Matahari Akan Menelan Bumi Milyaran Tahun Mendatang…..

Siklus / Evolusi Matahari

Siklus / Evolusi Matahari. Kata "Now" berwarna biru menunjukkan posisi matahari kita saat ini.

Masih ingat dengan kata-kata “krisis energi” sewaktu harga minyak menjulang tinggi beberapa waktu lalu??  Sebenarnya krisis energi ini bukanlah berarti energi di bumi kita ini semakin langka sehingga harganya meroket. Yang terjadi sebenarnya adalah “krisis energi” secara ekonomi yang terjadi akibat faktor-faktor manajemen, ekonomi dan juga faktor-faktor sosial lainnya. Secara fisika, krisis energi hingga detik ini tidak pernah ada selama matahari kita masih bersinar!! Ya, boleh dikatakan hampir seluruh energi yang ada di bumi ini semuanya bersumber dari matahari. Minyak yang dulunya (jutaan tahun yang lalu) adalah zooplankton dan alga yang merupakan makhluk hidup tidak mungkin ada jikalau matahari tidak bersinar. Begitu juga dengan tenaga angin, jika tidak ada udara yang bergerak karena perbedaan tekanan yang disebabkan karena perbedaan temperatur di bumi yang mendapat panas atau energi dari matahari tentu tidak akan ada angin yang berhembus. Begitu pula dengan ‘sumber-sumber’ energi lainnya, tidak akan pernah ada di bumi ini jika matahari kita tidak bersinar.
Lantas dari mana matahari mendapatkan energinya?? Matahari menghasilkan energinya dari reaktor nuklir alaminya di pusatnya di mana suhu di pusat matahari berkisar sekitar 14.000.000 °C dan bertekanan 1.000.000.000 atmosfir (tekanan di permukaan bumi sekitar 1 atmosfir). Dengan keadaan panas yang jauh di atas panas membara seperti itu reaksi nuklir fusi dapat terjadi di matahari. Reaksi nuklir yang terjadi di matahari adalah reaksi peleburan inti hidrogen menjadi inti helium. Nah, setiap detik 657.000.000 ton hidrogen diubah menjadi 652.500.000 ton helium. Perbedaan massa sebesar 4.500.000 juta ton yang hilang inilah yang diubah menjadi energi. Nah, anda tentu mengetahui rumus Einstein: e=mc2 yang terkenal itu. Itulah gunanya rumus itu, dari massa yang hilang pada reaksi nuklir matahari di atas dapat dengan mudah dihitung energi yang dihasilkan oleh matahari per detiknya:
m = 4.500.000 ton = 4,5 x 109 kg.
c = 3 x 108 meter/detik (tetapan kecepatan cahaya).
e = 4,5 x 109 x (3 x 108)2 = 4,05 x 1026 joule.
Jadi setiap detik matahari memancarkan energinya sebesar 4,05 x 1026 (405.000.000.000.000.000.000.000.000) joule. Atau dengan kata lain daya matahari adalah 4,05 x 1026 watt. Bandingkan dengan lampu di rumah kita yang berdaya 25 watt. Jikalau seluruh bohlam di dunia ini dikumpulkan maka dayanyapun masih jauh sekali di bawah daya matahari ini. Dari sekian energi yang dipancarkan oleh matahari, bumi kita hanya mendapat sangat sedikit saja dari energi matahari yang dipancarkan. Walau begitu, energi matahari yang didapat bumi kita (dihitung pada daerah yang terkena sinar matahari langsung secara vertikal) masih cukup besar yaitu sebesar 1400 joule per detik per meter persegi atau sama dengan 1400 watt per meter persegi. Namun sayang sekali, peralatan/perabotan rumah dan juga mobil kita tidak ada yang didesain untuk langsung menggunakan energi matahari ini.
Lantas apakah dengan ‘dibakarnya’ 4,5 juta ton hidrogen per detik oleh matahari, matahari tidak akan kehabisan “bahan bakar” hidrogennya?? Tentu saja matahari lama-kelamaan akan kehabisan hidrogennya. Namun menurut para ahli matahari kita baru akan kehabisan hidrogennya sekitar 5 milyar tahun mendatang. Namun ketika matahari kehabisan hidrogennya, matahari kita tidak langsung redup dan mati, bahkan matahari di 5 milyar tahun mendatang akan memasuki fase yang paling spektakuler. Kontraksi gravitasi yang terjadi di matahari menyebabkan intinya semakin memanas, dan helium yang terbentuk sebelumnya dari hidrogen melalui reaksi nuklir, nantinya akan membentuk inti karbon yang lebih berat lagi juga lewat reaksi nuklir. Akibat kontraksi gravitasi yang terjadi, inti matahari semakin panas dan konsekuensinya permukaan matahari kita akan membesar hingga lebih dari 100 kali dari matahari kita sekarang! Walhasil, planet-planet yang terdekat dengan matahari seperti Merkurius, Venus, Bumi dan juga Mars kemungkinan akan “dilahap” oleh matahari. Atau dengan kata lain, planet-planet itu akan mengorbit di dalam bola gas matahari. Pada saat itu tentu tidak ada makhluk hidup yang dapat bertahan di bumi. Seluruh air di permukaan bumi sudah menguap ke ruang angkasa begitu pula dengan atmosfir yang ada di bumi akan menguap semua ke ruang angkasa.
Setelah menjadi bintang raksasa dan melahap semua planet yang ada di dekatnya, lantas matahari mulai ‘sekarat’. Energi yang didapat dari reaksi pembentukan karbon dari helium akan jauh lebih cepat berakhir dibandingkan dengan energi yang didapat dari pembentukan helium dari hidrogen pada fase sebelumnya. Kali ini matahari akan menciut menjadi bintang putih yang kerdil dan dingin. Pada saat matahari sudah menciut menjadi bintang putih kerdil, tidak ada lagi langit indah yang biru dan cerah pada siang hari di bumi ini. Yang ada adalah langit hitam walaupun di siang hari dengan matahari yang akan nampak hanya sebagai bintang cemerlang seperti bintang-bintang lainnya di langit siang hari yang hitam. Tidak ada lagi suara angin, tidak ada lagi suara ombak, tidak ada lagi suara  burung dan binatang-binatang lainnya. Tidak ada lagi suara kehidupan di planet ini. Planet bumi sudah menjadi planet yang mati, hening dan beku……….

