Mr. Bean Merebus Pasta di Bak Mandi !!

Kartun Mr. Bean

Kartun Mr. Bean

Saya yakin  anda semua tentu mengetahui tokoh Mr. Bean yang diperankan oleh komedian Inggris Rowan Atkinson. Dan sebagian dari anda mungkin juga mengetahui bahwa Mr. Bean juga dibuat versi kartunnya yang suaranya juga diisi oleh Rowan Atkinson. Kartun Mr. Bean ini pernah ditayangkan di Disney Channel bagi anda yang dapat menikmati televisi berbayar.  Di salah satu episode Mr. Bean kartun ini, diceritakan Mr. Bean yang mengundang teman wanitanya untuk makan siang bersama di apartemennya. Rencananya Mr. Bean akan memasak kalkun.  Sambil menunggu kalkunnya matang di oven, Mr. Bean berendam dulu di bak mandi (bathtub) dan sialnya ia tertidur. Ketika ia bangun dari tidurnya, ternyata si kalkun sudah gosong dan terbakar di dalam oven sehingga tidak dapat dimakan lagi. Sementara teman wanitanya sudah datang, Mr. Bean bingung apa yang akan disuguhkan untuk makan bersama teman wanitanya karena ia tidak punya makanan lagi. Di tengah kebingungannya, Mr. Bean menemukan pasta (spaghetti) yang sudah agak lama tersimpan di salah satu lemari dapurnya. Tanpa pikir panjang lagi, Mr. Bean lalu merebus pastanya. Tapi sial, pastanya kepanjangan dan tidak bisa masuk di pancinya (padahal pastanya tinggal dipatahkan saja terus dimasukkan panci. Beres! Dasar Mr. Bean…. hehehe…).  Mr. Bean lalu menemukan ide, ia merebus pastanya di dalam bak mandi (bathtub) !! Caranya…. bak mandinya diisi air hingga setengahnya (padahal pastanya cuma satu kotak) lalu dipanaskan dengan beberapa buah lilin !!! Hasilnya….. tentu saja lama….. baru malam hari pastanya matang !!! Sementara itu teman wanitanya sudah marah-marah karena kelaparan……..

Saya tidak akan membahas masalah kartun Mr. Bean ini tetapi saya akan sedikit “mengkritik” cara Mr. Bean merebus pasta tadi. Menurut saya pasta tersebut cukup direndam di dalam air yang tingginya 1 inci saja, tidak perlu direndam dengan air yang tingginya setengah bak. Toh, dengan air yang tingginya 1 inci saja, seluruh pasta sudah terendam. Nah, jikalau air yang untuk merebus pasta lebih sedikit, tentu airnya akan lebih cepat panas, dan jikalau airnya cepat panas tentu pastanya akan lebih cepat matang.

Kenapa begitu? Sebab cepat atau lambatnya panas suatu benda sangat tergantung dari massa benda tersebut. Air bermassa 2 kilogram tentu lebih lambat panas dibandingkan air yang bermassa 1 kilogram yang bertemperatur sama. Satuan panas dalam sistem SI (Système International d’Unités) yang resmi adalah joule. Namun satuan kalori masih banyak dipakai terutama oleh para ahli gizi dan kesehatan untuk mengukur panas atau energi (ingat: panas itu adalah energi) yang dihasilkan oleh suatu zat makanan ataupun panas atau energi yang dibuang oleh aktivitas-aktivitas manusia, misalnya olahraga.  Apa bedanya panas dan temperatur?? Bukannya panas itu seharusnya diukur dalam °C atau °F??  Dalam Fisika, panas dan temperatur itu berbeda. Panas adalah perpindahan energi thermal yang terjadi antara dua buah benda yang berbeda temperatur/suhu. Sedangkan temperatur adalah energi kinetik rata-rata yang dihasilkan oleh pergerakan sebuah partikel hingga menghasilkan panas. Panas atau energi diukur dalam satuan joule atau kalori, sedangkan temperatur diukur dalam satuan °C atau °F (ataupun K). Satu kalori adalah panas yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air sebesar 1 C°. Rumus perpindahan panas (Q) adalah sebagai berikut:

