Venus: Planet Rumah Kaca

Foto daratan Venus oleh Venera-13

Foto daratan Venus oleh Venera-13

Planet Venus

Planet Venus

Mungkin akhir-akhir ini anda sering mendengar tentang pemanasan global atau global warming. Ya, pemanasan global ini adalah kenaikan temperatur rata-rata di permukaan bumi selama beberapa dekade belakangan ini. Ya, selama dekade belakangan ini suhu rata-rata di permukaan bumi mengalami anomali dengan meningkatnya suhu rata-rata. Hanya beberapa daerah saja di muka bumi ini yang justru rata-rata suhu permukaannya turun kebanyakan di daerah lautan. Pemanasan global ini disebabkan oleh banyaknya gas-gas rumah kaca (greenhouse gas) yang akhir-akhir ini dilepaskan ke atmosfir akibat aktivitas-aktivitas manusia (yang kebanyakan adalah pembakaran bahan bakar berbasis hidrokarbon). Gas-gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfir dari aktivitas-aktivitas manusia tersebut adalah: gas CO2 (karbon dioksida), N2O (dinitrogen monoksida), CFC (kloroflourokarbon) dan CH4 (metana). Penebangan hutan yang terjadi di mana-mana turut memperparah terjadinya pemanasan global. Sebenarnya uap air juga merupakan gas rumah kaca. Namun uap air (yang kebanyakan berasal dari sumber-sumber alami) tidak memberikan kontribusi positif terhadap pemanasan global.

Omong-omong tentang pemanasan global, ada satu tempat di tata surya kita, di sebuah planet yang merupakan tetangga kita yang merupakan tempat di mana pemanasan globalnya benar-benar dahsyat yaitu: Planet Venus! Ya, planet yang berabad-abad diasosiasikan dengan kaum wanita ini karena planet ini kalau dilihat dari Bumi dengan menggunakan teleskop benar-benar terlihat ‘mulus’ dan tidak bopengan penuh dengan kawah-kawah seperti di Bulan ataupun Merkurius ataupun Mars. Padahal wanita juga banyak sekali yang nggak mulus loh! Padahal planet ini terlihat ‘mulus’ karena yang terlihat adalah awan dan atmosfir Venus yang ekstra tebal yang sangat kaya dengan CO2 (>95%). Sangking tebalnya sehingga awan dan atmosfir Venus ini menutup daratan planet ini yang sebenarnya juga bopengan.

Karena atmosfir Venus sangat kaya dengan CO2 dan juga karena ketebalannya, maka tak ayal lagi planet ini layak dinobatkan sebagai rajanya ratunya planet pemanasan global di tata surya kita. Suhu permukaan planet ini adalah >460°C ( >860°F) padahal planet yang paling dekat dengan Matahari yaitu Merkurius yang mendapat energi/panas matahari 4 kali dari planet Venus, suhunya pada siang hari (sisi yang menghadap matahari) panasnya hanya kira-kira 420°C (790°F). Hal ini berarti bahwa Venus merupakan planet yang terpanas permukaannya di antara planet-planet lain di tata surya kita. Suhunya pada malam hari juga tidak berbeda jauh, ini karena panas dari tempat yang menghadap matahari di bawa oleh angin di bagian bawah atmosfir ke bagian yang malam hari. Para ahli mengatakan kemungkinan zaman dahulu atmosfir Venus menyerupai atmosfir Bumi karena dahulu cukup banyak air di permukaan Venus. Namun karena air ini menguap dan banyak yang hilang ke angkasa maka mulailah efek rumah kaca yang memicu pemanasan global yang terjadi pada planet itu hingga saat ini.

