Bertemu Melihat Al Jupri dan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang Mahal

Sebagian koleksi kamusku

Sebagian koleksi kamusku

Sebagian besar mereka yang sering mampir di blog ini mungkin pasti kenal dengan seorang blogger yang bernama Al Jupri atau yang sering saya panggil kang Jupri. Blogger yang banyak menulis tentang matematika dan pendidikan matematika ini baru menyelesaikan pendidikan masternya di Negeri Belanda,  dan kini kang Jupri sudah pulang kembali ke Bandung. Walaupun kedatangan kang Jupri sudah saya ketahui sejak awal bulan Desember lalu, namun kami berdua memang belum berani berjanji untuk kopi darat karena kami masing-masing memang sok sibuk walaupun sebenarnya kami ingin sekali bertemu. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain, walaupun kami belum pernah berjanji tetapi hari Sabtu tanggal 3 Januari 2009 lalu kami akhirnya berhasil bertemu dan saling melihat! Walaupun begitu perjumpaan itu tidak bisa sama sekali disebut kopdar! Lho? Kok begitu?? Begini cerita konyolnya::mrgreen:

Sabtu lalu, saya bersama keluarga pergi ke Gramedia di Jalan merdeka Bandung. Mula-mulanya sih hanya untuk membeli peralatan tulis buat anak-anak. Namun ketika anak-anak dan ibunya asik memilih-milih peralatan tulis, saya ‘kabur’ sebentar untuk melihat buku-buku yang menarik di lantai atas. Namun ketika saya tengah melihat-lihat deretan kamus, saya tiba-tiba merasa seperti melihat kang Jupri. Ya, jarak kang Jupri dengan saya waktu itu kira-kira hanya 10 kaki (feet) saja! Namun saya nggak yakin 100% kalau itu kang Jupri. Maklumlah terkadang antara foto (yang saya lihat di blognya dan avatarnya Kang Jupri) dan aslinya bisa berbeda. Tapi anehnya, orang yang saya kira Kang Jupri itu kok melihat saya juga, namun sepertinya ia juga ragu. Tadinya mau saya lihatin terus, namun karena nanti disangka homok tidak sopan dan juga takut salah orang maka saya berhenti memandang orang tersebut. Ketika aku penasaran dan ingin mencari orang yang ‘mirip’ Kang Jupri tersebut, ternyata orangnya telah menghilang. Dan ceritanya tamat sampai di sini. Huehehe…. Para pecinta artikel2 kopdarpun kecewa…!!:mrgreen:

Nah, hari Seninnya, saya dan kang Jupri bertemu via Yahoo! Messenger. Kang Jupri berkata kepada saya: “Saya sepertinya melihat Pak Yari hari Sabtu lalu di Gramedia…..” Lantas saya menjawab: “Sepertinya saya juga melihat kang Jupri lho di Gramedia….”. O alah….. kalau begitu……. Hanya penyesalan kemudian yang keluar….😦 Yah… mungkin Tuhan belum mengijinkan kita untuk kopdar atau mungkin juga karena kita berdua adalah orang yang sangat sopan **halaah** takut salah sapa dan salah orang…..:mrgreen: Tetapi saya yakin, Insya Allah kita berdua pasti bakal ketemu, minimal karena kita berdua ini sedikit kutuan (kutu buku) maka kemungkinan besar pasti (Insya Allah) kita akan bertemu lagi minimal di Toko Buku Gramedia…..😀

Sebenarnya saya pergi ke lantai atas Gramedia (lantai di mana saya melihat kang Jupri) karena ingin membeli Essentials of Genetics (lupa lagi karangan siapa) yang sudah lama saya incar. Namun karena harganya lumayan mahal karena bukunya juga keren abis dan full colour dan kaya akan ilustrasi, maka bukunya baru ‘kebeli’ waktu itu. Namun aku kecewa, karena ternyata buku tersebut sudah habis terjual. Memang sih sebulan sebelumnya saya melihat hanya ada (tinggal) dua eksemplar yang dijual di Toko Buku Gramedia Merdeka Bandung tersebut. Kalau masih ada, lumayan deh buat baca-baca di waktu senggang **halaah** dan siapa tahu ada bahan yang menarik juga untuk dijadikan postingan di blog. Huehehe…..  Tapi karena buku sudah terjual habis, aku hanya bisa BIMANTARA (BIbir MAnyun TiAda taRA)….😦

