Monthly Archives: Maret 2009

Bagaimana Earth Hour Anda?? Apakah Anda Menggunakan Lilin?

lilin_menyalaKira-kira minggu lalu saya sudah mempostingkan tentang Earth Hour di blog ini. Artikel tersebut sekaligus membantu penyebaran informasi tentang Earth Hour. Nah, sekarang Earth Hour sudah berlalu. Sekarang saya sedikit ingin tahu, bagaimana dengan anda? Apakah anda juga menjalani Earth Hour ini dengan mematikan lampu minimal satu lampu saja yang sering anda nyalakan pada malam hari?

Jikalau anda ternyata tidak sempat melaksanakannya karena memang terhalang oleh sesuatu ya tidak apa-apa terutama jika anda sebelumnya memang sudah berniat. Dalam Earth Hour ini yang paling penting adalah kesadaran kita untuk ikut menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global bukan hanya sekedar ikut-ikutan untuk mematikan lampu saja seolah-olah Earth Hour ini adalah sebuah “pesta” ataupun “peringatan” ataupun ritual semacam Valentine’s Day. Jikalau anda memang berniat ikut menyelamatkan bumi, anda dapat sewaktu-waktu mematikan lampu anda kapanpun anda mau dan tidak perlu menunggu Earth Hour tahun depan. Saya sendiri juga berencana untuk mematikan lampu di rumah saya yang sering saya nyalakan pada malam hari selama satu jam setiap bulan sebagai upaya serius saya untuk menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global. Insya Allah, jika kita memang berniat ingin menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global mematikan lampu selama sejam sebulan sekali tidak akan terasa berat bahkan seharusnya kita bisa melakukan lebih dari itu.

Tapi begini nih….. apakah waktu anda gelap-gelapan selama sejam itu anda juga menyalakan lilin?? Ya… kalau satu atau dua lilin yang dinyalakan mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau yang dinyalakan ratusan puluhan lilin ya sama aja bohong dong! Huehehe….. Kenapa?? Karena lilin terbuat dari parafin dan ia juga merupakan bahan bakar hidrokarbon. Ingat sebagaimana bensin, parafin juga merupakan hasil distilasi dari minyak mentah. Jikalau ia dibakar ia juga akan menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang merupakan gas rumah kaca dan juga uap air (yang sebenarnya juga merupakan gas rumah kaca). Nah, jikalau anda membakar sebuah lilin perhatikan apinya (atau lihat gambar di atas). Warna biru pada api yang biasanya terletak dekat pada sumbu lilin itulah bagian hidrogen dari parafin yang tengah dioksidasi dalam pembakaran menjadi uap air (H2O) sementara yang berwarna kuning, nah itulah bagian karbonnya dari parafin yang tengah dioksidasi dalam pembakaran menjadi gas karbon dioksida (CO2). Nah, padahal dalam pemadaman listrik Earth Hour ini salah satu tujuannya adalah pengurangan emisi gas karbon dioksida. Jadi kalau banyak lilin yang dibakar sebagai pengganti terangnya lampu ya sama aja bohong jadinya huehehe….

Bukan itu saja, dalam hal efisiensi energi, lilin bahkan lebih parah daripada bohlam lampu pijar yang kini sudah mulai jarang kita gunakan di rumah. Seperti yang telah saya paparkan di artikel Earth Hour sebelumnya bahwa lampu hemat energi yang kini umum kita gunakan di rumah-rumah atau bahasa kerennya adalah CFL (Compact Fluorescent Lamp) mempunyai efisiensi energi kira-kira 10%. Itu berarti bahwa dari energi yang digunakan oleh lampu tersebut hanya 10% yang dijadikan cahaya untuk penerangan yang kita butuhkan sementara yang 90% akan diubah menjadi panas. Sementara bohlam lampu pijar tentu lebih buruk lagi efisiensi energinya. Ia hanya mampu menggunakan kira-kira 2% dari energinya untuk menjadi cahaya yang kita butuhkan sementara yang 98% akan berubah menjadi panas. Lilin?? Jauh lebih parah dari bohlam pijar tentu saja. Lilin hanya mampu menggunakan… ehm… 0,04% energi yang didapatkan untuk menjadi cahaya sementara yang 99,96% akan berubah menjadi panas!!

