Mau Pilih Partai Caleg Yang Mana……??

Bendera caleg dan partainya yang lebih banyak tidak berkibarnya di dekat rumah saya. Kalau begini, caleg mana yang memasang bendera ini juga tidak jelas.

Bendera-bendera caleg dan partainya yang lebih banyak tidak berkibarnya di dekat rumah saya. Kalau begini, caleg-caleg mana saja yang memasang bendera ini juga tidak jelas.

Pemilu legislatif sudah dekat. Namun sepertinya masyarakat masih adem ayem saja. Ada yang tau tetapi tidak peduli, ada juga yang tidak tahu kapan persisnya dan tentu saja tidak peduli. Pemilu kali ini memang atmosfirnya agak berbeda dengan pemilu-pemilu (legislatif) sebelumnya. Tidak seperti pemilu-pemilu yang sudah-sudah kali ini atmosfirnya agak lengang. Tidak ada lagi pengumpulan massa. Tidak ada lagi hingar bingar rally berputar-putar kota dengan suara pekikan nama-nama partai disertai suara mesin dan klakson motor dan mobil yang menderu-deru serta atribut-atribut partai yang seringkali mengganggu itu. Tak ada lagi ketua-ketua partai dengan kader-kadernya yang bercuap-cuap di depan massanya hingga bibirnya berbusa-busa. Semuanya relatif sepi dan lengang. Mungkin karena pada pemilu legislatif kali ini antarcaleg dari partai yang sama juga bersaing untuk mendapatkan satu kursi di dewan legislatif walhasil pemilu kali ini lebih kental persaingan individunya ketimbang persaingan partainya. Satu-satunya atmosfir “panas” yang ada menjelang pemilu ini adalah panasnya debat politik antar partai-partai yang hanya terjadi di televisi. Ada partai-partai yang sudah menyatakan “berseberangan” dengan partai-partai lainnya ada juga partai-partai yang saling gertak sambal demi gengsi partai masing-masing padahal mereka sama-sama malu-malu kucing dan padahal juga di pemerintahan sekarang yang akan berakhir ini, mereka duduk berkoalisi.

Sebenarnya dengan “melesunya” atmosfir pemilu kali ini ada keuntungan sekaligus kekurangannya. Keuntungannya salah satunya adalah bentrokan antarmassa partai di tingkat bawah dapat diminimalisasi, sementara kerugiannya adalah masyarakat yang tadinya tidak antusias dalam pemilu menjadi lebih tidak antusias lagi. Hal ini lebih diperparah dengan terlalu banyaknya caleg-caleg yang memasang baliho-baliho, stiker-stiker, bendera-bendera dan lain-lainnya. Sangking banyaknya, maka tidak sedikit orang yang justru sama sekali tidak hafal dengan caleg-caleg yang sudah memasang material-material kampanye di jalan-jalan tersebut! Saya pribadi sendiri tidak peduli ingat dengan nama-nama dan foto-foto para caleg yang terpampang di jalanan tersebut. Yang jujur saya tahu hanyalah Happy Bone Zulkarnaen. Bukan karena saya ingin memilihnya, tetapi karena namanya yang lucu aneh, sedangkan fotonya juga saya tidak ingat!

Nah, bagaimana dengan anda?? Apakah anda sudah mempunyai pilihan masing-masing?? Saya sendiri sampai saat ini belum punya pilihan dan kemungkinan besar akan golput jika sampai saat terakhir menjelang pemilu saya tetap tidak punya pilihan. Bagi anda yang sudah punya pilihan jangan ragu-ragu untuk memilih, sementara mereka yang sampai saat akhir menjelang pemilu nanti tetap tidak punya pilihan jangan ragu-ragu juga untuk golput atau anda bisa memilih secara acak atau undian. Mungkin dari rumah anda sebaiknya membawa dadu permainan Monopoly untuk mengundi mana caleg yang akan anda pilih nanti. Sekarang pertanyaannya, manakah pilihan yang lebih cerdas bijaksana, golput atau memilih sembarangan?? Kata orang bijak sih, pilihlah yang terbaik dari yang terburuk. Ya masalahnya, bagaimana kita tahu kita memilih yang terbaik dari yang terburuk jika kita tidak mengenal semuanya?????????