Q = m \times c \times \Delta t

Q adalah panas yang dipindahkan (atau yang diperlukan), satuannya adalah kalori atau joule.

m adalah massa benda yang dipanaskan satuannya adalah gram.

c adalah specific-heat capacity, setiap zat mempunyai ‘c’ yang berbeda. Specific-heat capacity adalah kemampuan suatu zat menyerap panas per 1 gram per 1 C°. Satuan daripada c ini adalah \frac{kalori}{g \times C^{o}}. Dan c air adalah 1 \frac{kalori}{g \times C^{o}}.

Δt adalah perbedaan temperatur antara temperatur akhir yang diinginkan dengan temperatur awal, satuannya adalah ataupun K.

Sebagai contoh: Misalnya 700 gram air ingin dipanaskan dari 25°C menjadi 85°C. Berapakah panas yang diperlukan?

Q = m x c x Δt. Angka-angkanya tinggal dimasukkan saja:

Q = 700 x 1 x (85-25) = 42.000 kalori. Mudah bukan?

Nah, sekarang misalnya 200 gram air juga ingin dipanaskan dari 25°C menjadi 85°C. Berapakah panas yang diperlukan. Nah, angka-angkanya tinggal dimasukkan saja juga:

Q = 200 x 1 x (85-25) = 12.000 kalori. Nah, jika massa benda yang dipanaskan lebih sedikit maka panas yang diperlukan lebih sedikit. Itulah mengapa jika massa benda lebih kecil dipanaskan untuk mencapai suhu tertentu, ia akan lebih cepat panas dibandingkan benda yang bermassa lebih besar.

Bagi anda yang pernah belajar di Amerika Serikat, ada juga sistem USCS. Sistem USCS ini masih cukup banyak digunakan di AS walaupun sedikit demi sedikit mulai digantikan oleh sistem SI. Sebenarnya rumusnya sama saja, hanya saja satuannya yang berbeda. Dalam USCS, Q bersatuan BTU (British Thermal Unit), m mempunyai satuan pound (lb), Δt bersatuan , sedangkan c bersatuan \frac{BTU}{lb \times F^{o}}. Nah, c air dalam satuan USCS adalah 1 \frac{BTU}{lb \times F^{o}}. Jadi 1 BTU adalah panas yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 lb air sebesar 1°F.

Contohnya misalnya: 700 lb air dipanaskan dari 85°F menjadi 205°F. Berarpakah panas yang dibutuhkan?

Q =  m x c x Δt. Angkanya tinggal dimasukkan saja:

Q = 700 x 1 x (205-85) = 84,000 BTU.

Sekarang berapakah panas yang diperlukan untuk memanaskan 200 lb air dari 85°F hingga 205°F?

Q = 200 x 1 x (205-85) = 24,000 BTU.

Nah, sekarang terlihat baik dalam sistem SI maupun USCS terlihat bahwa memanaskan sebuah benda dengan massa yang lebih kecil memerlukan panas yang lebih sedikit yang berarti pemanasan yang lebih singkat dengan besar api yang sama. Jadi andaikan Mr. Bean merebus pasta di bak mandinya dengan air setinggi 1 inci, pasti pastanya akan lebih cepat masak dibandingkan jikalau ia merebusnya dengan air setinggi setengah bak….. Yah… namanya juga Mr. Bean….. 😀

O iya…. untuk pemanasan antarfase misalnya dari wujud es menjadi wujud uap membutuhkan perhitungan yang sedikit lebih rumit. Misalnya berapakah panas yang diperlukan untuk mengubah 100 pound es bersuhu 25°F menjadi uap air seluruhnya bersuhu 225°F? Nah, perhitungannya sedikit berbeda dan di luar topik kali ini…. 😀

______________________________

Epilog:

