Monthly Archives: Januari 2009

Dunia Arab Perlu Kebangkitan à la Restorasi Meiji?

Peta Jalur Gaza

Peta Jalur Gaza

Akhir-akhir ini dari hampir seluruh media massa di tanah air kita tiap hari dijejali dengan berita-berita penyerangan Israel ke wilayah Palestina di jalur Gaza. Seperti yang diberitakan ratusan rakyat sipil tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam penyerangan tersebut yang kini dengar-dengar telah mencapai tahap penyerangan lewat darat. Saya tidak akan membahas masalah ini secara politis ataupun masalah kemanusiaan namun saya akan membahasnya dari sudut pandang yang “lain”.

Seperti kita ketahui juga dari media massa, peranan liga Arab dalam kasus penyerangan Israel ini seperti mandul, seolah-olah liga Arab sendiri tidak peduli atau tidak berdaya dan yang terbaik yang bisa dilakukan liga Arab adalah mengutuk penyerangan Israel dan menyerukan penghentian penyerangan Israel tanpa ada tindakan yang “berarti”. Kenapa begitu? Menurut saya kemungkinannya ada dua hal. Pertama, memang kemungkinan negara-negara Arab tidak punya kekuatan yang canggih untuk membalas serangan Israel tersebut. Kedua, negara-negara Arab yang makmur seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain dan lain sebagainya tidak mau mempertaruhkan kemakmurannya dengan ikut-ikutan berperang dengan Israel. Seperti kita ketahui bahwa negara-negara Timur Tengah tersebut sangat tergantung kemakmurannya dari negara-negara maju (baca: negara-negara barat). Dengan ikut berperang melawan Israel, selain akan mengganggu stabilitas di Timur Tengah, kemungkinan negara-negara Arab tersebut juga akan “dimusuhi” oleh negara-negara maju terutama Amerika Serikat, sesuatu yang sangat tidak diingini oleh negara-negara Arab tersebut.

Negara-negara Arab memang nampak tidak mempunyai taring dalam konflik Arab-Israel ini. Terlebih lagi, Uni Soviet, yang merupakan penyuplai senjata utama bagi negara-negara Timur Tengah di tahun 1960an dan 1970an sudah lama bubar. Dan negara-negara Arab yang makmur-makmur itu kini “terpaksa” harus berbaik hati dan berteman dengan AS demi stabilitasnya sendiri dan demi kemajuan angkatan bersenjatanya. Dan kita semua sudah mengetahui bahwa dalam konflik Timur Tengah ini AS sangat berfihak kepada Israel, jadi kesimpulannya silahkan anda simpulkan sendiri.

Lantas bagaimana seharusnya langkah yang ditempuh dunia Arab? Memang tidak ada solusi yang instan untuk mencapai kejayaan. Yang jelas dunia Arab harus punya kekuatan. Kekuatan itu tidak lain adalah, ya betul, iptek! Orang-orang Arab hingga saat ini terlalu sibuk untuk “berjualan minyak” dan terbuai menjadi investor di sana-sini. Sebenarnya tentu hal tersebut bukannya sesuatu yang buruk karena tentu saja hal tersebut dapat membuat negara atau bangsa menjadi makmur. Namun menjadi makmur saja belum tentu menjadi jaya. Kini kita semua sudah menyaksikan bahwa negara yang menguasai iptek yang tinggi dengan mudahnya semena-mena dengan negara yang terbelakang dalam bidang iptek seperti kasus penyerangan Israel di jalur Gaza ini.

Lantas solusinya bagi dunia Arab adalah, dunia Arab harus bisa mencetak ilmuwan-ilmuwan dan insinyur-insinyur ataupun SDM kelas dunia, dan tidak cukup hanya melahirkan pengusaha-pengusaha ataupun investor-investor kelas dunia. Di abad ke-19 dulu, restorasi Meiji terjadi di Jepang. Yang membuat negara itu dalam kurun waktu hanya 30 tahun berhasil merubah Jepang dari negara yang paling terisolasi menjadi negara yang sejajar dengan negara-negara barat. Mampukah negara-negara Arab mengadaptasi restorasi Meiji ini di zaman sekarang untuk mentransformasikan diri mereka menjadi sejajar dengan negara-negara maju? Bedanya dengan restorasi Meiji di abad ke-19 adalah, Jepang dulu bertransformasi menjadi negara maju dengan modal yang sangat terbatas, sedangkan negara-negara Arab kini mempunyai modal relatif yang sangat banyak lewat petrodollar-nya. Pertanyaannya adalah apakah negara-negara Arab tersebut mampu mau bertransformasi??