Walaupun saya nanti golput, sebagai orang yang selalu berusaha untuk berfikir obyektif dan netral, saya tetap mengatakan bahwa pemilu bukanlah sesuatu yang tidak penting karena bagaimanapun juga pemilu adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat yang demokratis. Ketidakikutan saya mencoblos , eh salah, mencontreng tentu tidak akan mengubah pandangan saya bahwa pemilu adalah bagian yang penting dari mekanisme demokrasi. Hanya saja, kalau saya tidak punya pilihan, bagaimana dong?? Apa saya harus bawa dadu Monopoly dari rumah untuk mengundi mana caleg yang saya pilih?? Atau saya hanya asal memilih saja?? Pilihan cerdas bijaksanakah seperti itu??

Iklan

33 responses to “Mau Pilih Partai Caleg Yang Mana……??

  1. Jadi ingat pemilu legislatif sebelumnya, kita semua manteng membaca nama-nama di Gedung Serba Guna komplek rumah dinas…berdiskusi ini siapa, itu siapa…ujung-ujung …ya wis embuh.

    Sekarang, tinggal di rumah sendiri, tetangga masing2 sibuk, kompleks lebih banyak ditinggali orangtua…tambah nggak ngerti lagi.
    Jadi? Kita lihat aja nanti….

  2. Masih bingung ama partai2 di Indonesia, mereka kegiatanya keliatanya pas pemilu doang, pas bencana alam, lapindo, ato apapun, ga ada yang keliatan di permukaan

  3. waduh tambah bingung donk yah..malah bikin orang tambah cuex nih..ngomong2 itu bendera kalo udah selesai bisa di embat buat taplak meja bagi rakyat kecil tuh…

  4. jah… nggak jalan beneran nyusurin jalan, atau jalan2 di jagad blog tetep aja ketemunya sama bendera partai… dan ngomong2 soal partai politik apalagi caleg, nggak ada satupun yang saya kenal, dan saya masih bakal setia sama partai saya; PARTAI ABSTAIN… 😛

    beberapa waktu lalu teman saya ngasih liat beberapa foto ‘iklan’ caleg, dan semuanya bikin saya bergidik ngeri, pak… kekanak-kanakan cenderung narsis seolah beneran kebelet pengen jadi caleg… seenggaknya, harusnya tiap2 caleg sudah kudu introspeksi diri, sambil melihat kapasitas diri, apakah mereka pantas, dan apakah mereka bakal mampu mengampu keinginan masyarakat luas…

  5. Kalau nggak milih nanti ketahuan tetangga, Pak, karena nggak datang ke KPU.

    Pak Yari orangnya kan bijaksana. Saya punya usulan, Pak Yari tetap datang saja ke KPU, tapi nanti dicentang semuanya aja.

    Menganut azas keadilan, Pak.

  6. Wah, kalau saya ga bakal mencontreng neh… ga terdftar…

    Wah, kalau pas ke TPS bawa dadu monoply… *kayaknya bijak juga tuh… hue he he… 😀

  7. yang pasti aq milihnya SBY – JK……..

  8. mbuh pak bingung !!!! 😀

  9. milih mana yah ,bingung ???

    golput tapi kayaknya ngga enak….
    milih,tapi yang dipilih bisa ngga tepatin janji-janjinya !!!

  10. pilih menjadi bagian dari rakyat saja ah

  11. wah ya sama, mas yari. saya pun bingung musti milih siapa. (kalau musti pilih partai mana mudah-mudahan udah mantep, tapi siapa yang mau dipilih masih bingung)

    kalau milih berdasarkan lebar senyum, makin bingung deh. semuanya tersenyum lebar-lebar bangeeeettss…

  12. @edratna

    Kalau begitu, ya ibu boleh datang juga ke TPS. Menusuk mana yang ibu suka,anggap saja pemilu ini adalah event hiburan yang terjadi lima tahun sekali. hehehe…..

    Tetapi kalau kita hanya menganggap pemilu sebagai “main-main” karena kita asal memilih aja (karena kita tidak mengenal caleg2nya), apakah itu sesuatu yang bijaksana juga ya bu??

