Bumi Kita Semakin “Gemuk”……

earth_animated

Anda tentu telah mengenal atau minimal pernah mendengar tentang ilmuwan Inggris Sir Isaac Newton yang banyak berkontribusi dalam ilmu pengetahuan terutama dalam ilmu Fisika (dan matematika). Salah satu kontribusi Newton dalam ilmu Fisika adalah hukum pergerakan (law of motion) dan hukum gravitasinya (law of gravity). Menurut hukum pergerakan yang kedua dari Newton dikatakan bahwasannya besarnya gaya ( disimbolkan sebagai ‘F’) merupakan perkalian dari massa benda tersebut dan percepatannya atau dalam rumus sederhana diekspresikan sebagai: F = m.a. Gaya adalah segala ‘kekuatan’ yang dapat mengubah kecepatan dan arah dari benda yang bergerak. Ketika kita mendorong meja misalnya, maka kita memberikan gaya kepada meja tersebut sehingga meja tersebut dapat bergerak. Nah, ketika meja tersebut bergerak dari keadaan diam sebelumnya, maka meja tersebut telah mengalami suatu percepatan. Jikalau kita tengah mengendarai mobil, ketika kita menginjak pedal gas mobil agar kecepatan mobil kita bertambah, maka dikatakan mobil mengalami percepatan juga. Jadi percepatan adalah perubahan kecepatan (yang dialami sebuah benda) dalam (per) satuan waktu. Biasanya dihitung per detik.

Di bumi ini, setiap waktu kita selalu mengalami gaya yaitu berupa gaya tarik bumi. Gaya tarik bumi yang bekerja pada diri kita sehingga kita selalu menapak di bumi ini adalah sebesar percepatan gravitas bumi dikalikan massa (berat) tubuh kita. Satuan gaya tarik bumi adalah Newton (N). Sedangkan percepatan gravitasi bumi adalah 9,8 \frac{m}{s^{2}} atau ada yang membulatkannya sebagai 10 \frac{m}{s^{2}}. Jadi gaya tarik bumi yang bekerja pada seseorang yang berbobot 75 kg misalnya, adalah sebesar 75 kg dikali 9,8 \frac{m}{s^{2}} sama dengan 735 newton. Percepatan gravitasi bumi disimbolkan dengan ‘g’. Jadi, gaya tarik bumi yang bekerja pada tubuh kita adalah: F = m.g.

Pada hukum gravitasi (law of gravity) Newton juga dikatakan bahwa jika ada dua buah benda yang saling tarik menarik maka gaya gravitasi yang bekerja di antara keduanya bergantung dari massa (bobot) keduanya dan juga jarak antara kedua titik pusat benda tersebut. Jikalau dituliskan dalam bentuk rumus maka gaya gravitasi yang bekerja di antara keduanya adalah:

F \: = \: \frac{Gm_{1}m_{2}}{R^{2}}
F = Gaya gravitasi yang bekerja di antara kedua benda
m1 = massa benda pertama
m2 = massa benda kedua
R = Jarak antara kedua titik pusat benda
G = Tetapan gravitasi universal = 6,67 x 10-11 \frac{N \: m^{2}}{kg^{2}}

Nah, andaikan misalnya ada sebuah bola tenis atau apel yang berada di permukaan tanah atau di permukaan bumi, maka gaya tarik bumi yang bekerja pada bola tenisย  dan gaya gravitasi yang bekerja di antara bola tenis dan bumi ternyata sama. Nah, dari kedua rumus di atas kita dapat mencari massa atau bobot bumi. Misalkan m1 adalah massa bola tenis sedangkan m2 adalah massa bumi yang ingin kita cari, maka:

m_{1}\:g = \frac{Gm_{1}m_{2}}{R^{2}}

m1 bisa dicoret dari persamaan tersebut.
R adalah jarak antara titik pusat bumi dan titik pusat bola tenis. Namun karena jarak antara permukaan bumi ke titik pusat bola tenis jauh lebih kecil dibandingkan jarak titik pusat bumi ke permukaan bumi (yang merupakan jari-jari bumi) maka jarak antara permukaan bumi dan titik pusat bola tenis bisa diabaikan. Jari-jari bumi adalah 6,4 x 106 m.