36 responses to “Matahari Akan Menelan Bumi Milyaran Tahun Mendatang…..

  1. Kalo energi geotermal dari energi matahari jg ga ya?

  2. Selamat siang Pak Yari.

    Kalau menurut pakar, bintang yang akan mati ada 3 macam, yaitu bintang dengan massa yg besar dan meledak. akan menimbulkan black hole yg menghisap benda2 disekitarnya. Bintang yang kecil akan meledak tapi tidak menimbulkan black hole, tapi pecahan akan berceceran menjadi benda-benda lebih kecil lagi. Kemungkinan ketiga akan menjadi bintang kate atau meredup perlahan-lahan kemudian mati. Matahari di Bima sakti juga pasti akan terjadi. Tapi masih sangat lama, dan mungkin manusia sudah ber-transmigrasi ke planet tetangga. Mungkin juga manusia sudah mengalami mutant menjadi manusia petir:mrgreen:

  3. wadduuu…planet kita akan dijadikan bahan bakar ??? untungnya tidak belasan atau puluhan tahun kedepan…..hehehehe bisa kiamat kita

  4. @ balladone

    tapi kiamat kan ga slalu matahari yg nelan bumi ,. bisa jadi planet lain nabrak bumi😛

  5. Ck ck ck teori-nya keren banget nih mas.. baru pertama ini baca teori spt yang dipaparkan di sini.

    Trus gimana tanggapan mas Yari dengan ‘ramalan’ bumi akan kiamat di 21-12-2012 seperti yg dikatakan mama lorent dan ki gendeng pamungkas?

