Daily Archives: Jumat, 13 Februari 2009

Ambil Coklatnya Buang Valentinenya!

She’s a real look…
She’s my heart my inspiration…
Lucky is the man who find the child of love….

Bagi sebagian anda yang sudah lahir dan sudah remaja pada awal tahun 1980an tentu masih ingat lagu manis “Lady Valentine” yang dibawakan oleh David Gates ini. Lagu yang temanya sangat nyerempet dengan hari Valentine ini memang mempunyai irama lagu  yang cukup romantis dan saya senang mendengarkannya sampai sekarang. Walaupun saya senang dengan lagu ini, namun bukan berarti saya setiap tahun ikut-ikutan merayakan hari Valentine. Hal tersebut bukan karena dengan alasan basi “kasih sayang itu harus setiap hari bukannya pada hari Valentine saja!” ataupun bukan juga dengan alasan simpang siurnya fatwa haram tidaknya bagi kaum Muslimin yang merayakan Valentine, karena apakah haram atau tidak, tidak berpengaruh bagi saya karena saya juga tidak akan merayakan Valentine!

Tidak perlu lagi saya menjelaskan asal-usul hari Valentine, karena anda bisa mendapatkannya dengan mudah di dunia maya ini. Hanya saja perlu diketahui bahwasannya sebelum abad ke-14 tidak ada unsur cinta (romance) di dalam Hari Valentine ini. Walaupun pada awalnya hari raya ini erat hubungannya dengan gereja Katolik Roma, tetapi menurut informasi yang saya dapat dari Wikipedia, tahun 1969 gereja Katolik Roma sendiri sudah mencoret hari Valentine ini sebagai hari libur/besar keagamaan dan sejak itu hari libur ini tidak lebih dari sekedar hari libur atau hari besar nasional. Alasan dari pencoretan itu adalah sebenarnya kisah si Valentine itu sendiri sangat sedikit diketahui. Ketika pada abad ke-14 unsur cinta diperkenalkan pada Hari Valentine ini, sebenarnya unsur cinta tersebut adalah cinta antara sepasang kekasih (antara laki-laki dan perempuan). Namun lucunya entah kenapa di Indonesia ini banyak yang membengkokan hari kasih sayang ini sebagai hari kasih sayang terhadap sesama manusia bukan hanya antara sepasang kekasih! Ini menurut saya jadinya cukup menggelikan. Sudah kita bisanya hanya ikut-ikutan tetapi dalam ikut-ikutanpun kita tidak becus mengetahui makna aslinya!! Mungkin agar hari Valentine di negeri ini dapat terlihat sedikit tidak vulgar ataupun lebih bersifat “ketimuran”.

Lantas kenapa saya tidak perlu merayakan Valentine?? Karena lebih banyak pekerjaan lebih penting dibandingkan sekedar merayakan Valentine memang Valentine bukan berasal dari kebudayaan ataupun kepercayaan saya. Dan sayapun bukan tipe orang yang hanya sekedar ikut-ikutan tradisi bulé yang kurang bermanfaat bagi saya. Perayaan hari Valentine di negeri ini sebenarnya mencerminkan kekerdilan mental kita yang selalu menganggap apa yang berasal dari bulé barat selalu hebat walaupun hal tersebut kurang bermanfaat bagi dirinya. Eits! Jangan dibalik! Bukan berarti semuanya yang datang dari barat itu tidak berguna! Tentu saja tidak. Ilmu pengetahuan yang berasal dari barat tentu saja sangat berguna dan hal-hal berguna seperti itulah yang patut saya kopi. Apakah berarti hari Valentine tidak patut dirayakan di Indonesia?? Bagi mereka yang merasa punya bertradisi dengan hari Valentine ya silahkan saja merayakan, saya hanya bisa berdoa dan berharap mudah-mudahan bangsa ini bukan hanya menjadi bangsa pengekor hanya untuk hal-hal yang tidak perlu dan kurang bermanfaat…….

Namun tentu bukan berarti hari Valentine ini sama sekali “kurang bermanfaat”. Ya, lihat saja, Valentine bisa menjadi ajang bisnis yang sangat menguntungkan. Lihat saja pabrik-pabrik permen dan coklat mengeluarkan coklat-coklat dan permen-permen khusus Valentine. Kartu-kartu Valentine juga mungkin dapat menghasilkan keuntungan jikalau tidak tersaingi oleh MMS dan e-mail.  Juga Department Store mencoba mengambil keuntungan dengan berbagai program Valentine sale-nya. Acara-acara televisi juga menampilkan acara-acara Valentine. Sayapun jika menonton film-film Valentine yang bagus sih oke-oke saja, tetapi kalau acara Valentine-nya tentang curhat problematika cinta para artis sinetron murahan ya ogah lah yaw. Radiopun tak ketinggalan “memanjakan” pendengarnya dengan program-program Valentine, walau banyak juga karena pengetahuan yang rendah dari pihak manajemen dan penyiar, acara Valentine yang seharusnya tentang cinta sepasang kekasih jadi salah kaprah tentang cinta antar sesama manusia biar terlihat lebih sopan dan santun. Dari contoh-contoh di atas tentu momen Valentine ini menjadi momen yang bagus untuk menggenjot pendapatan bagi berbagai macam bisnis.

Lantas bagaimana dong jikalau ada sisi ‘bagus’ dan ‘jelek’-nya bagi mereka yang tidak merayakan Valentine?? Ya  mudah saja……. jikalau anda punya bisnis yang dapat memanfaatkan momen Valentine untuk memompa penghasilan anda ya silahkan manfaatkan momen tersebut sebaik-baiknya dan lupakan saja makna hari Valentine yang kurang bermanfaat bagi anda itu. Sama juga ketika anda mendapatkan coklat Valentine dari kekasih anda yang tidak tahu kalau anda tidak merayakan Valentine (apa iya nggak tahu kalau sang pacar tidak merayakan Valentine walau sudah lama berpacaran?? Ah… namanya juga andaikan. Huehehe… 😛 ), ya ambil saja coklatnya dan buang (makna) Valentine-nya! Tentu coklatnya bisa anda buang juga kalau sudah busuk! Gitu aja kok repot!! :mrgreen: