Jeruk Makan Jeruk. Kucing Makan Kucing

singa betina

singa betina

singa jantan

singa jantan

Dari channel-channel TV kabel di mana saya berlangganan, Animal Planet adalah salah satu channel atau saluran favorit saya. Walaupun saya paling suka melihat tingkah polah binatang-binatang yang merupakan kerabat terdekat manusia seperti simpanse, orangutan dan gorila, namun bukan berarti saya tidak suka melihat tingkah laku binatang-binatang lainnya. Nah, suatu hari beberapa tahun yang lalu, persisnya saya sudah lupa, saya pernah melihat acara di Animal Planet mengenai tingkah laku singa (Panthera leo) di benua hitam Afrika  yang ketika pertama kali saya melihatnya di acara tersebut cukup membuat saya  sedikit tercengang.

Waktu masih kecil, saya menyangka bahwa singa yang jantan adalah yang berbulu tengkuk (mane) pendek, sementara singa yang berbulu tengkuk panjang adalah yang betina. Ternyata baru setelah saya agak besar baru mengetahui bahwa yang berbulu tengkuk pendek justru yang betina sedangkan yang berbulu tengkuk panjang adalah yang jantan (kebalikan dari manusia di mana biasanya kalau pria berambut pendek sementara wanita berambut panjang).  Kekeliruan saya waktu masih kecil dulu juga ‘diperkuat’ bahwa singa yang sering berburu adalah singa yang berbulu tengkuk pendek yang ternyata justru singa betina. Singa betina memang “pekerja yang sangat keras” di mana dari melahirkan, “membesarkan” anak-anaknya hingga berburu semuanya dilakukan oleh singa betina. Sementara singa jantan hanya bermalas-malasan saja kerjanya (enak ya jadi singa jantan!! :mrgreen: ). Bulu tengkuk yang panjang pada singa jantan memang membuat singa jantan jikalau berlari kencang dan lama akan membuat tubuh menjadi lebih cepat panas, oleh karena itu secara alamiah singa jantan memang tidak cocok untuk berburu. Begitulah secara “takdir” alam telah menciptakan singa betina untuk mengerjakan semuanya dari melahirkan anak hingga berburu mencari makan.

Nah, ketika si betina berburu, jikalau ia mempunyai anak, ia akan ‘menitipkannya’ kepada anggota kawanan singa lainnya termasuk si jantan. Walaupun tentu saja di antara singa pertanggungjawaban keselamatan si anak yang dititipkan tidak pernah bisa dijamin. Nah, ketika para betina sudah mendapatkan buruannya berupa kijang atau binatang-binatang lainnya, biasanya para betina membagi buruannya kepada si anak dan si jantan. Masalah selesai?? Tidak! Terkadang si jantan mengusir si betina dan anak-anaknya dan hasil buruan si betina hanya boleh dimakan oleh si jantan. Yang dilakukan si betina tentu bukan marah-marah dengan percakapan a la  sinetron:  “Dasar lu lelaki bisanya cuma makan doang! Cari makan sendiri dong !!”. Yang dilakukan si betina dan anak-anaknya hanya menunggu si jantan selesai makan lalu baru sisanya dimakan oleh si betina dan anak-anaknya. Atau bisa jadi juga si betina akan mencari buruan lagi untuk dimakannya. Walau begitu, tentu tidak ada dendam si betina kepada si jantan, besoknya si betina akan berburu lagi, dan hasil buruannya lagi-lagi akan dibagi kepada si jantan, dan kemungkinannya juga si betina akan diusir lagi. Begitulah seterusnya…. Oh malangnya jadi singa betina…. :mrgreen:

Bukan itu saja…… terkadang jikalau singa jantan lagi pedekate (pendekatan) sama seekor singa betina dan jikalau si singa betina itu punya anak, biasanya si singa betina ogah dipedekatein sama si jantan. Hal tersebut karena si betina sangat melindungi anak-anaknya dari binatang-binatang buas lainnya termasuk dari singa-singa lainnya sendiri. Nah, agar si jantan bisa pedekate sama si betina, tak segan-segan biasanya si jantan membunuh anak-anak si betina. Biasanya si betina akan melindungi anak-anaknya jikalau anak-anaknya diserang oleh seekor singa jantan. Namun hasilnya jarang yang sukses. Walaupun si betina sudah setiap hari latihan berburu, namun tetap saja biasanya si singa betina selalu gagal melindungi anak-anaknya manakala mereka diserang oleh seekor singa jantan. Karena memang pada kenyataannya singa jantan memang jauh lebih kuat daripada singa betina. Namun, namanya juga binatang, ketika anak-anak si betina sudah berhasil dibunuh oleh si jantan, si singa betina relatif cepat melupakan kematian anak-anaknya, bahkan seringkali si betina akhirnya malah mau dipedekatein oleh si jantan. Tentu saja lagi-lagi percakapan a la sinetron: “Kau seorang pembunuh! Aku tak mau menjadi kekasih seorang pembunuh!” tidak ada dalam kamus singa.

