Daily Archives: Rabu, 4 Maret 2009

Inginkah Anda Menjadi “Manusia Tak Kasat Mata” ??

Novel "The Invisible Man' karya H. G. Wells

Novel "The Invisible Man' karya H. G. Wells

Di pertengahan tahun 1970an pernah dibuat film serial “The Invisible Man” yang diperankan oleh aktor Skotlandia David McCallum, yang kalau tidak salah pernah juga diputar di TVRI di akhir tahun 1970an.  Film serial yang menceritakan seorang ilmuwan yang mendapatkan kecelakaan sehingga ia menjadi ‘The Invisible Man” atau manusia yang tak kasat mata atau manusia yang tidak terlihat.  Film ini memang terinspirasi dari novel H.G. Wells dengan judul yang sama (The Invisible Man) yang dibuat tahun 1897 (gambar samping).

 

Bagi sebagian orang, menjadi si manusia tak kasat mata adalah keinginannya yang sangat diimpikan. Tujuan keinginan menjadi si manusia tidak kasat matapun bervariasi dari  yang murni ilmiah, berotak mesum, hingga berotak kriminal. Tentu saja kemampuan seseorang untuk menghilang menjadi sangat berbahaya jikalau dimiliki oleh orang-orang yang berotak mesum kriminal. Bagi yang berotak mesum ataupun yang berotak kriminal ringan, mungkin mereka hanya ingin masuk ke WC umum yang berlainan jenis atau yang sesama jenis untuk sekedar mengintip melihat mereka yang tengah buang hajat atau bisa jadi ia hanya sekedar penikmat film berat sehingga ia memanfaatkan ketidakkasatmataannya hanya untuk sekedar masuk ke gedung bioskop tanpa bayar. Namun bagi mereka yang berotak kriminal berat, ketidakkasatmataannya tersebut dapat menjadi sangat berbahaya misalnya untuk merampok atau bahkan membunuh untuk balas dendam karena hanya sakit hati.

Namun dari kaca mata ilmiah, benarkah anda bisa berbuat sesuka hati karena ketidakterlihatan anda tersebut? Anggaplah bahwa saat ini teknologi sudah maju dan teknologi tersebut dijual ke publik sehingga menjadi tidak terlihat bukan lagi sebuah impian. Secara awam memang menjadi tidak terlihat berarti kita memang bisa berbuat sesuka hati. Namun, sayangnya menurut kaca mata ilmiah, ada kekurangan vital jika anda menjadi seorang yang tidak kasat mata yaitu anda akan menjadi BUTA atau tidak bisa melihat. Kenapa begitu??

Sederhananya begini. Karena tubuh kita terdiri dari materi (zat) dan energi, maka jikalau kita ingin menjadi tidak terlihat maka secara materi tubuh kita harus terbuat 100% sama dengan media atau lingkungan tempat kita berada. Jadi jikalau kita berada di darat dan ingin menjadi tidak terlihat, maka tubuh kita harus juga terbuat dari 100% udara. Sedangkan jikalau kita ingin tidak terlihat di air maka tubuh kitapun harus terbuat dari 100% air. Jikalau tubuh kita 100% terbuat dari udara namun kita berada di air, maka kita tidak lagi menjadi tidak terlihat karena nanti akan terlihat bolongan di dalam air berbentuk manusia yang sedang berjalan-jalan. Begitu pula jikalau tubuh kita terbuat dari 100% air namun kita berada di darat, maka tentu kita tidak lagi menjadi tidak terlihat karena nanti ada manusia berwujud air yang sedang berjalan-jalan. Andaikan tubuh kita tidak bisa persis 100% sama materialnya dengan lingkungan kita, maka 99,99..% persamaan material tubuh kita dengan lingkungan kita (udara) sudah cukup untuk menyulitkan mata orang untuk membedakan tubuh kita dengan udara.

Nah, seperti yang telah kita pelajari sejak SD, bahwa mata kita berfungsi sebagai kamera. Mata kita terdiri dari lensa kristalin, gel bening mata (vitreous humour) dan juga elemen-elemen lainnya yang menangkap cahaya dan bayangan benda yang kita lihat untuk kemudian divisualisasikan di dalam otak kita. Mata kita dapat mengangkap cahaya dan bayangan benda dengan baik karena mata kita dapat membiaskan cahaya dengan baik. Hal tersebut terjadi karena indeks bias udara berbeda dengan indeks bias mata kita sehingga cahaya bisa dibiaskan dengan baik yang akhirnya dapat menangkap bayangan benda yang kita lihat. Nah, jikalau mata kita terbuat dari udara juga tentu indeks bias mata kita sama dengan indeks bias udara.  Hal ini tentu akan membuat cahaya tidak bisa dibiaskan oleh mata karena cahaya akan terus berjalan lurus menembus mata kita. Tentu kalau cahaya tidak bisa dibiaskan oleh mata kita tentu mata kita akan sangat sulit untuk menangkap bayangan benda yang tengah kita lihat yang pada akhirnya tentu berarti kita akan menjadi BUTA alias tidak bisa melihat!!

Sebenarnya secara ilmiah tentu banyak kelemahan-kelemahan lainnya jikalau kita menjadi si manusia tak kasat mata. Namun tentu kelemahan tidak bisa melihat alias buta ini akan menjadi faktor “penting” agar orang mengurungkan niatnya menjadi tidak terlihat karena misalnya, jikalau orang berotak mesum yang ingin menyelinap ke WC umum untuk melihat orang yang tengah buang hajat atau mereka yang ingin menyelinap ke kamar pengantin baru dan ingin melihat adegan ranjang yang seru tapi ternyata mereka tidak bisa melihat apa-apa, ya sama aja boong! Begitu juga bagi mereka yang ingin masuk ke gedung bioskop gratis, ternyata masuk ke gedung bioskopnya saja sudah susah apalagi nonton filmnya, ya juga sama aja oblong!!