Neraka di Venus ini diperparah dengan tekanannya yang sangat besar. Jikalau di Bumi, tekanan pada ketinggian di permukaan laut adalah sebesar 1 atmosfer (semakin tinggi elevasi semakin berkurang tekanan atmosfer) maka di Venus tekanan di permukaan planetnya adalah kira-kira sebesar 90 atmosfer! Dua wahana antariksa milik (bekas) Uni Soviet yaitu Venera 13 dan Venera 14 adalah satu-satunya wahana buatan manusia yang ‘nekad’ mendarat di permukaan Venus yang ganas itu di tahun 1982. Venera 13 bahkan sempat mengirimkan foto permukaan Venus seperti foto di atas. Foto tersebut adalah satu-satunya foto otentik permukaan Venus yang pernah diambil oleh manusia. Dengan keadaan planet Venus yang panas membara dengan tekanan udaranya yang ekstra besar, Venera 13 ‘hanya’ mampu bertahan selama kira-kira dua jam saja di planet tersebut sedangkan Venera 14 nasibnya lebih ‘kasihan’ lagi, hanya bertahan kurang dari satu jam saja. Sesudah itu kedua wahana antariksa itu hanya menjadi onggokan sampah saja di planet tersebut sampai saat ini…..

Nah, tentu planet Bumi tempat kita tinggal ini, tidak ingin bernasib sama dengan planet Venus ini. Pemanasan global harus dihentikan, sebab walaupun mungkin pemanasan global di Bumi belum separah di planet Venus, namun kenaikan suhu beberapa derajad Celsius saja, bisa menyebabkan melelehnya es di Antartika ataupun di Kalaallit Nunaat (Greenland) yang dapat menyebabkan daerah-daerah di pinggir pantai di seluruh dunia jadi tenggelam termasuk ibu kota kita Jakarta dan juga kota-kota besar lainnya… Nanti kalau ibu kota kita tenggelam, ibu kota kita pindah ke mana dong?? Nanti jadi rebutan alias ribut lagi…..!! :mrgreen:

_____________________________

Epilog:

Apakah anda tahu tekanan 1 atmosfir itu? Satu atmosfir itu kira-kira setara dengan 10.332 \: \frac{kg}{m^{2}}. Berarti setiap 1 meter persegi sebuah benda mendapatkan tekanan sebesar 10.332 kg (lebih dari 10 ton metrik!) Andaikan kira-kira luas permukaan kulit atau tubuh anda adalah 1,8 m2. Berarti anda setiap waktu di bumi ini memikul beban kira-kira sebesar 1,8m^{2} \times 10.332 \: \frac{kg}{m^{2}} \: \approx 18.600 kg atau lebih dari 18 ton metrik! Tapi kok tidak terasa?? Tentu saja, karena tubuh kita memang sudah “dibuat” dari sononya untuk memikul beban segitu. Nah, sekarang anda bisa membayangkan berapa besar tekanan di planet Venus yang sebesar 90 atmosfir itu…..

Iklan

34 responses to “Venus: Planet Rumah Kaca

  1. Bisa hancur ya ke sana? Hmm…

    Ada yang mau ke Venus?

  2. nanti kalo ada liat cewe cantik aku namain venus aja deh….bang ada award dariku yah..

  3. Kalo ngerokok menyumbang pemanasan global ga ya? Huehe..

  4. because men are from mars, and women are from venus… jadinya cewek rentan panas dalem kali ya? (^_^)v

    kalo semisal proses lobangisasi lapisan ozon di bumi terus intensif dan ajeg, apa bumi juga bakal seperti venus yah? dan kalo beneran gitu, pastinya sebelum bumi kering bakal terjadi banjir bandang lantaran lumernya es di kutub utara dan selatan, trus penguapan besar2an *mengingat komposisi bumi terdiri dari 70% air dan 30% daratan*… bwaaa~~~ jadi nggak bisa tidur ntar malem…

  5. kalo kesana pasti dijamin mateng, berasa kyk di oven.

  6. Venus memang panas, eh kabarnya Venus itu tidak ber-rotasi lagi, macet, itulah sebabnya katanya bagian yang menghadap matahari gurun pasir yang panas gak ketulungan, sedangkan bagian yang terlindungi matahari adalah gunung es dan hamparan salju, benar gak yaa..?

  7. nice post nih pak, aku link ya

  8. Geli baca komentarnya mantan Kyai…Venus is hot.

    Pemanasan global ini memang isu penting, mungkin juga adanya krisis finansial, agak menurunkan pemanasan, karena sebetulnya yang banyak menghabiskan energi adalah Amerika. Kenyataannya, harga minyak turun, berarti sebetulnya pemakaian bahan bakar bisa ditekan…kecuali kalau harga minyak yang naik, karena spekulasi.