Nah segitu aja deh cerita dari saya kali ini. Tidak ada arti-arti filosofis yang dipaksa diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia dari cerita mengenai kehidupan singa ini dari saya. Namun kalau anda punya, ya silahkan saja utarakan untuk memperkaya artikel ini. Saya menulis artikel ini hanya karena dua hal:

  1. Karena saya lagi malas membuat artikel yang lebih serius.
  2. Anak kucing yang baru beberapa minggu kami pelihara tewas dimakan oleh seekor kucing jantan liar. Sisanya tinggal tulang-tulang sama ekornya saja. Dibunuhnya dan dimakannya di atas genting rumah pula ketika kami lengah. Yah, namanya juga binatang, kanibalisme di kalangan kucing memang terbilang cukup sering….
Iklan

22 responses to “Jeruk Makan Jeruk. Kucing Makan Kucing

  1. hmmm… kirain mau nyindir homo pak .. kekeke

  2. Wah… ternyata kehidupan Singa tidak seindah di film kartun “The Lion King”

  3. Kanibalisme memang sifat yang dimiliki hewan..tapi jangan sampai kanibalisme dimiliki manusia terulang kembali seperti (sumanto) hehee

  4. halah… judulnya manusiawi banget koq pak. contohnya saja di belantara rimba jakarta… tempat orang makan orang. kanibalisme memang merupakan salah satu konsep menyingkirkan saingan, atau upaya sadis untuk menjaga keamanan dan kenyamanan diri sendiri dan kepentingan pribadi/golongan. halal? tidak ada yang namanya kanibalisme itu halal atau dihalalkan.
    eh tapi dulu saya punya kucing habis ngelairin malah anaknya langsung dimakan sendiri, tapi ada juga yang sayang banget sama anaknya, sampe-sampe pas saya lewat di depannya aja dia sudah menggerung marah, seolah saya mau ganggu anaknya.

  5. pikiran saya sama dng mantan kyai dikirain mo nyindir hombreng hehe..

  6. entah saya lupa, dari mana infonya, sebenarnya induk yang memakan anaknya (dalam hal ini kucing) itu lebih karena mekanisme pertahanan hidup pak. Si induk lebih suka memangsa bayinya demi menjaga kestabilan. Si induk punya insting kalau bayinya dibiarkan hidup akan membuatnya lebih sengsara kalo sdh besar. entah itu penyakitan atau apa, yang jelas itu demi kebaikan bayinya sendiri.

    sayangnya saya lupa sumber infonya dari mana.

  7. nice info… saia setuju dengan pendapat saudara gempur. kucing memang mempunyai insting yang sangat kuat.

  8. kesimpulannya yang dapat ditarek… enak ga punya otak sebab ga mikir laen2 lagi.. cukup makan, kawin tidur dll doang
    hihihihih

  9. waaaa………. kok bisa samaan ya pak,
    aye juga paling sering nongkrongin animal planet n canel2 marga satwa gitulah hhh….

    kalo gi bosen liat animal ya ke fashion tv lah hehe….
    (gi males membuat komen yang lebih serius)

  10. @mantan kyai

    Huehehehe…. Kenapa emangnya?? Gimana perasaan sampeyan setelah mengetahui bahwa artikel ini tidak menyindir homo?? Kecewa atau lega?? :mrgreen:

    @kunderemp “an-narkaulipsiy” ratnawati hardjito

    Ya iyalah…. namanya juga film…. dikonsumsi anak2 pula…. dan juga lagian film semacam “Lion King” mungkin dimaksudkan untuk mengembangkan moral anak2 dan bukan untuk menggambarkan kehidupan singa sesungguhnya… 🙂

    @almuslimsurabaya

    Betul sekali. Jangan ada Sumanto dan Sumanti lainnya…. 🙂

    @Infinite Justice

    Iya sih…. memang kanibalisme bisa juga diartikan kiasan seperti yang anda gambarkan, tepat sekali. Banyak sekali memang gejala2 “kanibalisme” dalam kehidupan sosial kita.

