Daily Archives: Selasa, 10 Februari 2009

Penularan Finansial

Masih ingat krisis ekonomi/moneter yang melanda Asia Pasifik satu dekade lalu?? Pada bulan Juli 1997, pemerintah Thailand mencabut kebijakan sistem tukar tetap (fixed exchange rate) mata uangnya terhadap mata uang asing menjadi sistem tukar mengambang (floating exchange rate) yaitu sistem pertukaran mata uang yang murni didasarkan atas mekanisme pasar. Hal tersebut untuk meringankan defisit anggaran (current account) pemerintah Thailand yang sudah mencapai 8% dari PDB waktu itu. Yang terjadi adalah justru (karena memang itu yang diharapkan) mata uang baht Thailand yang terdepresiasi. Sialnya depresiasi mata uang baht ini diperparah dengan banyaknya modal asing yang keluar dari Thailand yang justru menjadikannya ‘cikal bakal’ krisis di Asia Pasifik waktu itu. Semula orang menyangka bahwa efek dari krisis di Thailand ini akan terisolasi dan tidak akan ‘menular’ ke negara-negara tetangganya. Namun ternyata dugaan itu salah, dalam beberapa bulan saja, modal-modal asing sudah pada berhamburan keluar dari Malaysia dan Indonesia. Dan selanjutnya krisis terus ‘menular’ ke Filipina, Hongkong, Republik Korea dan Taiwan. Krisis yang semula diperkirakan akan terisolasi pada mata uang Baht Thailand yang mengalami ‘shock‘ karena perubahan sistem tukar mata uangnya ternyata berimbas pada nilai tukar mata uang-mata uang lainnya di Asia Tenggara dan Timur. Banyak ahli ekonomi berspekulasi bahwa krisis di Asia ini kemungkinan akan mengglobal, namun syukurlah hal tersebut tidak terjadi.

Walaupun krisis di Asia waktu itu akhirnya tidak mengglobal namun krisis tersebut menimbulkan fokus baru dalam bidang ekonomi yaitu yang disebut dengan Penularan Finansial (Financial Contagion). Yah, pada intinya penularan finansial ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan krisis finansial atau ekonomi di sebuah negara yang berimbas negatif kepada negara-negara lainnya. Penularan finansial ini menjadi studi dan fokus yang menarik dan intens setelah krisis Asia satu dekade yang lalu, walaupun krisis di Asia ini bukanlah satu-satunya contoh penularan finansial dalam sejarah.

Menurut banyak pakar ekonomi, penularan finansial ini menjadi studi yang menarik karena berbagai macam faktor. Di antaranya adalah karena krisis seperti ini dapat diamati dari kacamata yang lain misalnya lewat pasar modal atau surat-surat berharga. Bisa juga karena penularan finansial ini tidak selalu terjadi. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan krisis di suatu negara berkembang menjadi sebuah penularan finansial? Hal inilah yang masih banyak harus dipelajari. Krisis ekonomi yang terjadi di Zimbabwe saat ini misalnya, tidak begitu berimbas kepada negara-negara tetangganya. Dan yang paling menarik adalah krisis finansial yang terjadi akibat penularan finansial ini efeknya berbeda-beda untuk setiap negara. Hal tersebut bisa terjadi karena mungkin krisis ekonomi di tiap negara mempunyai ‘karakter yang berbeda’ karena memang krisis ekonomi yang lebih parah di suatu negara bisa jadi lebih diperburuk oleh karakteristik ekonomi di negara tersebut sendiri. Pendek kata efek daripada penularan finansial ini di setiap negara yang terkena imbasnya tergantung dari banyak faktor baik internal maupun eksternal baik ekonomi maupun non-ekonomi. Kita dulu sempat mendengar bahwa mantan PM Malaysia Dr. Mahathir Mohamad pernah menuduh George Soros sebagai penyebab ‘tumbangnya’ perekonomian Asia akibat aksi spekulasinya. Apakah hal tersebut benar?? Mungkin saja aksi spekulasi Soros ini juga memperburuk krisis ekonomi di Asia Pasifik waktu itu. Namun, seberapa besarkah tingkat sumbangan spekulasi Soros dalam memperparah ‘hancurnya’ ekonomi Asia Pasifik waktu itu, nampaknya harus ada studi lebih lanjut lagi dan mungkin hal-hal seperti ini dapat menjadi sebuah topik yang menarik bagi para peneliti di bidang penularan finansial ini. Yang jelas, seperti misalnya seseorang yang terkena flu, tidak selalu dapat teridentifikasi kapan mulainya ia terkena flu dan bagaimana ia terkena flu. Efek yang diderita seseorang akibat penularan flupun berbeda-beda dari orang ke orang tergantung juga dari faktor internal orang tersebut. Begitu pula halnya dengan penularan finansial ini.

Mudah-mudahan dengan banyaknya studi mengenai penularan finansial ini, para ahli ekonomi dapat lebih memahami mekanisme terjadinya penularan finansial untuk di masa depan mereka diharapkan dapat mengurangi efek atau akibat dari krisis seperti ini jika penularan finansial terjadi…….

_____________________

Catatan:

Penularan Finansial adalah istilah yang saya terjemahkan sendiri dari Financial Contagion karena saya belum bisa menemukan istilah resminya dalam Bahasa Indonesia. Ada yang tahu??