Ok deh….. itu sekedar sedikit informasi tentang alternatif penggunaan lilin sebagai penerangan dalam kaitannya dengan pemadaman lampu Earth Hour baru-baru ini. O iya, sebagai penutup saya punya satu pertanyaan atau semacam kuis (yang tidak berhadiah 😛 ) berkenaan dengan Earth Hour ini. Pertanyaannya adalah: Pemilihan Earth Hour (tahun ini) yang jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2009 bukanlah tanpa alasan yang kuat. Nah, anda tahu kenapa hari Sabtu tanggal 28 Maret 2009 adalah salah satu hari terbaik untuk dijadikan hari Earth Hour?? Kalau anda sudah tahu jawabannya, dapatkah anda menunjukkan kira-kira waktu-waktu lainnya yang terbaik untuk dijadikan hari Earth Hour??

Catatan:

Rumus molekul parafin adalah CnHn+2. Dengan nilai n antara 20 hingga 35. Jikalau dibakar ia akan menjadi uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2):

2 CnH2n+2 +  (3n+1) O2 —-> 2n CO2 +  (2n+2) H2O

Jeruk Makan Jeruk. Kucing Makan Kucing

singa betina

singa betina

singa jantan

singa jantan

Dari channel-channel TV kabel di mana saya berlangganan, Animal Planet adalah salah satu channel atau saluran favorit saya. Walaupun saya paling suka melihat tingkah polah binatang-binatang yang merupakan kerabat terdekat manusia seperti simpanse, orangutan dan gorila, namun bukan berarti saya tidak suka melihat tingkah laku binatang-binatang lainnya. Nah, suatu hari beberapa tahun yang lalu, persisnya saya sudah lupa, saya pernah melihat acara di Animal Planet mengenai tingkah laku singa (Panthera leo) di benua hitam Afrika  yang ketika pertama kali saya melihatnya di acara tersebut cukup membuat saya  sedikit tercengang.

Waktu masih kecil, saya menyangka bahwa singa yang jantan adalah yang berbulu tengkuk (mane) pendek, sementara singa yang berbulu tengkuk panjang adalah yang betina. Ternyata baru setelah saya agak besar baru mengetahui bahwa yang berbulu tengkuk pendek justru yang betina sedangkan yang berbulu tengkuk panjang adalah yang jantan (kebalikan dari manusia di mana biasanya kalau pria berambut pendek sementara wanita berambut panjang).  Kekeliruan saya waktu masih kecil dulu juga ‘diperkuat’ bahwa singa yang sering berburu adalah singa yang berbulu tengkuk pendek yang ternyata justru singa betina. Singa betina memang “pekerja yang sangat keras” di mana dari melahirkan, “membesarkan” anak-anaknya hingga berburu semuanya dilakukan oleh singa betina. Sementara singa jantan hanya bermalas-malasan saja kerjanya (enak ya jadi singa jantan!! :mrgreen: ). Bulu tengkuk yang panjang pada singa jantan memang membuat singa jantan jikalau berlari kencang dan lama akan membuat tubuh menjadi lebih cepat panas, oleh karena itu secara alamiah singa jantan memang tidak cocok untuk berburu. Begitulah secara “takdir” alam telah menciptakan singa betina untuk mengerjakan semuanya dari melahirkan anak hingga berburu mencari makan.

Nah, ketika si betina berburu, jikalau ia mempunyai anak, ia akan ‘menitipkannya’ kepada anggota kawanan singa lainnya termasuk si jantan. Walaupun tentu saja di antara singa pertanggungjawaban keselamatan si anak yang dititipkan tidak pernah bisa dijamin. Nah, ketika para betina sudah mendapatkan buruannya berupa kijang atau binatang-binatang lainnya, biasanya para betina membagi buruannya kepada si anak dan si jantan. Masalah selesai?? Tidak! Terkadang si jantan mengusir si betina dan anak-anaknya dan hasil buruan si betina hanya boleh dimakan oleh si jantan. Yang dilakukan si betina tentu bukan marah-marah dengan percakapan a la  sinetron:  “Dasar lu lelaki bisanya cuma makan doang! Cari makan sendiri dong !!”. Yang dilakukan si betina dan anak-anaknya hanya menunggu si jantan selesai makan lalu baru sisanya dimakan oleh si betina dan anak-anaknya. Atau bisa jadi juga si betina akan mencari buruan lagi untuk dimakannya. Walau begitu, tentu tidak ada dendam si betina kepada si jantan, besoknya si betina akan berburu lagi, dan hasil buruannya lagi-lagi akan dibagi kepada si jantan, dan kemungkinannya juga si betina akan diusir lagi. Begitulah seterusnya…. Oh malangnya jadi singa betina…. :mrgreen:

