Daily Archives: Minggu, 1 Februari 2009

Satu Triliun atau Satu Biliun?

dolarzimbabwe1Pernah tidak anda membayangkan punya uang satu triliun?? Satu triliun apa nih?? Yah… nggak usah satu triliun euro, satu triliun rupiahpun andaikan kita punya uang sebanyak itu tentu maunya kita tidak usah bekerja lagi alias ongkang-ongkangan saja di rumah. Apa yang mau anda lakukan dengan uang sebanyak itu?? Yah…. itu terserah masing-masing saja deh. Asal jangan punya duit satu triliun dolar Zimbabwe saja ya?? Kenapa?? Karena negara yang tengah mengalami hiperinflasi sangat sangat parah tersebut, harga satu triliun dolar Zimbabwe hanya berharga US$ 3 saja!

Namun pada postingan saya kali ini, saya tidak akan membicarakan masalah inflasi namun saya akan membicarakan masalah angka 1 triliunnya sendiri. Di Indonesia, satu triliun rupiah adalah Rp. 1.000.000.000.000,- tetapi di Perancis atau di Jerman satu triliun rupiah adalah Rp. 1.000.000.000.000.000.000,- atau satu juta kali lebih banyak dari di Indonesia! Kenapa begitu?? Itu disebabkan karena angka satu triliun di Indonesia berbeda dengan angka satu triliun di Perancis, Jerman ataupun di kebanyakan negara-negara Eropa daratan lainnya.

Kenapa bisa terjadi perbedaan seperti itu? Karena terdapat dua buah sistem penyebutan bilangan. Yaitu sistem skala pendek (short scale / échelle courte) dan sistem skala panjang (long scale / échelle longue). Ceritanya begini: Sebelum abad ke-17 sistem pengelompokan digit untuk bilangan-bilangan besar bukanlah tiga digit seperti sekarang melainkan enam digit. Jadi dahulu angka 1 milyar bukan ditulis 1.000.000.000 melainkan 1000.000000. Jacques Peletier du Mans adalah seorang Matematikawan asal Perancis yang membakukan sistem penyebutan bilangan berdasarkan pengelompokan enam digit tersebut  yang pada akhirnya disebut sistem skala panjang (long scale / échelle longue). Namun pada abad ke-17, karena pengelompokan enam angka/digit masih membikin pusing banyak orang dengan angka yang berjejer-jejer itu, maka dipecahlah menjadi sistem pengelompokan tiga angka yang kita kenal sekarang ini. Sistem penyebutan bilangan berdasarkan pengelompokan tiga angka inilah yang akhirnya menjadi dasar bagi sistem penyebutan bilangan skala pendek (short scale / échelle courte). Walaupun angka-angka yang sangat besar tersebut sudah dikelompokan menjadi tiga, namun ternyata sistem skala panjang masih digunakan di hampir seluruh negara Eropa secara resmi kecuali Inggris hingga kini.

Amerika Serikat adalah negara pertama yang resmi menggunakan sistem skala pendek secara resmi sejak negara itu berdiri tahun 1776. Inggris mula-mula tetap menggunakan sistem skala panjang kompakan dengan negara-negara tetangganya di Eropa. Namun tahun 1974, Perdana Menteri Inggris waktu itu, Harold Wilson, mengubah sistem penyebutan bilangan secara resmi dari sistem skala panjang menjadi sistem skala pendek mengikuti jejak Amerika Serikat. Namun begitu sistem skala panjang, masih banyak digunakan secara tidak resmi di Inggris hingga sekarang.

Sekarang bagaimana perbedaan antara skala panjang dan skala pendek tersebut? Perhatikanlah perbedaan antara penyebutan bilangan-bilangan besar antara Bahasa Inggris Amerika (Americanism) dan Britania (Briticism) modern (menggunakan skala pendek), Bahasa Inggris Britania   lama (menggunakan skala panjang) serta Bahasa Perancis (français) yang juga mewakili bahasa-bahasa di kebanyakan Eropa daratan lainnya (menggunakan skala panjang).