Lantas aku menyisir bagian kamus (di mana saya melihat kang Jupri). Aku melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru. Terbesit sekilas keinginanku untuk membeli kamus tersebut. Maklum deh walaupun koleksi kamus saya (dari berbagai bahasa dan tema) kalau ditumpuk mungkin tingginya hampir menyentuh langit-langit rumah saya yang kira-kira setinggi 13 kaki itu, namun keterlaluannya saya belum punya satu bijipun kamus Bahasa Indonesia. Saya lihat harga KBBI itu dan ternyata….. harga kamus tersebut Rp. 375.000,-. Harga tersebut tentu saja membuat saya BIMOLI (BIbir MOnyong Lima Inci). Lha, wong kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary (OALD) di sebelahnya aja (yang soft cover)  harganya lebih murah. OALD kaya akan ilustrasi dan sudah full colour. Tadinya saya menyangka bahwa siapa tahu KBBI edisi terbaru ini juga sudah kaya akan ilustrasi dan sudah full colour. Namun setelah saya melihat isinya, ternyata isinya hampir sama saja, hanya saja KBBI yang baru ini lebih kaya dengan suplemen di halaman-halaman akhir. Dan suplemennya sebenarnya cukup kaya (walau masih jauh kualitasnya dengan suplemen pada OALD), namun tetap saja menurut saya harga Rp. 375.000 itu terlalu mahal. Wah sulit ya….. mau berbahasa Indonesia yang baik dan benar saja, kamusnya mahalnya minta ampun. Yang mau belajar Bahasa Inggris, dengan kamus yang lebih murah harganya dapat diperoleh kualitas kamus yang lebih baik.

Ya sudah…… segitu saja cerita hari Sabtuku tanggal 3 Januari lalu yang penuh dengan BIMANTARA dan BIMOLI. Pertama-tama, ‘gagal’ kopdaran dengan kang Jupri. Kedua, buku Essentials of Genetics yang sudah kuincar ternyata telah habis. Ketiga, mau beli KBBI guna melengkapi koleksi kamus dan bukuku ternyata harga kamusnya bikin aku semakin BIMOLI….!!😦

35 responses to “Bertemu Melihat Al Jupri dan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang Mahal

  1. Sebenarnya saya selain kutu buku saya juga kutuan yang lain-lain. Saya juga kutu jam/arloji dan juga kutu instrumen2 digital hehehe….. Sebenarnya saya juga maunya kutu mobil tetapi karena dana yang sangat terbatas, maka keinginan menjadi kutu mobil untuk sementara ditunda dulu hingga waktu yang tidak ditentukan. Huehehe…..

    Sekalian pertamax di postingan sendiri…..:mrgreen:

  2. KBBI kan udah ada di website nya om yari…

    wah seru yah, bisa ktemu al-jupri walopun sama2 malu2 kucing…😀

  3. Ping-balik: Dijengkelkan Oleh Form Komentar Lagi | Edi Psw's Weblog

  4. Ping-balik: Dijengkelkan Oleh Form Komentar Lagi | Edi Psw's Weblog

  5. Selamat pagi Pak Yari,

    Membaca judul postingan ini, saya mengerjapkan mata dua kali😀

    Pertama, saya membaca judulnya gini: Bertemu Melihat Al Jupri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang Mahal, masak ada di kamus?😀

    Kedua, jarang-jarang Pak Yari posting kayak gini😀 .

  6. if you want to buy books,novels,or dictionaries with a queit low price,you should try come to “kwitang” (jakarta).everyone knows it.

  7. membaca postingan sampeam membuat aq BIRAHI. (BIbir bergaiRAH sekalI) wkakakaka. ngaco ah saya

  8. Bimoli? Monyong lima inci, sebentar, sebentar kalau bisa sampai dua inci saja sudah keterlaluan tebalnya hehehe…

    Bukunya pesan saja nanti bisa dicarikan oleh toko buku yang bersangkutan, kalau sudah ada akan diberitahu, atau kalau via on line bisa langsung sampai rumah.

  9. Iya, saya ragu kalau yang pernah saya lihat di Gramedia Merdeka Bandung itu Pak Yari… makanya saya cuek aja… hue he he he… 😀:mrgreen:

  10. Btw… yang kutu(an) Pak Yari aja kaliiii *jangan ngajak-ngajak saya doooong! He he he… :mrgreen:😀 *

  11. Kalau kamus besar bahasa Indonesia sih, pakai KBBI Daring saja pak…

    http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/

    Lumayan, isinya sama dengan yang buku..

  12. Sebenarnya saya juga maunya kutu mobil tetapi karena dana yang sangat terbatas, maka keinginan menjadi kutu mobil untuk sementara ditunda dulu hingga waktu yang tidak ditentukan. Huehehe…..

    Kutu mobil-mobilan dulu saja😀

  13. saya punya kamus bahasa jawa kawi. manfaat utama adalah sebagai sumber para calon ortu ketika ingin menamai anak-anaknya…:mrgreen:

  14. Ah tak ada salahnya langsung tanya,”Kang Jupri ya?”

    Mahal juga harga kamusnya, kali tebel banget? Aku beli kamu Francais-Espagnol vs + CDrom seharga 32€.

  15. Bapakku juga banyak kamus nya, tapi ntah skarang aku cuman pake 1 biji dan 1 kamus elektronik aja, di komputer udah ada kamus, jadi ngga biasa baca kamus buku sekarang…

  16. ku doakan semoga bisa kopdar deh..
    amin

  17. @fauzansigma

    Iya sih…. saya tahu KBBI udah ada website-nya dan udah ada versi online-nya, tapi entah kenapa kalau belum punya hardcopy-nya kayaknya belum puas…..😀

    @mezzalena

    Huahaha…. itu sih salah baca, moso bertemu Al Jupri dalam kamus seh?:mrgreen:

    Biarin deh…. sekali2 postingan yang ‘agak kacau’ seperti ini….huehehe…😀

    @mel

    How much cheaper between the price at Kwitang and the price at other bookstores? I hope the price is low enough to cover the round-trip cost between Jakarta and Bandung….😀

    @mantan kyai

    Huahaha… ya udah kalau BIRAHI nanti jadi BIMBANG dong (BIbirnya bergeloMBANG) **halaah maksa**😀

    @Yoga

    Rencananya sih mau begitu, mau pesan online, tapi saya mau lihat dulu di toko buku Gramedia lainnya di Bandung, siapa tahu ada. Nanti kalau nggak ada, saya baru pesan online….😀

    @mathematicse

    Huehehe…. tapi pasti deh, insya Allah, kita akan bertemu lagi di Gramedia **ada feeling kuat kita bakal ketemu lagi di Gramedia**:mrgreen:

    Kalau kutuannya kutu buku sih nggak apa2, daripada ‘bersihan’, yaitu bersih dari buku dan ilmu alias tidak berilmu, lebih parah kan??:mrgreen:

    @Ardianto

    Iya sih…. tapi entah kenapa kalau belum punya hardcopy-nya kayaknya belom puas, mungkin karena sekalian dijadikan koleksi kali ya?? Huehehe…..

    @Catshade

    Kalau mobil2annya dari emas 22K dengan berat minimal 50 troy oz **halaah mimpi kaleee** sih boleh aja. **Itu namanya jadinya kutu mobil2an apa kutu emas ya??** huehehe….:mrgreen:

    @sitijenang

    Harga kamusnya bikin BIMOLI nggak?:mrgreen:

    @juliach

    Iya nih…. aturan nggak apa2 menegur duluan….. jadinya agak menyesal juga nih….

