Kolesterol dan Kumis

cholesterol03

testosteron, hormon seks sekunder pria

testosteron, hormon seks pria

Anda tentu tidak asing lagi dengan kata-kata kolesterol. Ya, kolesterol ini seringkali diidentikkan dengan makanan yang enak-enak, walaupun sebenarnya bukan kolesterolah yang memberikan rasa enak pada makanan tersebut. Kolesterol yang berlebihan memang dapat mengganggu kesehatan kita. Di dalam tubuh kita ada lima “macam” kolesterol yaitu chylomicrons, VLDL, IDL, LDL dan HDL. Mereka itu sebenarnya adalah lipoprotein yang terdiri dari kombinasi protein, lemak dan kolesterol (ingat: lemak dan kolesterol itu berbeda). Dari kelima lipoprotein di atas, hanya HDL-lah yang dianggap “baik” sementara keempat lipoprotein lainnya dianggap jahat (kurang baik). Pada HDL komposisinya yang terbanyak adalah protein sementara pada LDL komposisinya yang terbanyak adalah kolesterol. Mungkin karena itulah LDL dianggap sebagai “kolesterol buruk” sedangkan HDL dianggap sebagai “kolesterol baik”.
estradiol, hormon seks wanita

estradiol, hormon seks wanita

Namun terlepas dari seringnya kolesterol dicap buruk sebagai “biang” penyebab berbagai penyakit, sebenarnya kolesterol juga sangat diperlukan oleh tubuh kita. Salah satunya adalah untuk membentuk hormon seks pada tubuh kita. Seperti kita lihat pada gambar molekul kolesterol dan testosteron yang merupakan hormon seks pria di atas, bentuk molekulnya hampir sama yaitu terdapat tiga buah cincin segi-enam dan sebuah cincin segi lima. Begitu pula dengan molekul estradiol yang merupakan hormon seks ‘wanita’ yang merupakan bagian dari kelompok steroid bernama estrogen, bentuk molekulnya juga hampir sama dengan bentuk molekul kolesterol. Ya, ciri khas utama daripada kelompok steroid ini adalah bentuk molekulnya yang mempunyai tiga buah cincin segi enam dan sebuah cincin segi lima. Dan memang hormon-hormon seks kita di atas “dibentuk” dari kolesterol yang ada pada tubuh kita.
Nah, bagi anda kaum pria, saya tidak akan membicarakan tentang kaum wanita karena saya tidak berhak untuk itu, keberadaan hormon inilah yang bertanggungjawab atas karakteristik ‘kejantanan’ kita pada saat kita dewasa. Karakteristik-karakteristik itu berupa pembesaran penis sehingga bentuknya mantap, pembesaran massa otot, tumbuhnya bulu yang lebih subur dari kaum wanita, tumbuhnya janggut dan kumis, terbentuknya jakun, suara yang berat khas laki-laki dan lain sebagainya. Nah, untuk itu bagi mereka yang sangat membanggakan “kejantanannya” hingga mereka yang hanya sekedar membanggakan kumisnya **halaah**, maka sudah seyogianya anda berterimakasih kepada kolesterol yang kita sering anggap “jahat” itu…… ๐Ÿ˜‰
Iklan

23 responses to “Kolesterol dan Kumis

  1. Wah, mentang-mentang Pak Yari kumisnya tebel nih, bikin postingan ini.

    * kabuuurrr*

  2. Saya baca otak juga perlu supply kolesterol pada dosis tertentu.Kumis? pantes kumis saya rajin banget numbuhnya..haaa

  3. Weleh, ada-ada aja postingannya. :mrgreen:
    Baru belajar juga nih di sekolah masalah lipid, protein sama karbohidrat. Btw, kalau anabolic steroid gitu apa ada hubungannya nanti sama pertumbuhan sekunder begitu? ๐Ÿ˜•

  4. Kang .. kolesterol saya sering up and down nih .. jadi pengaruhnya kemana ya??

  5. Walah….kalau yang kumisnya tipis berarti kolesterolnya tak mencukupi? Atau kolesterolnya tak digunakan untuk pembentukan kumis, tapi bagian tubuh yang lain?