Bukan itu saja…… terkadang jikalau singa jantan lagi pedekate (pendekatan) sama seekor singa betina dan jikalau si singa betina itu punya anak, biasanya si singa betina ogah dipedekatein sama si jantan. Hal tersebut karena si betina sangat melindungi anak-anaknya dari binatang-binatang buas lainnya termasuk dari singa-singa lainnya sendiri. Nah, agar si jantan bisa pedekate sama si betina, tak segan-segan biasanya si jantan membunuh anak-anak si betina. Biasanya si betina akan melindungi anak-anaknya jikalau anak-anaknya diserang oleh seekor singa jantan. Namun hasilnya jarang yang sukses. Walaupun si betina sudah setiap hari latihan berburu, namun tetap saja biasanya si singa betina selalu gagal melindungi anak-anaknya manakala mereka diserang oleh seekor singa jantan. Karena memang pada kenyataannya singa jantan memang jauh lebih kuat daripada singa betina. Namun, namanya juga binatang, ketika anak-anak si betina sudah berhasil dibunuh oleh si jantan, si singa betina relatif cepat melupakan kematian anak-anaknya, bahkan seringkali si betina akhirnya malah mau dipedekatein oleh si jantan. Tentu saja lagi-lagi percakapan a la sinetron: “Kau seorang pembunuh! Aku tak mau menjadi kekasih seorang pembunuh!” tidak ada dalam kamus singa.

Nah segitu aja deh cerita dari saya kali ini. Tidak ada arti-arti filosofis yang dipaksa diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia dari cerita mengenai kehidupan singa ini dari saya. Namun kalau anda punya, ya silahkan saja utarakan untuk memperkaya artikel ini. Saya menulis artikel ini hanya karena dua hal:

  1. Karena saya lagi malas membuat artikel yang lebih serius.
  2. Anak kucing yang baru beberapa minggu kami pelihara tewas dimakan oleh seekor kucing jantan liar. Sisanya tinggal tulang-tulang sama ekornya saja. Dibunuhnya dan dimakannya di atas genting rumah pula ketika kami lengah. Yah, namanya juga binatang, kanibalisme di kalangan kucing memang terbilang cukup sering….

Dari Kentut Menjadi Obat Kuat Pria??

Model 3D molekul hidrogen sulfida

Model 3D molekul hidrogen sulfida

Ini bukan artikel olok-olok, tetapi ini adalah artikel ilmiah (yang topiknya sebenarnya juga membuat saya tersenyum kecut) berdasarkan laporan NewScientist baru-baru ini. Ya, artikel ini memuat bagaimana sebuah molekul dalam kentut kita yaitu Hidrogen Sulfida atau H2S yang sangat berpotensi dapat membuat penis pria menjadi berereksi setidaknya percobaan pada tikus sudah menunjukkan hal tersebut. Seperti kita ketahui bahwa kentut kita terdiri dari banyak macam molekul. Nah, hidrogen sulfida adalah salah satu molekul yang membuat kentut kita berbau ‘aduhai’. Berarti jikalau kebetulan kentut anda agak berbau telur busuk, maka dapat dipastikan kentut yang anda keluarkan itu sangat kaya akan hidrogen sulfida.

Namun walaupun hidrogen sulfida berbau telur busuk namun nampaknya molekul ini ada gunanya juga.  Di salah satu penelitian di Universitas Napoli Frederico II di Napoli, Italia menunjukkan bahwa hidrogen sulfida mempunyai properti yang sama seperti Nitrogen Monoksida (NO). Seperti kita ketahui bahwa Nitrogen Monoksida membuat dinding pembuluh darah  arteri pada penis menjadi lebih rileks sehingga darah dapat mengalir ke jaringan berpori (yang berisi banyak pembuluh darah arteri) yang ada pada penis. Nah, jikalau jaringan berpori ini terisi dengan darah maka penis akan menjadi keras dan terjadilah ereksi. Nah, hidrogen sulfida menurut para ahli di Napoli tersebut juga sanggup membuat dinding arteri menjadi rileks sehingga darah dapat mengalir dan mengisi jaringan berpori pada penis sehingga penis dapat berereksi.