    @Raffaell

    Wah bravo!! Itu dia!! Betul itu, kalau pemilu, itu partai ramai pada nongol, tetapi giliran bencana alam dan lainnya, partai2 pada diam, alias ogah rugi. Padahal kalau mereka cerdas, jikalau mereka nongol pada saat bencana alam misalnya, bisa jadi modal berharga untuk menarik simpati masyarakat dalam jangka panjang…..

    @boyin

    Wah…. nggak usah taplak meja, buat lap meja atau lap piring aja deh….. hehehe….. (buat lap piring, kotor nggak ya tuh bendera??) 😀

    @Lelouch lamperouge

    Ya namanya juga udah kebelet. Tahu aja kan kalo udah kebelet, terkadang malupun harus ditahan2. Coba aja kalo orang kebelet boker, kalo udah nggak tahan ya terpaksa kentutnya dulu dikeluarkan walaupun di tempat ramai, soal malu itu urusan nomer sejuta. Begitu juga dengan caleg yang udah kebelet, urusan malu sih belakangan… huehehehe…….

    @Edi Psw

    Benar juga ya pak. Nanti malu ketahuan tetangga. Tetapi kalau ternyata tetangga saya nanti pada golput dan saya sendiri yang pergi ke KPU atau TPS nanti justru saya yang ketahuan kalau saya ini bukan golput. Huehehehe…. 😀

    @mathematicse

    Bagaimana jikalau dadu diganti dengan kalkulator yang bisa menggenerasi bilangan random?? 😀

    @iwan

    Kalau pilihan anda sudah mantabz, silahkan memilih….. 🙂

    @mantan kyai

    Hidup bingung….!! :mrgreen:

    @nelson

    Kalau gitu, undi saja pakai mata uang. Jikalau angka maka golput, kalau dapat gambar maka anda nyoblos (walaupun mungkin nyoblosnya ngasal). Huehehehe….. 😀

    @almascatie

    Ooo… dikirain almascatie mau bikin partai yang namanya “bagian dari rakyat”. Huehehe…..

    @marshmallow

    Sah-sah saja kok mbak memilih wakil rakyat berdasarkan posternya yang paling lebar senyum. Walaupun senyumnya senyum Photoshop…. 😀

  13. Salam kenal dari Linus Airways. Sukses selalu untuk Bapak.
    Kunjungi blog kami dan kasih komentar ya.
    Terima kasih.

  14. makasih atas kunjungannya…kalau ada pot baru kamu tolong kunjungi aq yah….

  15. halah… rasanyabaru kemaren malam saya liat di tivi soal banyaknya poster jumbo para caleg. dan masyarakat yang ditanya “Ada yang kenal nggak?”, jawabannya simple; “Enggak”. dari pihak caleg sendiri juga ditanyai soal efektivitas pemasangan atribut partai yang sampe ditempel dipohon bareng2 iklan les pria, servis AC hingga sedot WC. maaf, pak… saya sudah bingung kudu milih siapa, soalnya cuman pas kampanye saja mereka aktif dan agresif. dan kalau mau lebih efektif lagi, saya rasa bisa pasang posternya yang panjang sekalian ~ melintang di tengah jala 😛

    btw, salam kenal pak
    blogger baru nih…

  16. @linusfans

    Salam kenal juga. Nanti saya akan kunjungi blog saudara. Tunggu ya.

    @iwan

    Insya Allah. Soalnya banyak juga blog2 lainnya yang harus saya kunjungi juga. Dan itu terkadang menyita waktu yang banyak. Namun kalau ada waktu sisa, tentu saya juga akan mengunjungi blog anda jika saya memostingkan artikel yang baru. 🙂

    @Infinite Justice

    Huahahaha….. betul itu. Kenapa nggak sekalian masang iklan di TV sekalian ya?? (Lhaaa… duitnya dari mana??). Atau kenapa pamflet kampanye nggak sekalian disebarkan dari udara lewat pesawat atau helikopter ya?? **halaah malah ngaco** 😀

    @nyiell

    Memang komentarnya mas Raffaell memang jitu sekali. Bravo deh! 😀

  17. mau pilih parpol dan
    caleg mana saja, dipersilahken
    tapi pilihlah yg
    berkualitas dan
    peduli pada rakyat setiap saat
    btw, asal jgn golput

    • Betul sebaiknya kita jangan golput. Tapi justru pertanyaan saya utamanya seperti yang saya tulis di artikel ini: “Bagaimana kita mengetahui seseorang itu berkualitas atau berkompeten itu bagaimana jikalau kita tidak mengenalnya??” justru tidak dijawab oleh Bang Mike.. Tentu saya ingin jawaban yang mantabz bukan jawaban yang klise dan mengambang. Padahal justru jawaban dari pertanyaan itu yang jauh lebih penting. Hehehe….