Tahukah anda jikalau anda tidur, anda masih mengeluarkan energi. Jikalau anda tidur bukan berarti anda sama sekali tidak mengeluarkan energi. Nah, energi pada saat anda tidur yang dikeluarkan adalah kira-kira sebesar 77 Joule per detik, atau kira-kira sama dengan 18,5 kalori per detik. Nah, berapa kalori yang dikeluarkan selama tidur 5 jam? Jikalau 5 jam ada 18.000 detik maka, panas atau energi yang dikeluarkan untuk tidur selama 5 jam adalah 18.000 x 18,5 = 333.000 kalori (atau 333 kilokalori). Energi tersebut lebih dari cukup untuk memanaskan 700 gram air dari 25°C menjadi 85°C yang hanya membutuhkan 42.000 kalori seperti contoh di atas! Wow! Nah, tidak terbayangkan berapa besarnya energi yang anda keluarkan jika berolahraga?? Tentunya jauh lebih besar lagi….. 😀

Iklan

37 responses to “Mr. Bean Merebus Pasta di Bak Mandi !!

  1. O iya ada tambahan sedikit:

    Banyak kini yang menuliskan C° atau F° untuk melambangkan perbedaan ataupun perubahan suhu, agar tidak terkacaukan oleh °C atau °F. Kenapa harus dibedakan: Sebab 1°C berbeda dengan 1 C° karena 1°C adalah 33,8°F sedangkan 1 C° sama dengan \frac{9}{5} F°. Misalkan di suatu ruangan terjadi kenaikan suhu dari 25°C menjadi 26°C, maka kenaikan suhu di ruangan tersebut adalah 1 C°. Dalam skala Fahrenheit suhu tersebut naik \frac{9}{5} F° dan bukan naik sebesar 33,8°F !!

    Untuk merubah besarnya panas yang diperlukan dari satuan kalori menjadi satuan joule, gampang sekali. Tinggal kalikan dengan 4,1868. Sedangkan untuk merubah dari satuan BTU menjadi satuan joule tinggal dikalikan 1055. Mudah bukan??

    O iya sekaligus pengumuman, karena kesibukan yang meningkat maka untuk dua minggu ini artikel di blog ini yang biasanya terbit sekali tiga hari untuk sementara berubah menjadi sekali empat hari atau lima hari. Harap maklum ya…. huehehe…… (sekaligus pertamax di postingan sendiri….) :mrgreen:

  2. Sayang nya ga ada konverter khusus yah, kalo ada pas tidur bisa ngecas batere, ato kaya di film matrix, orang orang jadi batere

  3. Eh bukannya energi kinetik itu satuannya jg joule? Kok energi kinetik partikel jadi celcius atau farenheit ya?

  4. ya, namanya juga mr. Bean… biar lucu, makanya masak pastanya gitu 9sampai salah pula… _ 😀

  5. wahhh mas yari ini apapun postingannya pasti ada perhitungannya mudng saya mas

  6. Pak Yari …
    saya tertarik Epilognya …
    Hmmm … ini sungguh pengetahuan baru bagi saya

    Thanks Pak

  7. Ada ya penulisan C°? Saya jarang temukan kaya’nya… Hmm…
    Trus, kalau suhu sekian derajat bisa kita kira seberapa panasnya, bagaimana dengan kalor itu? Btw, itu asas Black kan? Kira-kira keluar ga ya di Ujian Nasional? :mrgreen:

  8. kalau ibu rumah tangga jago fisika dan ngitung kebutuhan kalori, mesti masak bisa jadi lebih cepat dan irit bahan bakar deh, mas yari.

    *sekalian refreshing pelajaran fisika* :mrgreen:

  9. dari sebuah komedi yang hanya hiburan semata bisa jadi kritikan rumus fisika ya … hehe

  10. @arai, bukan kritikan tapi resume yang komprehensif
    @Kang Yari, da lama saya nge-feed blog ini, dan Kang Yari pintar menyajikan data. Jangan2 Kang Yari adalah Prof.Dr.dr.Ir.Yari NK S.Si,M.Si.P.Hd
    @Agus Bin, ada tuh dalam paragrap ke ???
    Sedangkan temperatur adalah energi kinetik rata-rata yang dihasilkan oleh pergerakan sebuah partikel hingga menghasilkan panas. Panas atau energi diukur dalam satuan joule atau kalori,

  11. Rowan Atkinson itu juga katanya bergelar Master dibidang Teknik Elektro. Anyway, kalo masak air berkali-kali dengan panci kecil dibandingkan masak air sekali dengan panci besar, mana yang lebih efisien energi ya?