Namun masalahnya adalah hidrogen sulfida ini (minimal untuk saat ini) tidak dapat diberikan secara oral seperti Viagra misalnya untuk memberikan efek ereksi. Untuk sekarang, cara yang dilakukan adalah dengan menyuntikkan sebuah enzim (sejenis protein) pada jaringan penis anda dan enzim ini nantinya akan memproduksi hidrogen sulfida pada jaringan tersebut. Tentu saja cara menyuntikkan enzim ke penis ini adalah cara yang tidak praktis dan “sangat mengerikan” bagi banyak orang.

Adakah cara yang lebih praktis untuk memasukkan hidrogen sulfida ini ke tubuh kita agar terjadi ereksi?? Mudah2an di masa mendatang ada pil hidrogen sulfida yang dicampur molekul pintar tertentu yang dapat mengantarkan hidrogen sulfida yang dikonsumsi tersebut ke tempat jaringan yang dituju. Tentu hidrogen sulfida yang dikonsumsi mudah-mudahan adalah hidrogen sulfida hasil sintesa bukan ekstrasi dari kentut orang. Siapa pula yang sudi mengkonsumsi pil yang berasal dari kentut orang????? Walaupun tentu saja tidak ada bedanya hidrogen sulfida hasil sintesa dengan hidrogen sulfida yang berasal dari kentut orang. Atau yang lebih ngawur canggih lagi, kita tinggal memakan pil tertentu yang mengandung molekul-molekul atau senyawa-senyawa ‘canggih’ lantas kita tinggal menghirup kentut dari udara dan hidrogen sulfida dari kentut yang kita hirup dapat langsung menuju ke jaringan yang dimaksud. Tentu saja kentut yang kita hirup adalah kentut kita sendiri, siapa yang sudi menghirup kentut orang lain????!!! Huahahaha…… 😆

Maukah Anda Mematikan Lampu Anda Satu Jam Saja?

earthhourlogoMaukah anda mematikan lampu anda, minimal satu saja, yang biasa anda biarkan menyala pada malam hari selama 60 menit pada tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 nanti?? Ya….. tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 waktu setempat, di manapun anda berada, adalah merupakan jam bumi (earth hour), di mana 81 negara di dunia pada jam tersebut “bersatu-padu” untuk sejenak “mendinginkan” bumi dari serangan pemanasan global. Pendinginan bumi tersebut adalah dengan cara mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya yang tidak perlu selama satu jam saja pada 28 Maret 2009 pukul 20.30 nanti.

Earth Hour dipelopori pertama kali oleh WWF Australia dan baru dilaksakan secara mendunia di tahun 2008. Di tahun 2008 tersebut baru 35 negara yang berpartisipasi. Kini, di tahun 2009, rencananya 81 negara akan berpartisipasi untuk melaksakan Earth Hour ini, dan Indonesia adalah satu di antaranya. Saya sendiri baru mengetahui Earth Hour ini dari National Geographic Channel beberapa bulan yang lalu. Dan rencananya National Geographic Channel Asia ini juga akan menunda siaran regularnya selama satu jam pada pukul 20.30 waktu Hong Kong guna ikut melaksanakan Earth Hour ini.