Persamaan di atas menjadi:

m_{2} = \frac{(9,8\frac{m}{s^2})(6,4 \times 10^6m)^2}{6,67 \times 10^{-11} \frac{N\: m^2}{kg^2}} \approx 6 x 1024 kg.

Kini diketahui bahwasannya masa (bobot) bumi adalah 6 x 1024 kg. Sudah selesaikah pembahasan topik kita? Belum! Karena ternyata bumi kita setiap hari bertambah “gemuk” seberat 20 ton sehari! Ya, hal tersebut dikarenakan setiap hari bumi kita kejatuhan meteor, meteorit dan juga debu-debu kosmis yang bertebaran di luar angkasa ini. Dan menurut para ahli material-material luar angkasa yang menghujam bumi kita ini rata-rata setiap hari adalah 20 ton, membuat bumi kita setiap hari semakin bertambah gemuk seberat 20 ton. Kini pertanyaannya adalah dalam berapa tahun bumi kita akan menjadi dua kali bobotnya yang sekarang jika setiap hari ia bertambah “gemuk” seberat 20 ton (= 20.000 kg)? Maka jawabannya adalah:

6 \times 10^{24} kg \times \frac{1\: tahun}{365\: hari} \times \frac{1\: hari}{20.000 \: kg} \approx 8,22 x 1017 tahun.

Jadi bumi akan mencapai dua kali bobotnya yang sekarang kira-kira dalam waktu 822.000.000.000.000.000 tahun! Sedangkan menurut para ahli usia bumi kita baru 4,5 milyar (4.500.000.000) tahun. Jadi apa yang bisa disimpulkan dari fakta usia bumi dan lamanya waktu yang dicapai bumi untuk bertambah bobotnya sebesar dua kali tersebut? Ya betul! Berarti ketika bumi kita pada saat pertama kali terbentuk 4,5 milyar tahun yang lalu, sebagian besar materialnya (>99,99999%) sudah terbentuk. Anda dengan mudah dapat menghitungnya sendiri tentu saja……

18 responses to “Bumi Kita Semakin “Gemuk”……

  1. Wah..Bagus postingannya..
    Saya suka yang kaya ginian..

  2. tidaaak!!!
    mata saya mendadak sakit lihat rumus fisika… D:

  3. kalo gitu buminya perlu diet sedikit ya mas? hehe..

  4. Itu disebabkan gedung-gedung yang menjulang tinggi sekarang ini !!!!

  5. @MNXZone

    Oke thanks juga atas kunjungannya…๐Ÿ™‚

    @sally

    Huehehe…. padahal sebenarnya nggak terlalu sulit loh asal niat mbacanya…:mrgreen:

    @Ag bint

    Sebabnya bumi nggak bisa “boker”, mangkannya dia tambah gemuk terus. Tapi untungnya 20 ton per hari sebenarnya bukan ukuran yang berarti bagi bumi kita ini…๐Ÿ˜€

    @nelson

    Ya nggak lah…. soalnya gedung-gedung yang menjulang tinggi itu semua bahan2nya juga berasal dari bumi. Jadi setiap ada satu gedung yang menjulang tinggi maka bobot bumi juga berkurang sebesar bobot gedung pencakar langit tersebut. Jadinya impas kan?? Tapi komennya bagus sebenarnya…. terims ya.๐Ÿ™‚

  6. Nangka beton harum terbugkus
    Sir Isac Newton memang Genius

  7. waktunya bumi diminumi pencahar. biar kurusan…
    doh maaf pak yari. saya gak paham rumus-rumus yang beginian. tapi sayang juga kalau saya gak komen (heheheh)

  8. 20 ton/hari itu kalo pake nimbun selat Sunda butuh berapa lama ya? Biar distribusi barang dari Jawa ke Sumatra lebih lancar tanpa pake ferry!:mrgreen:

  9. kalo makin gemuk apa daya gravitasi ikut berkurang? khan berat tuh nariknya..hee

  10. waduuh…. layar leptob-ku redup gara2 ngliat si rumit fisika…
    mumetttt mode on..