  12. sampeyan menjelaskan sesuatu yang memusingkan kepala saya dari awal yang simple (mister buncis itu). Benar – benar penjelasan yang mudah dipahami oleh orang awam seperti saya. Tapi saya kan ndak bisa membandingkan antara Rowan Atkinson dengan mister buncis itu ya pak, orangnya sama tapi beda.

  13. hebat benar Mas Yari ini
    Mr Bean pun bs dikritisi
    dalam perspektif ilmiah
    lewat pendekatan formula kimiawi
    btw, soal yang beginian
    saya angkat tangan bro…..
    saluuuut 🙂

  14. pak pas baca rumusnya perut saya mules wakakakak

  15. Waaah…kalo gitu enakan nya tiduuuur mulu kali yaa…biar kurus! he…he…he…

  16. @Raffaell

    Sebenarnya energi yang dikeluarkan manusia yang sebesar 77 joule per detik itu (yaitu setara dengan 77 watt) adalah energi yang dikeluarkan manusia untuk metabolisme basalnya ketika tidur. Jadi andaikata ada converter dari energi yang dihasilkan manusia menjadi charger dan misalnya charger baterainya tersebut berdaya 25 watt maka jadinya ketika tidur manusia harus mengeluarkan energi sebesar 77+25 = 102 joule per detik. 🙂

    @AgusBin

    Pertanyaannya sebenarnya bagus. tumben! 😛
    Sebenarnya memang seharusnya satuan energi kinetik dalam sebuah partikel juga joule. TETAPI tidak mungkin untuk menghitung energi kinetik satu persatu seluruh partikel yang berada pada 250 gram air misalnya!! Bagaimana cara ngitungnya?? Wong partikelnya juga buanyaaaak sekali. Jumlah molekul air dalam 250 gram air saja sudah berapa tuh?? Jadi yang diukur adalah AKIBAT yang ditimbulkan dari energi kinetik partikel2 tersebut yang bernama TEMPERATUR tersebut. Jadi temperatur itu akibat daripada kerja seluruh energi kinetik yang berada pada suatu lingkungan.

    Mungkin nanti kalau teknologi udah canggih dan bisa menghitung keseluruhan energi kinetik yang ada pada partikel2 pada sebuah lingkungan, mungkin nanti satuan °C dan °F tidak terpakai lagi dan mungkin thermometer tidak diperlukan lagi…. 😀

    @mathematicse

    Masih untung masaknya di bak mandi ya bukan di WC-nya…. :mrgreen: **Gimana caranya tuh??**

    @Gelandangan

    Lah… nanti kalau cuma postingan Mr. Bean-nya aja nanti banyak yang bilang nggak mutu lagi… 😀

    @nh18

    Terima kasih kembali juga… 🙂

    @Alias

    Ya…. ada juga yang menuliskannya C° untuk membedakannya dengan °C. Walaupun suhu 100°C itu = 212°F tetapi kenaikkan suhu suatu ruangan misalnya sebesar 100°C bukan berarti dalam skala Fahrenheit suhu tersebut naik 212°F namun kenaikannya hanya sebesar 180°F. Jadinya dibedakan:
    100°C = 212 °F, sedangkan 100 C° = 180 F°. Tetapi pembedaan ini nggak wajib.

    O iya benar, saya baru ingat kalau heat dalam fisika itu Bahasa Indonesia resminya adalah kalor. Iya saya baru ingat. Terims deh sudah diingatkan kembali. Maklum deh udah lama nggak buka buku2 ilmiah berbahasa Indonesia dan juga kalau browsing kebanyakan page yang dibuka yang Bahasa Inggris hehehe…. dan ‘c’ itu bahasa Indonesia resminya ‘kalor jenis’, betul nggak tuh??