Kenapa dengan mematikan lampu (dan peralatan elektronik lainnya) kita dapat mendinginkan bumi dari serangan pemanasan global? Ini disebabkan karena pada lampu hemat energi yang biasa kita gunakan, misalnya, hanya kira-kira 10% dari energi yang digunakan dapat diubah menjadi cahaya yang kita perlukan untuk menerangi ruangan, sementara sisanya yang 90% akan diubah menjadi panas! Nah, dengan mematikan lampu diharapkan panas yang dipancarkan dari lampu-lampu perkotaan dan juga peralatan elektronik lainnya dapat sangat dikurangi. Namun yang paling penting adalah dengan banyak mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya yang tidak perlu diharapkan konsumsi bahan bakar hidrokarbon pada pembangkit tenaga listrik dapat berkurang cukup signifikan sehingga emisi gas CO2 dapat berkurang secara signifikan. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap konsumsi bahan bakar hidrokarbon seperti minyak atau batu bara akan menghasilkan gas CO2. Dan seperti yang kita ketahui bersama dan yang pernah saya tuliskan di sini, bahwasannya gas CO2 adalah gas rumah kaca yang dapat mencegah panas keluar dari atmosfir bumi ini, sehingga dengan banyaknya gas CO2 di atmosfir maka dapat meningkatkan suhu di permukaan bumi secara signifikan. Dan tentu saja kenaikan suhu di permukaan bumi secara signifikan akan membawa dampak-dampak yang negatif dalam lingkungan hidup kita di bumi ini. Sesuatu yang tidak akan kita kehendaki bersama jikalau hal tersebut terjadi.

Nah, kini dengan mengetahui bahwa dengan mematikan minimal satu lampu saja selama satu jam saja di setiap rumah tangga dapat ikut menyelamatkan bumi dari pemanasan global, apakah pada tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 waktu lokal anda, anda menjadi tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam Earth Hour ini??

Bingung Pemilu, Bingung Ngeblog…..

Membaca postingan bang Mikekono mengenai para pejabat yang sering menyusahkan rakyat memang menyadarkan kita betapa para pejabat (walaupun mungkin tidak semua) lebih banyak menyusahkan rakyat daripada membantu rakyat terutama mereka rakyat-rakyat kecil yang suara-suaranya akan diperebutkan oleh pejabat-pejabat tersebut lewat pemilu dan pilkada untuk tetap melanggengkan kedudukan mereka di kursi-kursi panas pemerintahan. Nah, anda bisa membaca sendiri postingan bang Mikekono ini mengenai ‘kesontoloyoan’ para pejabat kita……..

Namun, betulkah hanya pejabat-pejabat kita saja yang ‘sontoloyo’?? Ternyata untungnya, eh maksud saya sialnya, pejabat-pejabat kita tidak sendiri dalam berbuat hal-hal yang ‘sontoloyo’ tersebut. Ternyata wakil-wakil rakyat kita di parlemen juga sama ‘sontoloyonya’, seolah-olah bersaing dengan pejabat-pejabat kita, wakil-wakil rakyat kita banyak juga yang berlomba-lomba menilep dan menghambur-hamburkan uang rakyat demi memperkaya diri dan demi memfasilitasi diri. Belum lagi jikalau dilihat banyaknya wakil-wakil rakyat kita yang malas-malas, sungguh merupakan kerugian untuk ‘menggaji’ mereka dan memfasilitasi mereka dengan fasilitas-fasilitas yang mewah….!! Ah…. ternyata wakil-wakil rakyat kita juga mencontoh para pejabat kita yang ‘sontoloyo’ itu…..

Nah, jadi jangan heran jikalau kini rakyat bingung dan apatis dalam pemilu legislatif nanti. Saya pilih caleg yang mana ya??? Kira-kira caleg seperti apa yang dipilih?? Dari partai mana?? Kira-kira nanti pilihan saya kalau sudah terpilih jadi anggota dewan yang terhormat, bakal jadi ‘maling’ juga nggak ya??? Kalau saya pilih caleg ‘A’ apa hidup saya nanti lebih baik?? Jarang harap deh!! Nah, kebingungan-kebingungan macam ini yang kerap menghantui para pemilih. Kampanye-kampanye partai yang manis-manis di mulut itu tergerus habis oleh berita-berita miring yang aktual tentang tingkah laku para anggota legislatif yang negatif itu…….