  6. udah banyak tanda2 akan kiamat
    kenapa ketika dihitung masih sangat sangat lama

  7. lambannya riset energi alternatip mungkin juga lantaran kepentingan para juragan minyak, pak. kalo pesaingnya banyak kan untungnya gak bisa banyak…😎

  8. @AgusBin

    Kalau energi geothermal yang dekat dengan permukaan bumi, panas bumi yang didapat juga kebanyakan dari panas matahari yang terperangkap oleh bumi. Satu-satunya sumber energi yang independen dari energi matahari hanyalah energi nuklir fisi seperti reaktor2 nuklir yang ada pada saat ini. Namun energi ini sangat ‘kotor’ dan polutif….😦

    @laporan

    Selamat pagi mas ario…..

    Hmmmm…. entah itu pakar bintang zaman mana yang mengklasifikasikan bintang menjadi 3 macam, mungkin pakar bintang zaman Sriwijaya atau dinasti Ming huehehehe…….

    Yang jelas, kini bintang diklasifikasi menurut analisis spektrumnya. Nah, menurut analisis spektrumnya, tipe bintang diklasifikasi menjadi tipe O, tipe B, tipe A, tipe F, tipe G, tipe K dan tipe M. Cara menghafalnya gampang: Oh, Be A Fine Girl, Kiss Me!. Nah, untuk lebih lengkapnya bisa diklik di sini.

    @belladona

    Bukan dijadikan bahan bakar, tapi “hanya” ditelan saja, karena memang tidak ada yang bisa “dibakar” dari bumi untuk memperpanjang umur matahari…🙂

    @agunk agriza

    Betul sekali. Bencana perang nuklir di bumipun sudah bisa dikategorikan sebagai kiamat…😀

    @inos

    Kalau saya sih, yang 21-12-2012 rasa2nya kurang percaya. Kenapa?? Sebab mama loren dan ki gendheng pamungkas dan mungkin juga para astronom maya, sebelumnya belum berpengalaman atau belum pernah tepat mengatakan kapan kiamat datang….:mrgreen:

    @annosmile

    Kan…. kalau menurut agama Islam yang saya anut, tanda2 besarnya seperti matahari terbit di sebelah barat belum muncul tuh….😀

    @sitijenang

    Bukan karena itu, justru sekarang para juragan minyak yang banyak didikte oleh permintaan pasar. Riset energi alternatif sudah banyak berhasil, hanya saja belum praktis diterapkan secara ekonomi. Kenapa?? Karena mungkin kalau semua diganti dengan panel matahari, mungkin berapa banyak investasi baru harus dilakukan oleh perusahaan peneydia sumber energi juga termasuk mobil2 dan motor2 kita……

  9. Memang benar, Pak. Energi matahari semakin lama akan semakin berkurang, dan akah habis dalam waktu milyaran tahun mendatang.

    Tapi, teknologi milyaran tahun mendatang juga akan semakin canggih sehingga diharapkan ada ilmuwan yang mampu menciptakan energi sebagai pengganti energi matahari.

  10. waduh mesti buru2 tobat. eh gak jadi ding. masih lama kan??

  11. Yang jelas saat itu kita dah jadi fosil ya pak, kecuali kalo kita mau jalan jalan dulu beberapa tahun dengan kecepatan cahaya, hehe

  12. Mari kita semua mendekatkan diri kepada sang Pencipta…
    Salam kenal Mas..
    jangan lupa mampir ke Blog saya..

  13. miliaran tahun mendatang
    blogger udah pada di mana
    mas Yari ? uda ikutan ditelan
    matahari ya ? hihihihi

  14. Astaghfirullah…Tapi Allah SWT yang maha mengetahui

    http://nelsonkick.blogspot.com/

  15. @Edi Psw

    Untuk beberapa milyar tahun ke depan, energi matahari tidak akan berkurang pak, alias tetap konstan, yang berkurang itu ‘bahan bakar’ hidrogennya….