    Iya benar, perkoloran perkaloran ini yang memperkenalkan adalah Joseph Black, ilmuwan skotlandia kelahiran Perancis. Ia yang menemukan kalor laten dan juga ia yang menunjukkan bahwa setiap zat mempunyai kalor jenis yang berbeda…. 😀

    @marshmallow

    Tetapi kalau bahan bakar lagi susah seperti yang sering terjadi di negeri ini, nggak usah ngirit udah irit sendiri kok…. huehehehe….. :mrgreen:

    @aRai

    Bukan kritikan rumus fisika…. tapi ‘mengkritik’ cara memasak pasta Mr. Bean… 😀

    @erween

    Ah… saya bukan prof. DR dsb. kok. Ini kan sebenarnya banyak terjadi di lingkungan sekitar kita. Kejadian2 di sekitar lingkungan kita banyak yang bisa kita kaitkan dengan fisika ataupun kimia ataupun biologi ataupun ilmu2 lainnya. Hanya saja kita kurang memperhatikan…. 😀

    @Iwan Awaludin

    Yup, saya juga tahu kalau dia itu MSc. dari Queen’s College, Oxford. Hanya saja dia lebih menyukai dunia teater dibandingkan sains. 😀

    Yang jelas, api kecil dan pemanasan yang sebentar lebih mengefisienkan energi….

    @adipati kademangan

    Huehehe…. ya iyalah… pasti si Rowan Atkinson aslinya karakternya pasti beda sama si Mr. Bean itu. Aneh juga ya andaikan ada orang betulan di dunia ini yang karakternya seperti Mr. Bean. **aneh nggak??** :mrgreen:

    @mikekono

    Ah… biasa aja kok…. ini kan kejadian sehari2. Tetapi itu di atas bukan formula kimiawi tetapi formula fisika… 😀

    @omiyan

    Udah ke belakang dulu sanah kalo mules…. :mrgreen:

    @ammadis

    Tidur terus memang benar bisa menguruskan badan. So pasti. Tetapi syaratnya jangan makan. Kalau makan apalagi makannya sebakul tapi tidur terus, ya tetap saja semakin gembrot. Yang membuat gembrot bukan tidurnya tetapi makan sebakulnya itu loh…. 😀

  17. Terima kasih kembali… 😉
    Wah, tumben saya bisa membawa pencerahan. 😛
    Ya, betul. ‘c’ itu kalor jenis.

  18. waowww………panjang bgt itungannya….

  19. anuu… pak yari ini profesor fisika yang nyamar jadi blogger yah? btw, kalo kita semua tidur bareng-bareng bisa dijadiin PLT ga ya? ga kebayang kalo sampe nantinya ada Pembangkit Listrik Tenaga Tidur… (^_^)v

  20. Wow! Aku jadi penasaran: apa saja yang ada di dalam otak Pak Yari ini. Nonton Mr. Bean, lantas larinya malah analisis secara logis. Dahsyat!

    Aku jadi berpikir: siapa sebetulnya yang sedang iseng; Mr. Bean atau Pak Yari? Sepertiya sih Mr. Bean. He-he.

  21. Mr Bean … nama kacang merah ya itu?

  22. @Alias

    Huehehe…. iya terima kasih deh…. soalnya bagi saya justru terkadang lebih sulit mencari istilah resminya dalam Bahasa Indonesia dibandingkan dalam Bahasa Inggris terutama untuk istilah2 sains…. 😀

    @juliach

    Huehehe……

    @casual cutie

    Mau yang lebih panjang lagi?? :mrgreen:

    @Daniel Mahendra

    Terkadang memang ide muncul begitu saja. Bahkan peristiwanya sudah lama tetapi teringat kembali dan voila…. dapat langsung dijadikan bahan postingan… 😀

    @Rindu

    Kacang panjang atuh…. 😀

  23. Coba ada banyak guru Fisika SMP seperti Mas Yari. Oh ya, saya kira pasta itu bakal lebih cepat matang, kalau Mr. Bean sekalian berendam di bak mandi, Q = Q1 + Q2, Q1 = kalor, air Q2 = kalor yang dilepas Mr. Bean, ternyata Mr. bean kurang konyol 😀

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Sebenarnya ini adalah pelajaran SMA, karena sedikit membutuhkan pengertian yang lebih dari sekedar perkalian.