    Sedihnya jika kita terbang melintasi beberapa pulau, yang dulu hijau, sekarang sudah banyak yang bopeng, termasuk di Papua, yang dulu ada istilah kalau pesawat jauh tak akan menyentuh tanah (karena kesangsang di atas pohon).

  9. waduh.. klo energi panasnya bisa di alirin.. lumayan tuh bisa masak tanpa kompor 😀

  10. Isu pemanasan global memang agak tenggelam akhir-akhir ini akibat krisis keuangan dunia tapi jangan lupa jika kita lupa dengan isu ini maka bumi yang indah ini suatu saat nanti dalam waktu yang lebih cepat akan ‘mati’.

    Ulah-ulah tangan manusia membuat bumi semakin panas, industrialisasi di abad-19, penebangan hutan liar dan penggunaan komputer serta mobil yang semakin menambah panas bumi kita ini.

    Tahukah bahwa panas yang dihasilkan dari 2x pencarian kita menggunakan Google sama dengan panas ketel yang sedang mendidih, bisa baca artikelnya disini:

    http://erakomputer.com/content/berita/01/Google-dan-pencemaran-lingkungan

    Jadi bagi yang punya kendaraan mobil dan tempat kerja atau kampusnya dekat mulailah berganti menggunakan kendaraan umum karena asap yang anda sumbangkan untuk pencemaran akan merusak bumi untuk bekal anak cucu kita nanti.

  11. Isu pemanasan global juga terkait dengan kepentingan industri negara maju. Merekalah yang banyak menyumbang pemanasan bumi. Semoga Protocol Kyoto bisa dipatuhi semua negara.

    Barangkali musibah banjir yang sering terjadi di berbagai belahan diunia (termasuk di Indonesia) merupakan tanda-tanda.

  12. Waduh. Kalau gitu, gimana kalau dicari planet lain buat migrasi manusia?
    He-he.

  13. Lho, kenapa bagian “Padahal wanita juga banyak sekali yang nggak mulus loh!” kok dicoret :mrgreen: Kan memang ada juga wanita yg akhlak tabiatnya nggak mulus. dan laki-laki juga 😛

  14. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://astronomi.infogue.com/venus_planet_rumah_kaca

  15. Mmm…

    Pak, metana itu CH_4 bukan?

  16. postingan yg memberi pencerahan
    ya…..sudah seharusnya pemanasan global
    dihentikan bersama oleh komunitas dunia
    btw, gejala Jakarta bakal tenggelam
    sudah kelihatan, tp sayangnya pejabat kita
    selalu lemah dlm antisipasi, krn kebanyakan berwacana
    thanks bro 🙂

  17. Memang betul ya, Venus itu seperti wanita. Bopengnya ditutupi oleh dempul kosmetik yang tebal, hehe…

  18. @mantan kyai

    hot and ‘wild’…… :mrgreen:

    @Alias

    Apanya yang hancur? Manusianya kalau pergi ke sana? Ya iya lah….. 😀 Tetapi kalau kita pergi ke ruang angkasa yang tekanannya 0 atmosfir tanpa baju astronot, bisa hancur juga karena dari dalam tubuh kita menekan keluar sebesar 1 atmosfir….. 🙂

    @boyin

    Ya… nanti aku akan kunjungi…. sebenarnya saya sudah lama tidak mau menerima postingan berantai. Kalau sekali dua kali sih masih fun tetapi kalau keseringan lama2 kurang fun juga. Btw, terima kasih deh atas ‘award’-nya, nanti akan saya kunjungi balik. Tunggu ya, aku minggu ini dan minggu depan sibuk sekali.

    @AgusBin

    Hmmm…. harus diselidiki lebih jauh apakah ada asap rokok yang mengandung gas2 rumah kaca?? Kalau ‘asap’ nikotin dan tar sepertinya bukan termasuk gas rumah kaca…….

    @khofia

    Sebenarnya ozon sendiri adalah termasuk gas rumah kaca juga. Namun ozon berguna untuk menyerap sinar ultraviolet dari pancaran sinar matahari yang jikalau berlebihan dapat mengganggu kesehatan kulit.