Ah biarin deh, ngapain saya berbingung-bingung ria memikirkan hal seperti itu, lha wong saya sendiri sedang bingung kok. Sebabnya catatan-catatan untuk bahan ngeblog saya yang sudah saya kumpulkan setahun lebih ini tiba-tiba hilang begitu saja. Catatan tersebut adalah hasil saya browsing di dunia maya ini untuk mengumpulkan bahan untuk ngeblog. Catatan tersebut sudah berisi ratusan tema dari berbagai macam bidang ilmu dan juga berbagai hal yang ringan-ringan. Catatan tersebut saya simpan di flashdisk dalam bentuk file teks (.TXT). Nah, dua hari yang lalu tiba-tiba saja secara ajaib file ini hilang dari flashdisk saya dan saya tidak punya backup-nya. 😦 Untuk itu saya jadi bingung nih mau ngeblog dengan tema apa untuk hari ini, walaupun ada beberapa tentu saja yang saya masih ingat. Wah, rupanya saya harus mulai hunting tema lagi dari awal untuk bahan-bahan ngeblog. Namun, insya Allah semangat saya untuk ngeblog tidak akan luntur karena Spektrum Pemikiranku harus tetap jalan walaupun catatan ngeblognya hilang entah ke mana….. :mrgreen:

Yang Murah Yang Berjasa….

dsc00121Gambar di sebelah kiri adalah alat pencukur jenggot menggunakan batu baterai yang saya beli seharga Rp. 5000,- lebih dari sepuluh tahun yang lalu (tahun 1998). Pencukur jenggot ini saya beli dari seorang penjual ibu-ibu pinggir jalan di dekat masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan ketika usai sholat Jumat. Karena melihat ibu-ibu yang berjualan di panas terik, saya merasa agak iba juga (sebenarnya lebih kasihan mereka yang nggak punya pekerjaan karena krismon waktu itu..) dan lalu saya tergerak melihat barang-barang dagangan si ibu tersebut.  Barang-barang yang dijual ibu-ibu itupun barang-barang kecil keperluan rumah tangga atau pribadi sehari-hari seperti gunting, pencukur jenggot stik manual, silet, cutter dan lain sebagainya. Barang-barang yang dijual semuanya terlihat murahan dan tampaknya semua barang yang dijual adalah barang selundupan dari China. Lalu saya melihat alat pencukur jenggot elektrik yang menggunakan batu baterai tersebut. Setelah mengetahui harganya segera kubeli pencukur jenggot elektrik yang bungkus kartonnya saja sudah tidak terekat ujungnya. Walau begitu dengan adanya krismon waktu itu, harga pencukur jenggot Rp. 5000,- cukup menarik bagikku. Setelah membayar harga pencukur jenggot dan beberapa barang lainnya yang juga aku beli, yang semuanya murahan itu, aku segera bergegas pulang.

Sepuluh tahun lebih berlalu, si pencukur jenggot elektrik murahan tersebut hingga kini masih bertahan. Dengan setianya hampir setiap pagi ia tetap menjalankan tugasnya sehari-hari, mencukur jenggotku yang mulai bermunculan di daguku. Si murahan yang pada awalnya saya tak menduga akan bertahan lama menjalankan tugasnya ini ternyata berhasil menunjukkan bahwa dalam kualitas dirinya tidak bisa disebut murahan. Walaupun ia kini mempunyai partner, sebuah cukuran jenggot elektrik juga merk ‘P’ yang merupakan merk dagang asal negeri Belanda yang harganya jauh menembus angka seratus ribu yang sengaja aku beli dan aku tinggalkan di rumahku di Jakarta (agar aku tidak perlu membawa cukuran jenggot lagi dari Bandung), namun si murahan ini tidak minder dan tetap sigap dalam menjalankan tugasnya.

Postingan ini bukan bercerita mengenai alat pencukur jenggot, tetapi mengenai barang-barang murahan di sekitar kita yang sering kita pandang sebelah mata manakala kita tengah bergelimpangan uang. Pencukur jenggot ini bukanlah satu-satunya barang murahan yang pernah aku beli. Pada saat krismon lalu (tahun 1999) aku juga pernah membeli TV 14″ bermerk tidak terkenal (sepertinya juga barang selundupan dari China) dan sampai saat ini ia masih berfungsi dengan sangat baik menghibur pembantuku pada saat ia memasak di dapur. Begitu pula dengan sepatu-sepatu murahku yang aku beli di Cibaduyut ataupun bahkan Cicadas tidak kalah awet dan nyamannya dengan sepatu-sepatuku yang asli bermerk H.B. yang harganya di atas sejuta itu.