    Seperti logika yang dikemukakan mbak Yoga di atas itu sebenarnya keliru. Karena apa?? Karena panas badan Mr. Bean hampir tidak ada gunanya dalam pemanasan tersebut. Kenapa?? Misalnya andaikata suhu tubuh Mr. Bean adalah 37°C. Dan suhu awal pasta misalnya 27°C. Jikalau pasta tersebut dipanaskan dan sudah mencapai 37°C atau lebih, maka panas tubuh Mr. Bean jadi tidak ada gunanya, karena tidak ada lagi panas yang ditransfer dari tubuh Mr. Bean ke pasta tersebut karena suhu keduanya sudah sama. Apalagi misalnya Mr. Bean masuk ke bak air pada saat suhu pasta dan suhur air sudah mencapai 50°C. Sudah tidak ada gunanya lagi Mr. Bean masuk ke dalam air tersebut karena justru nanti Mr. Bean-lah yang akan menerima panas dari air dan pasta tersebut.

    Memang pada saat pasta (dan air) masih bersuhu <37°C ada panas yang ditransfer dari tubuh Mr. Bean kepada pasta (dan air) tersebut, namun panas atau kalor yang dilepaskannyapun sangat tidak signifikan…. 🙂

  24. Hehehe… iya benar, dari sisi ngebodornya, mestinya Mr. Bean ikut nyelup bersama pasta. Hiiii jijik membayangkannya 😀

    _________________________

    Yari NK replies:

    Sekalian aja biar lucu, ternyata Mr. Bean-nya yang matang bukan pastanya! Wakakakak…. **Itu mah dagelan a la Indonesia ya??** 😆

  25. Jadi, kapan nih kita benar-benar bebas dari mengeluarkan energi? Atau setidaknya energi terendah yang kita keluarkan pada saat apa? Mengapung di airkah? Atau…

    • Selama masih hidup, kita setiap detik selalu mengeluarkan energi, minimal untuk metabolisme basal di tubuh kita. Kalau energi terendah yang dikeluarkan ya tentu saja pada saat tidur dong, walaupun di atas sudah dijelaskan pada saat tidurpun tubuh kita tetap (relatif) mengeluarkan cukup banyak energi…. 🙂

  26. ih bikin pasta di bak mandi kan engga ada rasanya sampe pacar nya makan bunga hahahahahahaa

  27. MISTER BEAN BIKIN PASTA DI BAK MANDI GA ADA RASANYA NYA LAH PASTI HAHAHHAHA PACAR NYA AJA SAMPE MAKAN BUNGA

  28. Kalau ngitung berapa panas yg diperlukan utk memanaskan air 1 liter sampai suhu 100°C dalam waktu 1 menit gimana caranya?

  29. Namanya Juga Mr Bean Pak …
    Kartun pula …

    hehehe

  30. @Anto

    Kalau 1 liter air murni itu sama dengan 1000 gram. Namun air yang biasa kita rebus di rumah biasanya air tidak murni karena mengandung cukup banyak mineral di dalamnya. Jadi timbang dulu airnya dalam gram. Biasanya air di rumah pasti lebih berat dari 1000 gram (1 kg). Kalau misalnya berat 1 liter air = 1100 gram dan suhu awal adalah 25°C, maka tinggal dihitung saja: Q = 1100 x 1 x (100-25) = 82.500 kalori atau 82,5 kilokalori.

    @nh18

    Ho’oh… bener…. :mrgreen:

  31. mr bean emang suka melucu yang terkadang ga masuk akal.

  32. maklumlah, profesinya aja melawak….

  33. saya udah pernah nonton kartunnya tuh…
    hehehe 😉

  34. kasian c’cewenya nunggu lama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s