    @mantan kyai

    Oooh… jadi nggak mau tobat nih kalau belum ‘dekat-dekat kiamat’??:mrgreen:

    @Raffaell

    Huehehe… tapi sayang…. jalan2 dengan kecepatan hampir kecepatan cahaya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini karena keterbatasan teknologi….😀

    @Dalmuji

    Salam kenal juga…. nanti ada kunjungan balasan ke blog anda, tunggu ya!🙂

    @mikekono

    Pertanyaannya, apakah milyaran tahun mendatang blog itu masih ngetrend??:mrgreen:

    @nelson

    Yup… betul. Tetapi manusia tetap wajid mempelajari seluruh ilmu di alam semesta ini karena kita memang terus disuruh ber-‘iqra’…😀

  16. Pak Yari, kalau bahan bakarnya berkurang, otomatis energinya kan berkurang juga toh?!

  17. kalo emang matahari menelan bumi,, mudah2an manusia udah punya jalan keluar terbaik ya..

  18. mungkinkah dengan rumus di atas, hari kiamat jadi bisa diperhitungkan datangnya, mas yari?

    walaupun banyak matahari di jagad semesta ini, namun sang surya yang kita kenal inilah yang jadi poros kehidupan makhluk penghuni bumi. apa jadinya kalau matahari sudah habis terbakar selain kiamat, ya? wallahu a’lam.

  19. mau menambahkan tapi sok tahu gakpapa yah…

    kalau nggak salah namanya bintang merah raksaksa. Jadi matahari menggembung dan berubah menjadi merah (seperti antares) tapi tidak akan menjadi black hole tetapi menjadi bintang katai putih yang selanjutnya menjadi katai hitam

    hmm..
    tapi kan kata ki gendheng feat mama laurent tahun 2012 kiamat?
    trus??

  20. Numpang baca aja yaa… very good, tapi kalau c nya pake 299.972.458 lebih akurat lagi kali yaah

  21. @Edi Psw

    Oooh… bukan pak, yang menentukan besar kecilnya energi yang dibakar adalah bahan bakar yang dibakar, bukan persediaan bahan bakarnya yang menipis. Dalam kasus di atas, walaupun bahan bakar hidrogen di matahari berkurang setiap detik tetapi kalau setiap detik matahari tetap membakar 4,5 juta ton maka energi yang dihasilkan matahari tetap sama besarnya. Nah, persediaan hidrogen di matahari saat kini kira2 masih 1,461 \times 10^{27} ton, dengan persediaan sebanyak itu, maka bahan bakar matahari masih cukup untuk 5 milyar tahun lagi…😀

    @Billy Koesoemadinata

    Manusia mungkin sudah punah pada saat itu atau sudah pindah ke sistem tata surya lain….😀

    @marshmallow

    Kalau rumus Einstein di atas gunanya untuk menentukan besarnya energi yang dihasilkan dari massa yang hilang. Lagipula, kiamat sebabnya bisa macam2. Perang nuklir globalpun bisa jadi merupakan ‘kiamat’ bagi umat manusia di bumi ini…😀

    @ardianzzz

    Betul. Itu yang namanya red giant. Kalau di dalam diagram Hertzsprung-Russel (HR), matahari kita ini masih di garis normal utama pada diagram HR tersebut. Nanti kalau sudah menjadi red giant matahari kita akan berpindah ke kanan atas pada diagram HR dan meninggalkan garis utama. Lantas sewaktu menjadi kerdil putih (white dwarf) akan berpindah ke kiri bawah garis normal utama pada diagram HR.