Temanku suatu hari beberapa tahun yang lalu, karena ia harus menjalankan diet yang cukup ketat, berencana membeli sebuah timbangan badan elektronik. Aku menyarankan beli saja di toko buku Gramedia, merknya sih tidak terkenal Camry (seperti merk mobil aja), tetapi timbangannya akurat dan cukup awet, karena saya juga punya satu. Tapi ia tak mau, ia ingin membeli timbangan elektronik yang mahal, yang katanya lebih terpercaya. Pilihannya adalah timbangan Soehnle buatan Jerman (harganya sekitar Rp. 900 ribu) atau AMD yang buatan asli Jepang (harga sekitar Rp 1,2 juta,-). Akhirnya pilihan jatuh pada timbangan badan elektronik AMD. Namun apa yang terjadi?? Ternyata setelah beberapa bulan garansi timbangan tersebut habis, tuas geser untuk memilih bacaan timbangan dalam sistem metrik dan sistem Inggris menjadi longgar. Akibatnya seringkali bacaan timbangan tersebut bergeser sendiri dari satuan kilogram (kg) menjadi satuan pound (lbs) dan terkadang tidak bisa dipindahkan lagi. Padahal tuas tersebut jarang diutak-atik. Tentu saja hal ini cukup menyebalkan bagi mereka yang tidak terbiasa menimbang badan dengan satuan pound. Sementara timbangan elektronik saya yang murahan yang harganya cuma Rp 200 ribu,- tetap berjaya hingga kini.

Nah, ini hanya satu kasus bahwa tidak selamanya barang yang lebih mahal berkualitas lebih baik daripada barang yang murahan. Terlepas dari pernah juga tentu saja saya mengalami membeli barang yang murahan dan cepat rusak, namun saya memutuskan untuk tidak cepat memandang sebelah mata barang-barang yang murahan. Sebaliknya juga TIDAK JARANG saya melihat produk-produk dengan merk yang mantap dan mahal tetapi ternyata tidak awet juga. Walaupun pepatah yang sudah kita kenal sejak kita kecil: “kalah membeli menang memakai” tentu masih ada benarnya juga, namun dari pengalaman saya membeli barang-barang murahan menunjukkan bahwa dengan membeli barang-barang murahan kita juga bisa keluar sebagai pemenang…. menang dalam membeli sekaligus menang juga dalam memakai….!! :mrgreen:

Energi Nuklir Fusi: Sumber Energi Masa Depan??

Reaksi Nuklir Fusi antara Deuterium dan Tritium

Reaksi Nuklir Fusi antara Deuterium dan Tritium

Kita semua sudah faham betul bahwasannya sumber energi hidrokarbon yang berupa minyak dan batubara akan lama-kelamaan habis. Persediaan batubara mungkin masih cukup untuk sekitar 1,5 abad lagi, namun persediaan minyak mungkin akan habis dalam hitungan puluhan tahun saja. Sebenarnya minyak di masa depan masih ada kemungkinan untuk terbentuk kembali. Seperti kita ketahui bahwasannya minyak terbentuk dari jasad-jasad organisme (tumbuh-tumbuhan) yang telah mengalami perubahan susunan kimiawi secara alamiah selama jutaan tahun. Untuk itu, organisme yang mati pada saat ini, ada kemungkinan yang sangat besar untuk juga menjadi minyak jutaan tahun mendatang selama matahari kita masih bersinar. Namun tentu, lamanya ‘ evolusi’ jasad-jasad organisme menjadi minyak tidak seimbang dengan konsumsi manusia atas minyak tersebut. Jikalau jasad-jasad organisme membutuhkan waktu jutaan tahun untuk berevolusi menjadi minyak, maka kita mengkonsumsi bahan bakar minyak hanya dalam hitungan detik saja!