  18. Saya pilih.. yang bisa kasih saya 50% gajinya buat saya 😀

    hihihihihi

  19. saya termasuk orang yang sama sekali tak tahu akan menentukan siapa caleg yang patut dipilih…..saya ternyata tidak sendirian….. teman-teman saya juga demikian….pasalnya tampilan caleg dengan baliho yang aneh-aneh tidak otomatis menjadi tumpuan para pemilih untuk mencontreng kotak nama caleg di tanda gambar nanti….ini membuktikan kalau caleg ingin dikenal tidak cukup hanya menjelang pemilu saja…tetapi sebagai rangkaian proses panjang…..tapi memang dalam prakteknya tidak gampang….tidak saja para konstituen perlu tahu postur sang caleg tetapi juga memahami sang caleg lebih dalam mulai dari performa di partai,kemampuan beride cemerlang,sifat merakyat,blablabla….nah itu yang sulit…sosialisasi ke para pemilih sangat langka…saya gelaaap hingga kini…..beda dengan pemilihan presiden nanti maka pemilihan caleg diduga jauh lebih sulit….saya perkirakan jumlah golput (karena ketidaktahuan pemilih akan caleg) akan lebih besar ketimbang pemilihan presiden/wapres nanti….

    • Wah….benar sekali prof. Citra seseorang (bahkan citra partai ataupun organisasi) memang seharusnya dibangun lewat proses yang panjang dan kontinu serta tentu saja harus dengan tindakan nyata termasuk tentu saja bersosialisasi dan kedekatannya dengan rakyat seperti yang prof katakan. Dan menurut saya, sekedar memasang baliho serta foto diri dan sebagainya tidak termasuk dalam pengembangan citra yang baik…..

  20. Jika memang golput itu diharamkan, baiklah saya akan menjadi goltam aja,… karena benr2 ga tahu siapa yang akan dipilih (hitam, gelap), semuanya memperjuangkan rakyat janjinya,….

  21. pinginnya sih mau milih caleg yang tidak pakai uang, namun berhubung tidak ada, ya terpaksa tidak milih deh…

  22. Hidup adalah perbuatan ……

    ” G*@in*r* ”

    hehe … tuh nama partai yang promosinya menyentuh hati

    au ah mo pilih yang mana, nti milihnya pake pejamkan mata aja kaleeee …

  23. bingung pilih partai nih ….

    kalau ada yang nyingung lapindo, coba deh ente tanya orang porong pilih siapa deh,
    siapa yang ikut berjuang diporong ….
    karena aku juga orang sidoarjo tulen….
    pasti mereka barengan ngomong PAK SURIPTO ….!!
    siapa sih pak suripto
    coba deh ente yang penasaran asal patainya pak SURIPTO di
    http://pks.or.id

    ini dia partai pilihanku ….
    pojok kanan atas …. ingat no 8

    • Andaikata benar, sungguh merupakan informasi yang menyejukkan di tengah gencarnya citra negatif caleg2 di tengah2 masyarakat. Saya percaya masih ada orang2 yang benar2 punya hati nurani di negara ini. Mungkin pak Suripto dan kader2 PKS salah satunya??

      Namun walaupun kader2 PKS yang tidak terpilih jadi caleg nanti, mudah2an tetap konstan memperjuangkan kasus porong ini walaupun pemilu nanti sudah lama lewat…. 🙂

  24. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/17/demokrasi-bukan-jalan-perubahan-hakiki/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    • Wa’alaikum salaam wr wb.

      Setiap orang memang berhak dan sebaiknya punya sumbangan terhadap kemajuan kehidupan berpolitik dan bernegara di negeri ini, minimal sebagai rujukan.

      Terima kasih. Nanti saya akan mengunjungi blog anda, insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s