Salespeople Bergentayangan……

Jikalau anda sering jalan-jalan ke mal-mal ataupun mungkin di manapun juga, anda tentu pernah merasa “sebal” karena tiba-tiba dicegat oleh seorang SPG ataupun SPM (Sales Promotion Man) yang tiba-tiba menawarkan sesuatu kepada anda yang mungkin tidak anda minati. Kalau saya bertemu dengan mereka, pilihannya hanya dua. Pertama langsung menjauhi dan berkata “tidak” kepada si SPG ataupun si SPM. Kedua, jikalau anda ingin sedikit berperikemanusiaan, maka anda akan meluangkan waktu sedikit saja untuk mendengarkan ocehan penejelasan si SPG ataupun si SPM mengenai barang-barang yang ditawarkan. Alternatif pertama, anda langsung “aman” dari jangkauan si SPG ataupun si SPM. Alternatif kedua, kemungkinannya anda semakin besar untuk “terperangkap” oleh penjelasan-penjelasan deskriptif si SPG/SPM. Nah, jikalau anda tidak tertarik dengan penjelasan-penjelasan desktiptif si SPG/SPM maka kemungkinan si SPG/SPM lama-kelamaan akan mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu jurus rayuan yang bahkan bisa agak sedikit memaksa. Bahkan ada kalanya si SPG ataupun si SPM ini akan sedikit menjelek-jelekkan produk pesaingnya agar anda mau membeli produknya. Tentu saja seringkali sesi ‘menjelek-jelekkan produk pesaing’ tersebut sangat tidak obyektif. Tetapi ya itulah pekrjaan salesman/salesgirl , walaupun namanya sudah diubah sekeren mungkin menjadi Sales Promotion Girl, account executive, dan lain sebagainya tetap saja inti pekerjaannya adalah bagaimana mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Tidak heran jika jurus rayuan dan sedikit pemaksaan terkadang dilakukan demi menggaet pembeli atau pelanggan. Bahkan tak jarang pula mereka memberikan informasi yang salah mengenai suatu produk yang mereka jual sendiri karena mereka sebenarnya kurang mengerti secara detail produk yang dijualnya. Mengenai servis purnajual?? Mereka pasti akan mengatakan yang bagus-bagus walaupun kenyataannya nanti bisa bertolakbelakang 180 derajad…….

Nah, menjelang pemilu ini, kita lihat banyak sekali salesman dan saleswoman bergentayangan di pohon-pohon, di tiang listrik, di tembok-tembok rumah,di pinggir-pinggir jalan dan sebagainya. Seperti halnya salespeople regular yang menjajakan barang dagangannya, mereka ini juga menjajakan sesuatu pada khayalak ramai. Ya, merekalah para caleg yang berjualan mempromosikan diri mereka dan partai mereka. Mengenai partai mungkin itu hanya untuk sekedar menaikkan nilai promosi diri mereka kepada masyarakat apalagi jikalau ditambah gambar-gambar tokoh-tokoh terkenal dalam partai tersebut, dengan begitu diharapkan nilai jual mereka bertambah…..

Nah, sebagai salespeople, tentu saja di hampir setiap kesempatan mereka selalu memuji-muji diri sendiri dan jikalau perlu menjelek-jelekkan produk pesaing mereka. Mengenai obyektivitas?? Ah… itu sih nomer sejuta. Mengenai layanan purnajual?? Yah… itu sih urusan nanti. Yang penting tugas mereka kini adalah menjual produk mereka alias menjual diri sendiri dan partainya.