Lantas apakah kita sudah siap dengan pengganti bahan bakar minyak?? Sebenarnya sudah banyak pengganti alternatif bahan bakar minyak, masing-masing dengan kelebihan-kelebihan dan juga kekurangan-kekurangannya sendiri. Namun ada satu sumber energi yang sangat bersih dan murah yang sampai saat ini masih hanya menjadi impian manusia saja, yaitu energi nuklir fusi. Semua reaktor nuklir yang ada di dunia ini pada saat ini merupakan reaktor nuklir fisi yang merupakan ‘kebalikan’ dari energi nuklir fusi. Pada reaksi nuklir fisi, inti-inti isotop berat yang tidak stabil akan terurai menjadi inti-inti isotop yang lebih ringan dan lebih stabil. Sementara pada reaksi nuklir fusi inti-inti isotop yang ringan melebur menjadi inti-inti atom atau isotop yang lebih berat. Reaksi nuklir fisi menghasilkan banyak ‘sampah’ radioaktif sementara reaksi nuklir fusi tidak meninggalkan ‘sampah’ radioaktif yang sangat polutif tersebut. Contoh reaktor nuklir fusi alami adalah bintang-bintang yang bertebaran di alam semesta ini termasuk tentu saja matahari kita.

Reaksi nuklir yang terjadi di matahari adalah reaksi tumbukkan antara empat inti atom Hidrogen yang melebur menjadi sebuah inti helium, dua buah positron, dua buah neutrino dan tentu saja energi. Namun begitu reaksi nuklir di matahari ini termasuk lambat dalam menghasilkan energi/panas dan membutuhkan volume reaktor yang sangat besar agar menghasilkan panas atau energi yang signifikan. Tentu saja volume reaktor yang besar ini tidak praktis jika harus dibuat di bumi. Untuk itu harus dibuat reaksi nuklir fusi yang lain. Dari sekian kandidat reaksi nuklir fusi buatan manusia, yang paling banyak menghasilkan energi adalah reaksi antara inti-inti deuterium dan tritium (dua-duanya merupakan isotop dari Hidrogen) yang akan menghasilkan inti Helium, sebuah neutron dan energi sebesar 17,6 MeV:

_{1}^{2}H + _{1}^{3}H \rightarrow _{2}^{4}He + _{0}^{1}n + 17,6 MeV

Namun begitu ada tiga syarat yang harus diperhatikan agar reaksi nuklir ini sukses terjadi:

  • Temperatur reaktor harus sangat tinggi yaitu sekitar 100.000.000°C atau kira-kira 10 kali lebih tinggi dari suhu inti matahari. Hal ini penting agar nukleus-nukleus (inti-inti) pada atom-atom atau isotop-isotop pada reaktor bisa bergerak dengan sangat cepat sehingga kemungkinan inti-inti atom/isotop untuk saling bertumbuk sangat besar.
  • Konsentrasi yang cukup pekat dari inti-inti atom atau isotop tersebut agar kemungkinan terjadi tumbukan menjadi sangat besar
  • inti-inti atom atau isotop yang dihasilkan harus tetap bersama dalam waktu yang cukup lama agar menghasilkan energi yang lebih dari energi yang diperlukan untuk pengoperasian reaktor itu sendiri. Sebab jikalau energi yang dihasilkan habis hanya untuk pengoperasian reaktor itu sendiri, ya sama aja oblong..!!

Tantangan terberatnya dari pembuatan reaktor nuklir fusi ini adalah suhunya yang harus mencapai 100 juta°C. Penampang apa yang sanggup menahan panas 100 juta°C di bumi ini?? Karena baja kualitas paling baikpun akan langsung menguap bukan hanya menjadi gas tetapi langsung menjadi plasma. Untuk itu para ahli kini tengah menempuh berbagai cara untuk menghasilkan reaksi nuklir fusi dingin (cold fusion) yaitu reaksi nuklir fusi yang dapat terjadi pada suhu serendah mungkin bahkan kalau bisa mendekati suhu ruangan. Namun sejauh ini reaksi nuklir fusi dingin masih merupakan angan-angan belaka.

Jikalau nanti energi nuklir fusi telah terwujudkan maka krisis energi yang kerap menghantui peradaban manusia, insya Allah akan berakhir. Di bumi ini terdapat sekitar 1015 ton deuterium yang kebanyakan didapat dari air laut. Sedangkan tritium walaupun sangat jarang ditemukan di alam (hanya 1 atom dari kira-kira 1017 atom hidrogen di bumi ini berbentuk isotop tritium) namun tritium dapat dengan mudah dihasilkan dengan menumbukkan neutron kepada inti atom lithium yang akan menghasilkan tritium dan helium. Nah, apakah impian tersedianya energi nuklir fusi dapat menjadi kenyataan?? Walahualam, kita tunggu saja…….