    Wah… kalau saya kurang suka memelihara kucing wanita betina. Soalnya kalau beranak jadi repot…. 😦

    @Ag bint

    Ini juga. Kenapa jadinya?? Lega atau kecewa?? :mrgreen:

    @gempur

    Memang bisa jadi seperti itu. Bahkan saya juga melihat di acara TV “Pandamonium” di Animal Planet, Panda binatang yang bukan karnivora juga memakan anaknya terutama anaknya yang lahir mati.

    @wahyu

    Yah namanya juga kucing, insting yang kuat sebagai salah satu kompensasi fikiran yang kurang dalam dunia binatang….

    @almascatie

    Mau… nggak punya otak?? Nanti nggak bisa ngeblog dong… huehehehe…. :mrgreen:

    @hastu

    Mungkin karena wajah kita mirip2 seperti apa yang kita sering lihat di Animal Planet mangkannya kita suka nonton acara Animal Planet !! Wakakakak…..

    **jawaban komen yang ngasal pulak** :mrgreen:

  11. Untung saya tak jadi singa betina ya….hehehe

  12. singa betina yang nyari makan ya? bener2 emansisinga ya pak :mrgreen:
    *nyungsep*

  13. Singa memang jahat
    Pantas kita semua ga suka Rajasinga 😀

  14. Waduh nda seriusnya gini to pak???

  15. @edratna

    Kalau saya rugi nggak jadi singa jantan bu. Kalau jadi singa jantan kan enak tinggal ongkang2an aja bu… huehehehe…. ah nggak enak juga sih soalnya nggak punya otak juga… 😀

    *serius MODE ON*

    Tapi bu… walaupun singa betina melakukan pekerjaan berat, mereka patut ‘dihargai’ karena itu berarti singa2 betina melakukan peranan yang sangat besar bagi kelangsungan spesies mereka lebih dari singa jantan….

    @caleg partai blogger

    Itu kata orang Perancis namanya… L’exploitation de l’homme des lionnes par l’homme les lions. Alias penindasan manusia singa betina oleh manusia singa jantan… Huehehehe…..

    @achoey

    Kalau Singaraja gimana?? 😀

    @reallylife

    Kenapa?? Terlalu nggak serius?? 😀

  16. asyik infonya.
    sedihnya hidup sebagai seekor singa betina.
    tapi karena sudah sunnatullah, maka mereka anteng aja menjalaninya.
    cetak birunya udah mengalir di dalam darahnya kali, ya?

    kalau manusia betina yang dibegituin?
    weh, pasti udah meluncur script sinetron itu dari mulut ya, mas?
    pantes juga manusia betina itu bawel, seperti saya…
    buat jadi senjata. huehehe…

    • Yah begitulah… namanya juga binatang, sudah ditakdirkan untuk sifatnya seperti itu. Pasrah. Namun spesies mereka toh tetap terjaga…..

      Kalau manusia?? Wah… kompleks deh. Apalagi kalau sudah sama2 nggak mau mengalah dan tidak bisa berkooperasi, wah seringkali malah timbul kesulitan saja walaupun manusia juga diberi akal untuk memecahkan masalah kesulitan tersebut…..

  17. waaaah gile bener semuanya gara-gara singa, seolah-olah semua direpotin dg pola hidup singa, malah ada yang nyambung-nyambungin dgn hidup manusia.
    aku salut sama penulis singa ini, ikut terbawa emosi, he he he….
    keep writing man….

  18. Sy pernah liat seekor kucing jantan memakan anak kucing yg baru lahir, sadiz sekali pemandangannya’…
    Ternyata kucing itu tak selucu dan semanis penampilannya yah’

  19. 3 ekor anak kucing diasuh oleh 2 induk betina. Kucing dirumah beranak 3 ekor, anehnya diasuh juga oleh kucing betina lainnya (dari awal kelahiran), bergantian menyusui lagi, padahal induk betina yg tdk melahirkan (pede banget) tdk ada air susunya. Tadi sore hari selasa tgl 27/12/2011 sekitar jam 17.00 wibb., 1 anak kucing (yg belang 3) dimakan sama betina (bukan induk kandung) selanjutnya induk kandungnya ikut pula memakannya…kami sekeluarga sangat terkejut dgn kejadian ini (sebab diasuh 2 induk betina saja sudah hal yg Aneh). kenapa ya? kejadian kucing makan kucing senantiasa ada? tapi anak kucing diasuh 2 induk betina baru kini saya saksikan/alami/lihat sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s