    Kiamat tahun 2012?? Hmmm…. memangnya ki gendheng sama mama laurent sebelumnya udah berpengalaman meramal secara tepat kapan hari kiamat itu??:mrgreen:

    @Sobirin Nur

    Memang betul lebih akurat lagi, tetapi tidak terlalu signifikan namanya…🙂

  22. Saya sangat tertarik sama artikel ini, memang benar ada yang mengatakan bahwa selain matahari juga ada benda-benda angkasa lainya yang juga akan menyebabkan kiamat. what about statement 2013 is the end of time? bukankah itu tidak milyaran tahun lagi. tapi apapun itu, kita hanya bisa pasrah n menyerahkan semua pada kekuasaan Tuhan.. Hidup bumi!!

    • Memang betul sih, benda2 angkasa lainnya bisa saja membuat bumi kiamat, meteor yang garis tengahnya 1 kilometer saja ketika membentur bumi, sudah cukup untuk membuat bumi “kiamat”.

      Tahun 2013 kiamat?? Bukannya tahun 2012 yang kini tengah ramai dibicarakan?? Wah… kalau itu sih silahkan percaya atau tidak, bebas2 saja kok…hehehe….😀

  23. Saya juga mikirnya seperti Marsmallow…jika ceteris paribus, yang lain dianggap konstan, kita bisa meramalkan keberadaan bumi ini

  24. Jadi, kiamatnya masih lama? Apakah mataharilah penentu kiamat bumi? Apakah tidak mungkin muncul “matahari” baru?

    • Matahari-matahari atau bintang-bintang baru selalu ada kemungkinan untuk lahir. Dan itu bukan sesuatu yang aneh sebenarnya. Ketika sekumpulan gas hidrogen dan debu berkumpul sedemikian pekatnya, maka kelahiran sebuah matahari atau bintang baru tinggal menunggu waktu saja. Masalahnya, kemungkinan untuk lahir di tempat yang sama seperti matahari kita sekarang ini, peluangnya sangat kecil sekali. Andaikan matahari baru yang lahir nanti namun jaraknya 1 milyar tahun cahaya dari bumi kita ini, ya sama aja bohong kan??😀

  25. mohon dikirim ke email kami, jika ada berita baru mengenai perubahan matahari

  26. Stuju bgd ama perkatan si mas,tentang ” qTA HARUS Ber IQra”..
    kapan datangnya Kiamat” yang penting siapin bekel AMAL sbanyak2nya dari skarang iya gak”
    emngnya kita mati karena kiamat aja apah?? gak kan???makanya jgn nunggu2 untuk dateng kiamat…

    • Ya soal beribadah…. beramal dsb…. memang harus diusahakan dalam keadaan apapun juga nggak ada hubungannya dengan kiamat, karena bagaimanapun juga berbuat kebajikan dan berbuat sesuatu yang positif harus diusahakan dilakukan setiap waktu…

  27. itu kehendak tuhan,kiamat mungkin terjadi kapan-kapan ..
    .

  28. Sungguh mengerkan namun semua manusia harus lebih dekat lagi kepada Tuhan….

  29. Semua akhli sepakat bahwa panas di bagian Inti Matahari
    mencapai 15 Juta Derajat Celcius.
    Dalam sebuah diskusi rutin saya bertanya kepada Ki Mandalajati Niskala:
    “Ki, berapa panas di bagian Inti Matahari”?
    Mandalajati Niskala menjawab: “SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN”.
    Saya jadi penasaran khawatir Ki Mandalajati Niskala salah
    mendengar pertanyaan sehingga salah memberikan jawaban.
    Saya mengulang pertanyaan:
    “KI, BERAPA PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII”?
    Beliau serentak menjawab:
    “PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII
    ADALAAAAH SEDINGIIIIIN AIIIIR PEGUNUNGAAAAAAN”.
    Beliau menambahkan:
    “KALAU TIDAK PERCAYAAAAA SILAKAN BUKTIKAN SENDIRIIIII”.
    Saya kaget: “WOOOOOOOOOW MANDALAJATI NISKALA GILAAAAAAA……!”