    Wah… jangankan nanti kalau es di kutub selatan ataupun di Greenland meleleh, wong banjir sekarang aja, Jakarta udah kebingungan kok. Huehehe…. Tetapi kalau andaikan seluruh permukaan bumi tenggelam, ambil hikmahnya aja, dalam jangka panjang mungkin manusia akan berevolusi dengan tumbuhnya insang pada manusia seperti ikan…. *halaah*

    @tan

    Bukan hanya matang tapi udah gosong kaleee…. 😀

    @Sobirin Nur

    Venus masih berotasi tentu saja. Hanya saja waktu rotasinya sangat lambat, sangking lambatnya, satu hari di Venus (rotasinya) lebih panjang dari satu tahunnya (revolusinya). Dan rotasinya terbalik. Jadi di Venus, matahari terbit di barat dan tenggelam di timur.

    Di Venus, malam dan siang suhunya hampir sama. Sedangkan di Merkurius (planet yang terdekat dengan matahari) kasusnya memang begitu. di siang hari, suhu mencapai 420°C sedangkan malam hari anjlok drastis menjadi -220°C !! Namun karena di Merkurius tidak ada air (dan tidak ada atmosfir) jadi sepertinya tidak ada es di belahan malamnya yang dingin tersebut. Suhu di bulan juga begitu, di siang hari suhu mencapai >100°C sedangkan di malam hari anjlog menjadi -150°C !!

    @Hilal Achmad

    Ya… silahkan…. 🙂

    @edratna

    Iya nih….. AS dengar2 malah satu2nya negara yang menolak ratifikasi protokol Kyoto. Heran ya, negara maju kok ‘kelakuannya’ mirip negara yang kurang maju dalam kasus ini….. 😦

    Mungkin kenaikan suhu sendiri sudah sedikit mengganggu vegetasi kita ya?? Ditambah lagi oleh tangan2 jail yang menjarah hutan2 kita….. Benar2 memprihatinkan sekali…..

    @latqueire

    Huahaha….. iya tuh…. mungkin kompor dan oven kurang laku kali ya kalau suhu Venus bisa ditransfer ke sini. Juga kalau tekanannya yang besar juga bisa ‘dialirkan’ ke sini, sepertinya pressure cooker juga nggak laku nih…. 😀

    @Jaffar Soddik

    Kalau panas yang dihasilkan tubuh kita tidak akan memberikan kontribusi positif buat pemanasan global. Tidak perlu dirisaukan. Karena kita berolahragapun menghasilkan energi yang luar biasa besarnya jauh melebihi energi untuk mendidihkan air di dalam ketel. Sesuatu yang tidak mengherankan sebetulnya. Yang jadi isu adalah jikalau gas efek rumah kaca yang terbentuk berlebihan sehingga mencegah panas yang dihasilkan di bumi untuk dilepas ke angkasa……

    @tikno

    Ya itulah…. AS malah menolak ratifikasi protokol Kyoto… menyedihkan sekali…. 😦

    Kalau banjir di Jakarta sekarang2 ini sih murni karena kebanyakan hujan ditambah daerah2 resapan air yang kurang…. :mrgreen:

    @Daniel Mahendra

    Kan masih ada Planet Hollywood…. :mrgreen:

    @Akhmad Guntar

    Dicoret biar nggak menyinggung para wanita yang nggak mulus…. :mrgreen:

    @senopatiarthur

    Ya… terims ya atas infonya…..

    @mathematicse

    O iya bener tuh…. kok bisa ya?? Maklum deh abis minggu2 ini agak sibuk sih huehehehe…. mencari2 alasan. Lagian nggak mungkin ya NH_{4} karena Nitrogen maksimal hanya punya 3 ikatan…. 😀

    @mikekono

    Bukan hanya pejabat, tetapi seluruh politisi kita (calon2 pemimpin kita) kebanyakan hanya berwacana saja. Bahkan banjirpun dipolitisasi…. huehehe…. Tapi politisi emang selalu kerjaannya mempolitisasi segalanya ya…. 😀

    @Ratna

    Bopeng wajah mungkin bisa ditutup. Kalau bopeng hati bisa ditutup nggak ya?? 😀 Btw, kok dempul seh, kayak mobil aja…. huehehe……

  19. Kalau tidak salah atmosfir di venus mengandung 97% CO2 dan 3% nya nitrogen, jd kayaknya mustahil ada kehidupan

    Kl di venus amosfernya 90 berati tekanan planet venus sekitar 62.529.264 kg hampir 63 ton metrik betul ga’ mas hitungan saya 😀
    sori kl ngaco , ga’ jago fisika sih saya

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Memang nggak ada kehidupan di sana.