Pemilu kini tinggal hitungan hari. Sudahkah anda menetapkan manakah pilihan salesman/saleswoman anda?? Tentu adalah hak anda untuk memilih mana salesman/saleswoman yang menurut anda terbaik untuk anda. Kalau anda kecewa dengan ‘ layanan purna jual’  mereka?? Yaa…. kesalahan ada di tangan anda juga karena anda mudah ditipu oleh itu salesman memilih salesman yang salah….. huehehehe……. :mrgreen:

Iklan

19 responses to “Salespeople Bergentayangan……

  1. permisi numpang komen
    ya..itung itung dari pada ngelamun mending nimbrung ama kalian 🙂
    salam

  2. Paling sebel ketemu seles yg nipu, bilangnya gratis ga tahunya ujung2nya disuruh beli sesuatu banyak dijumpai jg di mal2…

  3. Beberapa hari belakangan, setiap saya melewati sampah-sampah visual sepanjang jalan, saya jadi hobi nyanyi lho, Pak…”Ow ow syapa dia” *siyul-siyul*

    Saya heran ngga ketulungan, ada aja tingkahnya. Berkostum Superman lah, nebeng nama anaknya yang artislah, wis jan tobattt tobaaat. Well, secara marketing, mampu menimbulkan brand-awareness sih. Tapi, setelahnya, kita jadi : So what gitu loh??!

    Alhamdulillah saya sudah memutuskan apa dan siapa yang akan saya pilih untuk hajatan 3 hari lagi plus setengah tahun lagi. Ni juga setelah gembrobyos menerangi mereka 😆

  4. bukan menerangi, menerawangi maksudna…

  5. pak pak. saya punya blog isinya bagus bagus… ada gambar telanjang. ada artis setengah telanjang. sampai kyai seperempat telanjang juga ada .. kekekeke

    **latihan jadi SPB (sales promotion boy)**

  6. Hehehehe, apalagi klo spg spg gaming, wuih, manstap

  7. kalau ngomongin soal SPG beneran, saya paling males kalau baru masuk toko, udah dideketin trus ditanyain “Cari apa mas?”. pernah pas udah saya jawab; “Nggak, cuman liat-liat aja…”, tapi saya teteup diikutin, trus mbaknya masih teuteup keukeuh nawarin barang ini-itu suruh liat-dulu…

    dan kalau ngomongin soal SPG/SPM yang hobi mangkal di batang pohon, tiang listrik, tepi jalan dan tempat lain sejenisnya, saya belum kenal seorang pun dari mereka… jadi kalau nggak kenal, buat apa saya pilih mereka? berasa beli kucing dalam karung. meski dibilang didalam karung ada kucing dan bersuara meang-meong, belum tentu isinya kucing…

  8. cemana bisa menghindar dari salespeople pak.. kalo salesman kabur lha kalo caleg.. menghindar dari baliho ketemu spanduk, menghindar dari spanduk ketemu poster, menghindar dari poster ketemu sticker.. ga pengen keluar2 dari kamar ealah di samperin kartu nama ga tanggun2 lansung dibawha bantal argghhhhhhhhh
    😆

  9. untung gag di cegat sama wonder woman mas…

    bisa bisa kesemsem tuh dia liat kumis mas..

    hehe..

    salam kenal

  10. ..heeh.. kudu tetep eling lan waspada.. eh, gak nyambung ya ?

  11. @tukyman

    Nimbrung sama salesman?? ❓

    @Ag bint

    Loh, menurut para salesman itu bukan menipu tetapi itu bagian dari “strategi penjualan”! Huehehehe…. Kalau mereka dibilang menipu pasti pada protes! Coba aja! :mrgreen:

    @sanggita

    Kalau kita sudah milih, ternyata salah pilih (mudah2an sih jangan…), masalahnya si caleg nggak punya ‘help desk’ atau ‘service centre’ dsb. (Lah caleg apanya yang diservis yah?? Huehehehe….). Jadi kalau kita ternyata salah pilih sulit komplain ke mana… 😀

    @mantan kyai

    Weeeeeekz…. siapa yang mau lihat mantan kyai seperempat telanjang?? Wakakakakak……
    Kalau artis, masih mau deh… tapi saya nggak mau yang setengah atau seperempat telanjang, saya maunya yang \frac{1}{2}\sqrt{3} telanjang!! Hayo, bisa nggak?? :mrgreen:

    @Raffaell

    SPG = Sales Paling Gokil?? **halaah** nggak nyambung…. :mrgreen:

    @Infinite Justice

    Iya betul…. Jangankan kucing dalam karung, lha kucing yang beneran aja kita nggak tahu apa dia rabies atau nggak, apalagi kalau nemunya di jalan. Apalagi kucing dalam karung?? Di dalam karung bunyinya “ngeong” tapi pas dibuka bunyinya “Selamat siang oom….!!” suaranya genit tapi berat!! :mrgreen:

    @almascatie

    Kalau begitu tidur aja. Asal jangan mimpinya nggak tahunya mimpi tentang caleg juga…. huehehehe…. :mrgreen:

    @Ariel, FX

    Biarin deh kalau Wonder Woman-nya kesengsem sama kumisku. Asal jangan Wonder Woman-nya aja yang berkumis…. :mrgreen:

    @AriefDj™

    Huehehe… nyambung nggak nyambung yang penting eling lan waspada… 😀

  12. saya masi bingung mo milih sapa
    keknya milih partainya ajah 😀

  13. Hm nyontreng hati-hati sesuai hati,

  14. @fanz

    Sepertinya kalau saya ikut nyontreng juga ingin nyontreng partainya saja, nggak mau nyontreng calegnya…

    @Balisugar

    Nah… kalau hati mengatakan “nyontreng tidak nyontreng sama saja” jadinya gimana tuh?? Huehehehe…..

  15. Sales politik yang narsis habis! Masih mending spg/spm yg ada di mall…jelas barang yg di tawarkan, daripada sales yg nempel di pohon dan tiang listrik itu…janji-janji melulu…..

  16. Kalau lagi nggak stres, foto-foto yang ada sepanjang jalan merupakan hiburan tersendiri…apalagi bahasa nya lucu-lucu.
    Ssst…kurang dari 24 jam, pilihan masih bingung…mungkin setelah didalam kotak tempat pemilihan baru dipastikan.

  17. Mas yariNK….beda nyata antara SPG/SPM dan para caleg lebih pada isi pesan dan dinamikanya……kalau SPG/SPM jelas apa isi promosi yang disampaikannya plus rayuan mautnya (kalau perlu)……bisa ngobrol enaak dan santai atau bisa juga sih membosankan……sementara dengan caleg boro-boro….mereka hanya dalam bentuk tampilan barang mati….kita tidak tahu pesan visi dan misi serta programnya……kecil kemungkinannya bisa berdialog…..yang sama dari kedua prototipe itu adalah layanan purnajual……yakni sama-sama sering ingkar janji tentang mutu produk yang dijajakan ketika berpromosi……karena itu siap-siap saja dalam proses memilih caleg dilakukan dengan “berat hati”….ketika tak ada pilihan terbaik dari yang baik…..sama saja ketika SPG/SPM menjajakan suatu produk barang/jasa yang begitu banyak pilihan…….namun banyak yang tak bermutu……selamat pemilu…..

  18. weh, saya nggak akan tertipu dengan salesman/woman itu.
    sepertinya, malah mereka yang tertipu sama saya, huehehehe…

  19. @ammadis

    Ya…. itu dia…. SPG/SPM yang jualannya barangnya terkadang jelas saja sudah menyebalkan, kebayangkan SPG/SPM politik yang hanya diam di pohon, lebih menyebalkan lagi…. :mrgreen:

    @edratna

    Memang bu, gambar2 yang ada di jalan2, banyak yang lucu2 dan terkadang sangat menghibur, namun ya itu, misi utamanya untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat boleh dikatakan gagal total…..

    @sjafri mangkuprawira

    Betul prof….. tentu saja ada persamaan dan perbedaan antara SPM/SPG dan para caleg tersebut. Namun yang terpenting adalah jaminan layanan purnajual tentu saja. Dan itulah persamaannya. Rasanya ‘sia-sia’ jikalau kita merasa puas dengan informasi yang diberikan oleh si SPM/SPG namun begitu kita punya masalah dengan produk yang kita beli tersebut ternyata kita tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya…. 😦

    @goenoeng

    Huehehehe…. siip deh…. sebenarnya saya juga punya cukup banyak cerita bagaimana saya malah justru yang ‘mengerjai’ SPG/SPM itu. Kapan-kapan saya ceritakan insya Allah….. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s