Saya percaya, ilmu pengetahuan (terutama ilmu pengetahuan alam) adalah ayat-ayat ciptaan Allah (manusia hanya menemukan saja) selain ayat-ayat dalam Al-Quran. Ilmu pengetahuan tersebut menjadi sangat berharga bagi umat manusia sendiri jika diaplikasikan di bidang-bidang engineering. Selain dapat menghasilkan uang yang banyak dari produk-produk canggih yang dihasilkan oleh engineering tersebut, ilmu pengetahuan dan teknologi juga sangat bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia sendiri. Menurut saya ilmu pengetahuan adalah “harta” yang  jauh lebih berharga dibandingkan minyak mentah yang hingga saat ini masih menjadi “kebanggaan” negara-negara Arab………

Waktu adalah Sampah Uang

pocket_watchTime oh time,

Yes I need more time,

Why do you keep on slipping away?

I hear wind chimes, jangle in my mind

Oh I wish you’d stay…..

 

Itulah sebait lagu yang indah dan manis dari seorang biduanita yang juga hitam manis bernama (panggung) Des’ree asal Inggris yang berjudul Time. Lagu ini mengisahkan  seseorang yang ingin sekali menghentikan waktu barang sesaat saja. Mungkin masalah menghentikan waktu ini, bukan hanya Des’ree ataupun tokoh dalam lagu ini saja yang ingin menghentikan waktu ataupun bahkan ingin memundurkan waktu tetapi mungkin ratusan juta orang di dunia ini yang ingin mendapatkan masa lalunya kembali karena alasan apapun.

Namun sayang hingga saat ini, minimal, manusia dengan teknologinya tetap tidak mampu untuk memutarbalikkan waktu. Waktu nampaknya sampai saat ini tetap solid sebagai dimensi yang ‘berjalan’ satu arah saja menuju masa depan yang ‘satu’. Bagi manusia yang menghargai waktu seperti uang, ia akan merasa puas dan tenang melangkah menuju masa depan, sementara mereka yang memperlakukan waktu seperti sampah, alias menyia-nyiakannya, ia akan cenderung untuk merasakan ketar-ketir dalam hidupnya atau jikalau saat ini ia belum merasakan ketar-ketir tersebut, suatu saat ia akan menyadarinya bahwa waktu memang sebaiknya diperlakukan lebih dari seperti uang, karena waktu yang hilang tidak akan bisa lagi dibeli oleh uang seberapa banyakpun. Jikalau kita sudah merasa kehilangan waktu, maka yang tinggal hanyalah penyesalan saja…..

Mungkin memang ada baiknya jikalau waktu diciptakan berjalan satu arah, agar manusia bisa menghargai waktu. Akan terbayang ‘kacau’nya dunia jika manusia bisa memutarbalikkan waktu seenaknya sendiri. Lupakan paradoks-paradoks yang ada dalam fisika ataupun filosofi yang bakal terjadi jika manusia dapat memutarbalikkan waktu. Lihat hal yang sederhana saja andaikan manusia bisa memutarbalikkan waktu. Waktu akan menjadi hilang nilai uangnya pentingnya. Kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh manusia di masa lalu menjadi dengan mudah diperbaiki dengan cara pergi ke masa silam. Bukan hanya itu saja, keputusanpun akhirnya menjadi tidak penting lagi, karena setiap alternatif yang ada dapat dicoba satu persatu dan jikalau gagal maka dengan mudah manusia akan beralih ke alternatif yang lain dengan kembali ke masa lalu. Dan yang paling “membahayakan” adalah manusia akan cenderung terus menerus membuat kecerobohan karena setiap akibat kecerobohan yang dilakukannya dapat dengan mudah diperbaiki dengan melompat ke masa silam.

Nah, mumpung manusia masih belum dapat memanipulasi jalannya waktu secara fisika, mari kita memanfaatkan waktu yang ada sebaik-baiknya. Jangan sampai kita menyesal kelak karena kita telah menyia-nyiakan waktu yang berharga ini. Kita manfaatkan tahun 2009 ini sebagai tahun yang produktif, sebagai tahun yang berharga baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang-orang di sekitar kita. SELAMAT TAHUN BARU 2009 (DAN TAHUN BARU HIJRIYAH 1430).