    Saya rencananya juga mau beli Le Petit Larousse 2008 dari Amazon France, kamusnya keren, bener nggak mbak??🙂

    @qzplx

    Kalau saya entah kenapa kalau belum punya hardcopy-nya kayaknya belum puas. Mungkin karena versi CD atau online-nya masih terbilang miskin ilustrasi. Mungkin juga karena saya suka mengkoleksi kamus… huehehe…..

    @alfaroby

    Amin. Amin. Dan mudah2an suatu saat nanti saya juga bisa bertemu mas alfaroby ini juga.🙂

  18. Kalau saya sering juga ke gramedia….numpang baca…..apalagi di matraman dikasih bangku buat duduk..mantap……

  19. wahhh lama tak kesini ternyata mas ini salah satu penggemar buku-buku juga yah mas yari😀

  20. @ pak yari
    500 rebu saja. itung-itung menjaga kelestarian bahasa leluhur lah, walau kebanyakan “hanya” menjelma menjadi nama anak-anak…😎

  21. Kang, saya bingung deh…
    Awalnya cerita tentang kang Jupri, yang pada gengsi (kenapa sih cowok suka ga berani nyamperin gitu,..paling-paling salah, kan tinggal minta maaf)…jadi ga jadi kopdar.

    Terus buku yang dicari nggak ada…terus harga kamus mahal…terus jadi Bimoli…
    Kenapa kok komentarnya jadi kutu….terus lainnya ikutan komentar kutu (entah sampai berapa komentator)…atau saya sendiri yang OON ya?

  22. wah pak yari… saya juga awal2 begitu lho pas di pesta blogger waktu mo ketemu pak yari, tapi karena momentnya pesta blogger, pasti yg datang blogger2, jadi kalo ada yg mirip pasti dialah orangnya..
    eh kebetulan…
    iyah kalo ngak punya yg bersifat hardcopy, keknya blum puas, dengan KBBI online….
    soalnya kalo ngak OL bisa dibaca2😀

  23. *Membaca postingan ini sembari senyum-senyum dikulum sambil berpikir: kira-kira apa mungkin ya mengalami kejadian serupa di Bandung.*

    He-he-he.

    Soal KBBI, aku termasuk rajin mengoleksi KBBI. Kalau edisi baru keluar, sebisa mungkin memang beli. Mau bagaimana, selain memang butuh, pekerjaan menuntut penggunaan kamus yang bisa dijadikan bantal itu. Lha wong “senjata”. Mau bagaimana. Namun herannya, aku bisa kerasan membaca KBBI, seperti halnya membaca majalah atau buku lainnya. Selalu mengasyikan. Ada kosakata baru, ada hal baru, ada istilah-istilah aneh yang tak disangka.

    Namun belakangan, setelah KBBI Daring muncul secara online, koleksi KBBI-ku kok malah parkir di rak perpustakaan rumah. Sama sekali tak tersentuh. Alasan manja pun keluar: “Nggak praktis sih. Kan mendingan online, ketik langsung muncul.”

    He-he-he.
    Dasar pemalas bukan? :p

  24. @esha di birulangit

    Di gramedia merdeka bandung sini juga dikasih bangku buat duduk2 sambil baca loh…. lumayan banyak juga….tapi entar toko buku jadi mirip perpustakaan dong yah, baca2 doang nggak beli (walaupun tentu sah2 saja dong…) huehehe……

    @Gelandangan

    Yah… begitulah kalau jadi kutu…..😀

    @sitijenang

    Oh… bukannya kalau kemahalan malah jadi jarang yang beli?? Sehingga misi melestarikan budaya jadi kurang tercapai?😀

    @edratna

    Mungkin kurang bisa berimajinasi menggunakan ‘otak kanan’ bu… sehingga ‘gagal’ mengkombinasikan maksud komentator2 sebelumnya… huehehe….😀

    @aRuL

    Nah… iya…. daripada salah…. nyesel udah capek2 negor nggak tahunya salah… **halaah** huehehe…..

    Iya betul… versi hardcopy punya keunggulan2, sepertinya suplemen2 terbaru di KBBI kemungkinannya nggak bakalan ada versi online-nya…… Juga lebih praktis karena nggak butuh pc atau notebook….😀

    @Daniel Mahendra

    Hehehe…. siapa tahu kita benar2 bertemu loh suatu hari……insya Allah…. huehehe…..