  11. Teori Abang Newton yang itu sepertinya msh perlu diperdebatkan, kalau bumi mmg bs bertambah massanya karena percepatan, yg jd pertanyaan, drmana sumber massanya? Dari beton?

    Keseimbangan massa-energi bs terganggu.

  12. hehehehe.. apakah ini adalah jawaban kenapa manusia bertambah kerdil tiap pergantian zaman?

  13. Menurut hukum II Newton, gaya tarik menarik antara dua benda tergantung pada massanya, Maka jika massa bumi semakin besar, dan benda-benda langit yang lain juga mengalami hal yang sama, maka gaya tariknya akan semakin kuat juga. Suatu saat, karena kuatnya gaya tarik-menarik ini, mungkin saja benda-benda langit akan saling bertabrakan. Itukah yang disebut kiamat? Masuk akal juga sih …

  14. @ubadbmarko

    Alangkah harumnya durian Bangkok
    Pantun ubadbmarko boleh juga kok!:mrgreen:

    @mantan kyai

    Wah… mas ardyansah sering dikasih pencahar ya?? Tapi yang keluar cuma kentut dan cacingnya aja mas??:mrgreen:

    @jensen99

    Sekalian aja buat nutupin seluruh laut di Indonesia. Jadinya distribusi antar seluruh pulau di Indonesia jadi lancar semua! mrgreen

    @boyin

    Kalau massa planet semakin besar, gravitasinya cenderung semakin besar dong… ๐Ÿ™‚

    @muhamaze

    Mungkin laptop-nya harus diajarin berhitung dulu kali… huehehe…..

    @Skydrugz

    Lah….hmm…. mungkin anda salah baca…. bumi bertambah massanya bukan karena percepatannya tetapi karena material dari luar angkasa yang menghujam ke bumi….๐Ÿ™‚

    @ardianzzz

    Wah… itu sih….kayaknya ranah sastra bukan ranah fisika…:mrgreen:

    @tutinonka

    Dalam keadaan normal seperti pada kasus bumi di atas, debu-debu kosmik dan meteorit2 yang jatuh ke bumi mungkin baru akan mengubah momentum bumi setelah waktu yang sangat lama sekali, sehingga untuk sementara masih aman. Kecuali jika ada planet yang cukup besar yang langsung menabrak bumi dan mengubah momentum bumi, nah mungkin itu ceritanya bisa lain….๐Ÿ™‚

  15. Ada nggak ahli yang mencoba menghitung jarak antara bumi dan matahari ketika mulai tercipta dan jarak sekarang ?..Kalo bumi semakin gemuk Logikanya mesti lebih pendek, karena kecematan mengitari mengitari matahari melambat…..dus sentripetal akan lebih besar dibandingkan sentrifugalnya…

    • Biarpun bumi semakin ‘gemuk’ tetapi kegemukan itu berjalan lambat sekali, seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa ketika pertama kali bumi SELESAI terbentuk 4,5 milyar tahun yang lalu sekalipun massa bumi kita sudah >99,99999% dari massa bumi kita sekarang, jadi sangat lambat sekali dan bisa diabaikan kegemukan bumi kita ini. Gaya sentripetal ‘hanya bekerja’ pada benda2 di bumi yang lintasannya berbentuk lingkaran sempurna. Sementara di luar angkasa yang berlaku adalah gaya gravitasi dan lintasan planet berbentuk elips bukan lingkaran sempurna. Atau lebih tepatnya adalah gaya sentripetal yang bekerja pada orbit planet2 ‘berbeda’ dengan gaya sentripetal yang bekerja jikalau kita memutar2 suatu benda dengan tali misalnya.

  16. Bumi gemuk , dan pejabatnya juga makin gemuk jadi seimbang lah.. huss aaahhhh๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s