  6. wah saya g’ berkumis lo pak.. padahal dah makan makanan yg berkolesterol

  7. kumisku tumbuhnya jarang2 apa karena makan makan yag berkolesterol jarang2 yah pak
    ๐Ÿ˜€

  8. @Edi Psw

    **nyambitin pak Edi pakai kumis** :mrgreen:

    @boyindra

    Betul sekali. Menurut sebuah studi, kolesterol memang dibutuhkan oleh sel-sel otak kita agar dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Namun tetap saja, kolesterol yang berlebihan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya…..

    @Alias

    Memang betul. Anabolik steroid itu adalah jenis steroid yang merangsang pertumbuhan jaringan, misalnya: otot. Penambahan massa otot ini yang sering dianggap sebagai pembawa keunggulan dalam kompetisi olahraga oleh para atlit. Untuk itu anabolik steroid ini sering dipakai secara ilegal oleh banyak atlit sebagai ‘doping’, yang sangat dilarang oleh International Olympic Committee (IOC).

    Testosteron adalah anabolik steroid yang alami (walaupun pemakaian berlebihan efek negatifnya berbahaya juga terutama untuk atlit wanita). Sayangnya, testosteron ini tidak bisa diserap oleh usus, sehingga pemberian testosteron tidak efektif jika diberikan secara oral, satu2nya cara adalah dengan suntikan. Nah, untuk itu manusia membuat anabolik steroid sintetis yang dapat diserap oleh usus, agar praktis dapat diberikan secara oral. Nama2 generik anabolik steroid sintetis itu antara lain adalah: methenolone dan methandrostenolone.

    @erander

    Sebenarnya mas Eby, normalnya hampir 80% kolesterol itu justru diproduksi secara internal di dalam tubuh kita melalui organ hati. Walaupun kita tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol sama sekali, kolesterol tetap diproduksi di dalam tubuh kita.

    Pada sebagian orang, ada yang mengalami kelainan genetis bernama familial hypercholesterolรฆmia. Walaupun ia melakukan zero cholesterol diet tetapi dia tetap saja tinggi kadar kolesterolnya. Tetapi kalau naik turun kadar kolesterolnya seperti mas Eby, kemungkinan besar sih memang faktor2 eksternal…. ๐Ÿ˜‰

    @edratna

    Huehehe…. mungkin saja seperti itu bu. Yang jelas faktor genetis juga sangat menentukan. Namun, jikalau seseorang itu berkumis, baik tebal maupun tipis, testosteron (yang ‘diambil’ dari kolesterol) tetap mempunyai peran yang signifikan dalam pertumbuhan kumisnya…. ๐Ÿ˜€

    @zoel

    Wakakakak…… ya bukan berarti semakin banyak mengkonsumsi kolesterol lantas kumis kita menjadi lebih lebat atau ‘kejantanan’ kita bertambah, ya bukan begitu. Banyak faktor2 lainnya juga, yang paling banyak berperan mungkin adalah faktor genetis…. ๐Ÿ˜€

    @almascatie

    Ya nggak lah….. mungkin faktor genetis, atau mungkin testosteronnya almascatie bisa jadi menyuburkan rambut di tempat2 lainnya, bukan untuk kumis **halaah** hehehe…. ๐Ÿ˜€

  9. Berarti bisa diartikan juga bahwa kebanyakan kumis juga berbahaya, Pak??? ๐Ÿ™‚

  10. klo aku kelebiah kolesterol kali yah lah long bulunya ada di mana mana je

  11. haduh, trus saya musti gimana pak? saya enggak mau kena kolesterol, tapi saya pengen menebalkan kumis?! ๐Ÿ˜•

  12. wah, kayak belajar kimia organik nih!
    makasih pak atas infonya!
    saya mau nanya pak, apa ada hubungannya antara ikatan rangkap yang ada pada testosteron dan esterogen dengan pembentukkan kumis?
    makasih, Pak!
    salam kenal!