Value Americanism & Modern Briticism Old Briticism français
106 million million million
109 billion thousand million milliard
1012 trillion billion billion
1015 quadrillion thousand billion billiard
1018 quintillion trillion trillion
1021 sextillion thousand trillion trilliard
1024 septillion quadrillion quadrillion
1027 octillion thousand quadrillion quadrilliard
1030 nonillion quintillion quintillion
1033 decillion thousand quintillion quintilliard

Jadi misalnya ada bilangan 27,000,000,000,000,000 atau 27 x 1015 maka:
Americanism and Modern Briticism: twnety seven quadrillion (= dua puluh tujuh kuadriliun).
Old Briticism : twenty seven thousand billion (= dua puluh tujuh ribu biliun).
français : vingt-sept billiards (= dua puluh tujuh bilyar).

Sekarang bagaimana dengan Indonesia?? Nampaknya karena dalam Bahasa Indonesia tidak ada atau belum ada istilah baku untuk bilangan-bilangan besar nampaknya untuk sementara Indonesia terpaksa jadi pengekor. Namun sayangnya dalam hal mengekorpun Indonesia tidak jelas siapa yang diekori. Pada angka 1.000.000.000, kita menyebutnya satu milyar. Kata milyar ini sepertinya kita mengikuti sistem skala panjang Perancis lewat kata serapan dari Bahasa Belanda miljard. Namun untuk 1.000.000.000.000, kita menyebutnya satu triliun yang mengikuti sistem skala pendek yang berlaku di Amerika Serikat. Seharusnya jikalau kita mengikuti sistem panjang Perancis, 1.000.000.000.000 bukanlah 1 triliun melainkan 1 biliun. Sedangkan jikalau mengikuti sistem skala pendek 1.000.000.000 bukanlah satu milyar melainkan satu biliun. Jadinya mana yang benar ya?? Kalau saya pribadi, saya memilih cara “khas Indonesia” saja yaitu memilih mana yang paling populer. Mengenai benar salahnya itu nomor satu triliun bagaimana nanti saja……. 😀

____________________________

Epilog:

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah membeli buku tentang manajemen keuangan berbahasa Inggris terbitan India. Judul persisnya dan pengarangnya saya lupa karena buku tersebut sudah lama ‘menghilang’ entah saya simpan di Bandung atau di Jakarta. Buku tersebut sebenarnya terhitung bagus, namun saya mendapatkan angka-angka yang “aneh” seperti misalnya contoh berikut ini:

CashRs. 62,30,000
Accounts ReceivablesRs. 42,23,000
InventoriesRs. 72,25,000
dan sebagainya…..

Mula-mula saya bingung dan menyangkanya salah cetak. Mungkin Rs. 62,30,000 maksudnya adalah Rs. 62,300,000 dan sebagainya. Namun saya berfikir hal tersebut tidak mungkin karena kejadiannya terus berulang dan “angka-angka aneh” tersebut muncul sepanjang buku tersebut. Sampai akhirnya saya memahami bahwa “angka-angka aneh” tersebut adalah sistem penulisan bilangan tradisional India (dan Pakistan). Menariknya adalah walaupun mereka menulis buku dalam Bahasa Inggris, namun mereka tetap bangga dan memakai sistem penulisan bilangan tradisional India.

Sistem penulisan (dan penyebutan) bilangan India menyerupai sistem penulisan bilangan modern hingga 99,999 (sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) saja. Sesudah itu semuanya berbeda. Sekarang lihat tabel berikut ini:

Bilangan Penyebutan Bilangan India (English) Bahasa Indonesia
1,000 one thousand seribu
10,000 ten thousand sepuluh ribu
1,00,000 one lakh seratus ribu (100.000)
10,00,000 ten lakhs satu juta (1.000.000)
1,00,00,000 one crore sepuluh juta (10.000.000)
10,00,00,000 ten crores seratus juta (100.000.000)
1,00,00,00,000 one arawb satu milyar
10,00,00,00,000 ten arawbs sepuluh milyar

Nah, jadi jikalau ada sejumlah uang sejumlah Rs. 27,50,00,000 berarti uang tersebut sejumlah Rs. 275.000.000 atau dua ratus tujuh puluh lima juta rupee (mata uang India). Dalam Bahasa Inggris Indianya adalah twenty seven crores fifty lakhs rupees. Nah, jikalau anda nanti pergi ke India atau membeli buku-buku terbitan India yang sebenarnya banyak sekali yang bermutu tersebut dan menemukan “bilangan-bilangan aneh” seperti di atas maka kini anda sudah memahaminya…. 😀