Daily Archives: Sabtu, 7 Maret 2009

Sudah Repot Ditambah Fesbuk Pula…..

Setelah kira-kira satu setengah tahun lebih aku mulai ngeblog, mulai terasa bahwa kegiatan ini adalah sesuatu yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang kita terutama di malam hari ataupun di hari libur. Memang betul, sebagai orang yang pada dasarnya suka menulis apa saja, walaupun mungkin standard tulisannya masih jauh di bawah para penulis pro, saya mulai merasakan asyiknya berblogging. Salah satu yang menyebabkan asyiknya berblogging ria adalah interaksi antara saya dan pembaca blog baik dari rekan sesama blogger maupun dari orang-orang yang hanya sekali dua kali membaca artikel-artikel di blog saya.

Walaupun interaksi antar sesama blogger dan pembaca-pembaca lainnya sangat mengasyikkan, namun bukan berarti interaksi tersebut tidak ada ‘cost‘-nya. Cost-nya tentu saja adalah waktu yang dibutuhkan untuk menjawab dan membalas kunjungan para rekan blogger menjadi sangat lama dan benar-benar memakan waktu. Walaupun kita semua tahu bahwa tidak ada kewajiban untuk membalas kunjungan balik para blogger yang sudah mengunjungi blog kita, namun setiap hari ketika saya membuka blog saya dan ketika saya selesai menjawab atau merespons komen-komen yang ‘mendarat’ di blog saya, saya memprioritaskan untuk berkunjung balik ke blog-blog yang pemilik blog tersebut sehari sebelumnya sudah meninggalkan komen di blog saya, setelah itu baru, jikalau masih ada waktu, saya akan berkunjung ke blog-blog lainnya yang sering saya kunjungi atau ke blog-blog yang ‘menarik’ lainnya. Ingat, “menarik” di sini bukan berarti selalu berkonotasi positif. Hehehe…..

Nah, akhir-akhir ini kita semua mengetahui bahwa ada situs jaringan sosial yang akhir-akhir ini tengah naik daun yaitu “Facebook” (fesbuk, kalau tulisan Indonesianya). Mula-mulanya memang saya kurang tertarik untuk join dengan Facebook ini, karena paling-paling nasibnya akan sama dengan akun Friendster saya yang akhirnya sudah saya hapus, juga akun Yahoo! saya yang akhirnya kini cuma berfungsi sebagai penampung e-mail saja. Namun karena saya orangnya pada dasarnya selalu ingin mencoba yang baru dan juga mempelajari yang baru maka akhirnya aku join juga dengan Facebook. Sebenarnya menurut saya, minimal hingga sekarang, Facebook biasa-biasa saja. Namun memang ternyata ada atmosfir Facebook yang “unik” yang tidak pernah saya temukan di situs-situs ‘sosial’ lainnya yaitu saya memang bisa bertemu teman-teman lama saya yang sudah puluhan belasan tahun tidak pernah saya temui lagi. Hal ini tentu saja menjadi ajang temu kangen yang praktis dan terkoodinasi dan sungguh dapat membuat kita “mabuk Facebook” minimal hingga saat ini. Bayangkan saja bertemu teman-teman lama yang tidak pernah kita dengar kisahnya lagi, walaupun lewat dunia maya. Foto-foto zaman dahulupun bertebaran di dinding-dinding facebook berdampingan dengan foto-foto saat ini. Sungguh surprise! Ada yang dulu jelek biasa-biasa saja, ternyata setelah jadi ibu-ibu atau tante-tante malah jadi cantik. Ada juga teman yang dulu ganteng, udah jadi bapak-bapak tampangnya malah ‘hancur’. Namun nggak kalah banyak pula yang dulu jelek sekarang juga sama jeleknya, ataupun yang dulunya ganteng/cantik sekarang tetap ganteng/cantik. Masing-masing punya cerita sendiri-sendiri tentang perjalanan hidupnya walaupun banyak juga yang masih agak merahasiakannya.

Walau begitu, kegiatan blogging tetap mempunyai kenikmatan tersendiri bagi saya yang tidak akan tergeserkan oleh Facebook (minimal untuk saat ini). Di WordPress inilah saya tetap menemukan keasyikan saya dalam menulis yang tentu tidak bisa tergantikan oleh Facebook. Sedangkan di Facebook hanya sekedar jadi ajang temu kangen dengan teman-teman lama. Walau begitu, saya juga sedikit agak kecewa karena ternyata banyak teman-teman saya dulu yang saya harapkan sudah bergabung dengan Facebook ternyata belum bergabung. Nah, untuk sementara akun Facebook saya konsentrasikan dulu buat mencari teman-teman lama saya terutama teman-teman semasa di SMA dan kuliah dulu. Nanti kalau banyak takutnya malah waktunya tersita untuk menulis di status dan dinding Facebook milik diri sendiri ataupun milik teman-teman. Yah…. harus lebih pintar-pintar lagi nih membagi-bagi waktu….. 😀