek. Sebuah bangsa harus ada yang menjadi investor bisnis, harus ada profesional, harus ada ilmuwan dan engineer. Jikalau semua orang ingin menjadi investor maka kemajuan bangsa itu akan timpang dan akan terlihat bagus saja secara kosmetik. Orang-orang Yahudi dan Israel, mereka sangat hebat di bidang bisnis, namun mereka juga hebat di bidang2 lain termasuk bidang iptek. Kemajuan yang merata di segala lini inilah yang tidak bisa dicapai oleh negara2 Arab hingga saat ini…. Dan tentu saja prof, kemajuan disegala lini ini harus ditopang dengan semangat yang tinggi, disiplin yang baik, good governance dan juga administrasi pemerintahan yang rapih dan bersih, seperti yang prof katakan…….

    @oRiDo™

    Memang betul bersatu kita (lebih) teguh bercerai kita runtuh. Sesuatu yang gampang diucapkan tetapi sangat sulit dilaksanakan. Bukan begitu??

    Btw… tentang screensaver-nya, terims ya atas infonya….🙂

    @rudi

    Saya yakin, struktur organisasi yang efektif, semangat yang tinggi dan lain-lain dari bangsa Jepang dapat ditiru. Tapi tentu bukan dengan copy-paste mentah2. Justru jikalau copy-paste mentah2 hasilnya tidak akan baik.Harus disesuaikan dengan bangsa dan zaman yang bersangkutan. Yang paling penting adalah keinginan yang kuat untuk berubah. Saya yakin, walaupun Jepang punya pranata yang canggih dan organisasi efektif namun tanpa keinginan untuk berubah maka Jepang tetap akan menjadi bangsa yang terisolasi. Nah, kemajuan Jepang ini baru diperoleh setelah mendapat rangsangan dari luar sekitar tahun 1850an, ketika itu pemerintahan militer Shogun dibuat tak berdaya oleh Commodore Perry dari AS yang membawa peralatan perang canggih yang bukan tandingan kapal2 perang shogun. Mereka baru sadar, organisasi yang efektif dan pranata yang canggih yang sudah mereka punya sejak lama ‘tak ada gunanya’ jikalau mereka tidak mau berubah mengejar ketertinggalan mereka dari dunia barat……..

    Itulah dulu yang harus dipunyai…… keinginan keras untuk berubah dan jangan terlena hanya karena sumberdaya alam yang kaya…..

    Salam kenal juga ya….🙂

  31. Bangsa Arab, menunggu minyak, pasir, dan onta nya habis dulu Mas Yari😀

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. kalau nunggu ontanya abis ya kapan mulainya dong?? Nanti ontanya abis….. jualan korma, nanti kormanya abis, jualan kacang Arab, nanti kacang Arab abis…. jualan apa lagi??😀

  32. Tak syak lagi, bangsa-bangsa Arab sepertinya terlena dengan masa kejayaan mereka selama berabad-abad sebagai bangsa yang kuat di masa lampau. Sementara Amerika baru berapa ratus tahun berdiri? Israel? Lebih-lebih.

    Tak ada pemersatu di sana. Tak ada pemimpin. Sulit memang kalau hidup terlampau mapan. Mereka melihat perang melalui tv screen berlapis emas di dalam istana. Sembari geleng-geleng kepala. Tapi tetap asyik duduk d sofa. Mengibakan.

    ______________________

    Yari NK replies:

    Yah…. begitulah mas Daniel…. dan yang saya dengar keluarga2 sheikh Arab yang kaya2 itu sering menghambur2kan duitnya di meja judi di Monte Carlo…… Benar2 sangat tidak Islami….😦

  33. Benar banget bang…. saya baru baca novel kisah nyata yang berseri (3 serial) berjudul Princess Sultana.
    Dalam novel itu dijelaskan dengan detil perilaku laki-laki arab yang memandang rendah kaum wanita.
    Dan yang lebih menyedihkan karena mereka sudah terlena dengan kekayaan minyak dan kemakmuran hidup, mereka jadi pengecut (terutama para pangeran kerajaan Saudi).
    Satu lagi, laki-laki Arab (terutama pangeran-pangeran muda generasi kedua dan ketiga setelah King Abdul Aziz) dengan mudahnya menjadikan wanita-wanita asing sebagai objek pemuas libido. Astaghfirullah

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Nah…. itu dia…. saya juga sering mendengar bahwa orang2 Arab asli (nggak semuanya), jika sudah keluar dari ‘sarang’nya dan berada di luar negeri, perilakunya seperti ‘liar’ begitu. Ya mainan cewek, minum minuman keras, bahkan ada yang berjudi. Seperti aji mumpung begitu. Benar2 bukan teladan yang patut diikuti…..😦

  34. Sebenarnya sih arab atau mana aja mungkin kembali pada individunya, tapi mungkin bisa jadi emang ada perbedaan masalah watak dasar.

  35. antara sunda dan jawa aja juga suka ada yang melihat beda-beda, tapi kan tetep aja kembali pada personilnya.

  36. menurut saya, tips-nya lebih cocok buat bangsa sendiri gan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s