    Kalau saya memang senang mengkoleksi buku plus mengkoleksi kamus. Jadi rasanya nggak puas kalau hanya via online saja. Karena saya percaya baik versi online maupun versi hardcopy-nya masing-masing punya kelebihan dan kelemahan. Jadi bagi mereka yang memang selalu berhadapan dengan kata2 seperti mas Daniel ini, nampaknya memang harus punya hardcopy KBBI-nya….😀

  25. pak yari, kang jupri mau nggak ya beliin saya manga? kalo gratisan saya paling demen sih *we he he* (^_^)7

    btw, kamus favorit saya itu kamus kedokteran dorland, juga kamus bahasa jepang yang super-tebel…

  26. hihi! satu hari isinya kegagalan mulu nih.
    tapi dibawa senang aja kan, mas? abis membaca tulisan ini juga bikin hati senang, pasti nulisnya gak jauh-jauh dari emosi yang satu itu.

    saya doakan waktu untuk jadi kutu mobilnya cepat ditentukan deh.

  27. Wah, bapak berapa beli KBBI nya???

  28. buku yang berkualitas
    memang biasanya selalu mahal mas Yari
    thanks bro🙂

  29. 1. koleksi kamus saya, sama seperti ‘sitijenang’, kamus jawa kawi, plus ditemani primbon. cukup buat modal buka praktek dukun, hehe…
    2. KBBI mahal ? itulah alasan kenapa saya nggak pandai berbahasa yang baik dan benar.
    3. eh, Bang Yari nggak pernah mampir ke Gramedia Semarang kan ? kok rasa2nya pernah lihat….ah, saya salah orang kali…😀
    4. apa kabar Bang ?

  30. @khofia

    Kalau kang Jupri sepertinya nggak suka manga. Nanti kalau minta manga takutnya malah dikasih mangga Indramayu atau Mangga golek lagi…. huehehe….😀

    @marshmallow

    Hahaha…. ya mungkin waktu itu bukan harinya saya mbak….😀

    @Rizky

    Nggak jadi beli…. abis mahal seh….:mrgreen:

    @mikekono

    Asal jangan udah mahal, nggak berkualitas pula. Bisa gawat kan tuh. Bener nggak bang?😀

    @goenoeng

    1. Ya nggak apa2. Siapa tahu nanti sukses jadi dukunnya…😀
    2. Malah mengharapkan makin mahal ya mas. Biar ada alasan untuk tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar… huehehe….😀
    3. Wah, saya sih pernah ke Gramedia Semarang, tetapi yang jelas tidak dalam setahun terakhir ini…..🙂
    4. Alhamdulillah. Saya baik2 saja. Semoga mas goenoeng juga begitu adanya. Amin.🙂

  31. Koq waktu di Gramedia gak ketemu saya ya😀
    Kapan di reunian .. di Yahoo aja, biar gak ribet, orang2nya kan ada di-lain2 kota dan negara😀

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Gramedia mana?? Gramedia Hongkong??😆

    Iya nih kapan2 kita reunian, ya reuniannya di YM aja, emangnya mau reunian di Hongkong??😆

    Kalau mau ngaji lagi boleh juga nih, banyak juga nih mungkin rekan2 blogger yang mau ikut lagi…… Ustadz-nya masih bersedia nggak??:mrgreen:

  32. saya baru saja mendownload KBBI dari 4shared.com, gratis. Ngga tau deh legal atau ngga. Tapi lumayanlah, untuk menambah koleksi buku elektronik saya.

    ________________________

    Yari NK replies:

    Hmmmm entah kenapa saya kalau cuma punya buku elektroniknya saja rasanya kurang puas…. huehehe……

  33. lumayan tuh harga kamus, tapi ga apalah pasti manfaatnya lebih besar…

  34. @ Iwan awaludin, Saya kira ga masalah tuh legal atau tidak, sedot aja deh buat nambah wawasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s