    Huehehehe…. kayaknya lebih dari 63 ton metrik deh, coba nanti saya hitung dulu, abis saya juga lagi malas menghitung nih 😀

  20. jadi pengen kesana nih, hahaha 😀

    oo iya salam kenal ya 😉

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Pakai Taxi Blue Bird…. kali saja sampai ke Venus… huehehe…. :mrgreen:

    Salam kenal juga ya…. 😀

  21. isu global warming ini memang bukan sekedar isu yah pak,
    Apa masih ada jalan bagi bumi yang sudah tua renta ini menanggung beban yang begitu besar?
    Mungkin buminya nggak ngoceh2 atau teriak minta tolong yah pak, tapi mungkin kita yang sebagai manusia yang memilik kecerdasan ini tak mau mendengar teriakan2 minta tolong dari masa depan.

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Nah itu dia….. manusia harusnya sadar bahwa teriakan2 minta tolong tersebut adalah teriakan2 manusia juga di masa depan. Jadi sepatutnya kita mulai khawatir dan prihatin serta bertindak dalam kasus pemanasan global ini…….

  22. Oh ya kalo ongkos naik taksi ke venus itu bisa ditawar atau pake argo yah pak?
    Hehehehe

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. mungkin bisa gratis asal nyopir sendiri…. :mrgreen:

  23. kita harus hidup apa adanya kawan
    dan ikuti kata hati, sama halnya aku comment ke blogmu ini 🙂

    _________________________

    Yari NK replies:

    Apa adanya bukan berarti harus terus menerus menghasilkan pemanasan global kan? Mudah2an maksudnya bukan itu….. 😀

  24. Salam.. lama ga berkunjung kesini pak..

    Wah postingan menarik.. saya jadikan referensi pak 🙂

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Sudah lama juga saya tidak berkunjung ke blog anda. Terima kasih ya telah berkunjung lagi… 😀

  25. Waduh, tertinggal tiga tulisan. Entah, saya kok sulit memahami kemungkinan zaman dahulu atmosfir Venus menyerupai atmosfir Bumi, kalau pun iya benar, kemungkinan masa itu singkat sekali.

    _________________________

    Yari NK replies:

    Venus memang diperkirakan dahulu punya atmosfir yang sama dengan Bumi. Tidak tahu persis berapa lama ia menyerupai atmosfir bumi. Yang jelas, memang belum sempat mengakomodasi kehidupan bahkan mengakomodasi senyawa2 organik sekalipun. Mungkin memang waktunya singkat ataupun waktunya cukup lama, namun atmosfirnya hanya sekedar mirip saja alias tidak 100% menyerupai. Kita mengetahui bahwa jikalau ada komposisi atmosfir yang berbeda sedikit saja, hasilnya belum tentu sama dengan hasil yang ada di Bumi…. 🙂

  26. venus..? kaya temennya SailorMoon aja…:)

    ________________________

    Yari NK replies:

    Dikirain temennya si Mumun…. 😀

  27. Ping-balik: Maukah Anda Mematikan Lampu Anda Satu Jam Saja? « Spektrum Pemikiranku

  28. mampir pak..
    lagi ngoreksi hasil lomba browsing, eh ada jawaban yg ngerefer ke blog bapak, heheu.. pa kabar pak?? 😀

  29. sudah saat nya manusia mulai berpikir untuk memperbaiki lingkungan mereka.
    Salah satu upaya untuk mengurangu efek rumah kaca adalah peningkatan jumlah oksigen ke atmosfir dan oksigen itu di dapat dengan menanam pohon.
    Cobalah untuk menanam pohon di lingkungan anda.
    Dengan demikian kita telah mengurangi jumlah emisi karbondioksida di atmosfir.

  30. ke venus mungkin bisa menemukan hal yang luar biasa untuk dibawa ke bumi.

  31. Gimana caranya yah kalau mau picnik kesana….?

  32. Ping-balik: Venus Planet Rumah Kaca | safinafirdaus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s