    Beliau mengatakan bahwa kulit Matahari memang sangat panas,
    tapi suhu Inti Matahari TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala sangat logis menjelaskan kepada banyak
    pihak bahwa MATAHARI ADALAH GUMPALAN BOLA AIR RAKSASA
    YANG BERADA PADA RUANG HAMPA BERTEKANAN MINUS,
    SEHINGGA DI BAGIAN SELURUH SISI BOLA AIR RAKSASA TERSEBUT
    IKATAN H2O PUTUS MENJADI GAS HIDROGEN DAN GAS OKSIGEN,
    YANG SERTA MERTA AKAN TERBAKAR DISAAT TERJADI
    PEMUTUSAN IKATAN TERSEBUT.
    Suhu kulit Matahari menjadi sangat panas karena Oksigen
    dan Hidrogen terbakar, tapi suhu Inti Matahari
    TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala menegaskan:
    “CATAT YA SEMUA BINTANG TERBUAT DARI AIR DAN SUHU PANAS
    INTI BINTANG SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN. TITIK”.
    Begitu kata Mandalajati Niskala.
    Memang mandalajati Niskala ORANG GILA KALIIIIII…..!!!
    TEORI YANG SUDAH MAPAN AMBRUK DIANTITESIS.

    Filsuf Sunda Mandalajati Niskala dalam banyak dialog
    sering mengungkap rahasia ke~Jagatraya~an.
    Beliau banyak melontarkan hipotesa,
    bahkan sering menyatakan antitesis yang sangat fenomenal
    terhadap kemapanan ilmu pengetahuan.
    Belakangan ini Mandalajati Niskala ‘berantitesis’:
    “GAYA GRAVITASI BUKAN DITIMBULKAN OLEH ADANYA
    MASSA PADA SEBUAH ZAT ATAU BENDA”.

    Berbicara soal Gravitasi, banyak Para Akhli bertanya:
    “Bagaimana Jika Gaya Gravitasi Bumi Menghilang”?
    Menurut Mandalajati Niskala:
    “Pasti semua orang DENGAN MUDAH SEKALI dapat membayangkan sebuah
    keadaan yang akan terjadi jika Bumi kehilangan Gaya Gravitasi”.

    Kata Mandalajati Niskala jika ada pertanyaan seperti itu,
    SEBENARNYA PERTANYAAN KURANG MENARIK.
    Mungkin tiga pertanyaan dari Mandalajati Niskala di bawah ini
    cukup menantang bagi orang-orang yang mau berpikir:
    1) BAGAIMANA TERJADINYA GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    2) BAGAIMANA MENGHILANGKAN GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    3) BAGAIMANA MEMBUAT GAYA GRAVITASI DI PLANET LAIN YG TIDAK MEMILIKI GAYA GRAVITASI?
    Pernyataan yang paling menarik dari Mandalajati Niskala sbb:
    1) Matahari tidak memiliki Gravitasi tapi memiliki ANTI GRAVITASI.
    (Makanya jgn takut BUMI TAK MUNGKIN AKAN DITELAN MATAHARI)
    2) Suhu di Inti Matahari SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN,
    padahal kata Para Akhli di seluruh Dunia suhu Inti Matahari
    LIMA BELAS JUTA DERAJAT CELCIUS.

    Saya mendapat penjelasan dari Mandalajati Niskala,
    namun tentu tidak akan saya jelaskan kembali disini.
    Yang pasti Filsuf Sunda Mandalajati Niskala
    memiliki semua jawaban tersebut secara tuntas.

    Memang pernyataan Mandalajati Niskala membuat para akhli geleng kepala.
    Mandalajati Niskala pantas juga menyandang gelar
    Sang Pembaharu Dunia di Abad 21

    Selamat berfikir
    @Sandi Kaladia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s