  13. @sapimoto

    Kebanyakan kumis?? Tentu saja berbahaya kalau tumbuhnya sampai menutup lubang hidung sehingga tidak bisa bernafas…. huehehehe…. ๐Ÿ˜€

    @TOHIR ASMAWIE

    Huahahaha…. mungkin testosteronnya terkonsentrasi untuk membentuk bulu2 di sekujur tubuh… mudah2an bulu2nya nggak sesubur bulu simpanse ya?? :mrgreen:

    @Lelouch Lamperouge

    Tebal tipisnya kumis nggak tergantung dari banyak sedikitnya kolesterol kok (walaupun hormon seks kita dibentuk dari kolesterol). Lagipula, tubuh kita, tanpa kita mengkonsumsi kolesterolpun, sudah memproduksi sendiri kolesterol di dalam tubuh.

    Nah, mungkin karena faktor genetik jadinya kumis anda tumbuhnya jarang2. Tetapi jangan khawatir, kumis bukan satu2nya faktor yang membuat pria terlihat begitu menarik bagi wanita…. huehehehe…..

    @Sariyatno

    Wah… kalau ikatan rangkap pada testosteron (dan estradiol) berubah posisi ataupun ikatan rangkapnya berubah jadi ikatan tunggal, maka ia bukan testosteron dan estradiol lagi dong, sifat biokimiawinya sudah berubah…. ๐Ÿ˜€

    Salam kenal juga…. terims ya atas kunjungannya….

  14. untung saya ndak kena tuh penyakit. Hehehe. :mrgreen:

  15. Pak, kumis saya tumbuh ngga stabil….. gimana dong pak, hahaha

  16. Kejantanan itu apa sih mas? *mendadak lugu*

  17. karena setiap ciptaan Allah itu nggak ada yang sia-sia ya, mas? biarpun secara teori kolesterol itu jahat, namun ternyata berguna untuk menumbuhkan kejantanan dan perangkat-perangkatnya. huehehe…

    itu pula sebabnya kadar normal kolesterol pria lebih tinggi dibandingkan kadarnya pada wanita ya, mas? tapi yang tak kalah penting adalah mempertahankan rasio kolesterol total dan HDL di antara 1 dan 5.

    • Iya mbak betul sekali, selalu ada dua sisi mata uang bagi sesuatu yang diciptakan Allah. Ada sisi baik dan sisi buruknya…. semua ciptaanNya tidak ada yang sia-sia…

      Oh iya, bener mbak, rasio kolesterol total dan HDL juga perlu diperhatikan. Tetapi saya pernah mendengar (entah di National Geographic atau di Discovery H&H, lupa lagi)katanya sih lebih akurat rasio HDL dan LDL dibandingkan rasio HDL dan total kolesterol. Namun rasio HDL dan total kolesterol memang punya keuntungan tersendiri karena test rasio tersebut lebih mudah dilakukan dan juga lebih murah….

  18. mas yari,

    saya pgn punya kumis tebal nih. setelah saya membaca tulisan diatas, berarti saya harus sering2 makan makanan berkoresterol dong yah? supaya pertumbuhan kumis/janggut jadi ‘lumayan’ signifikan? atau ada alternatif lain ya, misalnya spt suntik/terapi hormon?

    • Logikanya jangan ‘dibalik’ begitu. Bukan berarti jika ingin punya kumis harus makan kolesterol. Karena kolesterol bukan hanya untuk kumis, salah2 justru kolesterolnya nanti lebih banyak merugikan dengan menyumbat pembuluh darah. Artikel ini tidak menghimbau mereka yang ingin punya kumis untuk mengkonsumsi kolsterol yang banyak tetapi hanya untuk memberikan informasi bahwa hormon seks pria testosteron berasal dari kolesterol. Lagipula pertumbuhan kumis tidak hanya tergantung dari testosteron saja, tetapi jauh lebih kompleks. Faktor genetis juga menentukan.

      Suntik hormon?? Mendingan jangan deh. Yang alamiah saja. Alamiah yang terbaik. Pemberian hormon yang berkepanjangan apalagi hormon sintetis bisa jadi lebih banyak merugikannya daripada menguntungkannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s