Jangan Seperti Tinta Pemilu yang Cepat Pudar…

Tinta pemilu pada jari saya, saya cuci dengan sabun cair Astonish buatan UK. Hanya sepuluh menit saja tinta tersebut telah hilang dari kulit jari saya. Hanya yang di kuku dan kulit di bawah kuku saja yang tintanya susah dihilangkan.

Tinta pemilu pada jari saya, saya cuci dengan sabun cair Astonish buatan UK. Hanya sepuluh menit saja tinta tersebut telah hilang dari kulit jari saya. Hanya yang di kuku dan kulit di bawah kuku saja yang tintanya susah dihilangkan.

Pilpres telah berlalu kemarin. Masing-masing pemilih telah menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani masing-masing dan/atau pertimbangan-pertimbangan lainnya. Tentu sebagian anda ada yang mencontreng dan ada juga yang tidak mencontreng. Yang tidak mencontrengpun tentu juga ada pertimbangan masing-masing ataupun mungkin juga terjegal oleh agenda yang padat atau masalah administrasi DPT. Tidak mengapa. Yang tidak mencontrengpun tentu saja tidak bisa dianggap begitu saja sebagai warga negara yang kurang baik karena ada berjuta cara untuk menunjukkan bahwa kita adalah warga negara yang baik.

Saya berangkat ke TPS tepat pukul 8.00 WIB bersama istri dan seorang teman yang indekos dekat rumah saya yang cukup rajin berkomentar di blog ini tapi nggak punya blog. Anak-anak (yang masih tidur) dan dua orang asisten rumah tangga menjaga rumah. Karena jarak TPSΒ  hanya Β±800 yard (>750 meter) dan hari masih pagi (hari libur pula) tadinya saya berharap bisa berjalan kaki menuju TPS sekalian berolahraga. Namun karena kalah suara (dua lawan satu) akhirnya kami bertiga naik mobil menuju TPS…..πŸ˜› Untung saja hari masih pagi, dan belum pemilih banyak yang antri. Kami bertiga mendapat nomor panggilan di bawah 20. Tidak seperti pileg lalu, pada pilpres kali ini semua berjalan dengan cepat, setiap pemilih membutuhkan waktu kurang dari semenit untuk mencontreng pilihannya. Setelah mencelupkan jari ke dalam tinta tanpaΒ  berfikir panjang kami bergegas pulang. Seluruh proses, dari pemanggilan hingga mencelupkan jari ke dalam tinta, memakan waktu tidak lebih dari 10 menit saja.

Pilihan saya berbeda dengan pilihan istri dan teman saya. Mereka memilih nomor dua, saya memilih nomor tiga!! Bagi kami, tidak malu-malu untuk mengutarakan pilihan masing-masing. Walau pilihan berbeda namun bukan berarti harus berakhir dengan adu argumentasi, masing-masing mengapresiasi argumen masing-masing dalam menentukan pilihan. Apalagi saya sangat senang dengan perbedaan pendapat (untuk hal-hal yang non-eksakta tentu saja!) yang berkembang di sekitar lingkungan saya asal masing-masing saling menghargai dan tidak saling menjatuhkan (beradu argumen untuk hal-hal yang non-eksakta tentu juga bukan merupakan tabu bagi saya tetapi tetap obyektif dan tidak bergeser pada hal-hal yang subyektif).

Seperti yang kita ketahui bersama, melalui Quick Count, sudah bisa ditebak pasangan mana yang menjadi pemenang. Pasangan yang saya pilih ternyata kalah dan terpuruk di tempat terakhir. Ya, tidak mengapa. Pada dasarnya tentu saja demokrasi itu adalah siap menerima sesuatu yang tidak kita suka, bukan hanya ‘mewajibkan’ orang lain menerima apa yang kita suka. Saya ikut mengucapkan selamat aja deh buat pasangan capres dan cawapres yang menang. Bagi yang kalah, mudah-mudahan bisa menjadi oposisi yang baik. Oposisi yang baik di sini bukan hanya membabibuta mengkritik pemerintah tetapi lebih pada kombinasi daripada mendukung program-program pemerintah dan sekaligus mengkritik program-program pemerintah secara proporsional. Jadi bagi yang menang jadilah pemerintah yang baik yang tetap menjaga kepentingan rakyat yang telah memilihnya dan jangan lupa dengan janji-janji semasa kampanye. Juga bagi yang beroposisi, jadilah pula oposisi yang baik. Tetap pula tidak melupakan janji-janjinya semasa kampanye dengan tetap memperjuangkan suara-suara rakyat yang direpresentasikannya. Jadi bagi pemerintah dan bagi oposisi tetaplah memegang janji-janjinya. Janganlah janji-janji tersebut cepat memudar secepat pudarnya tinta pemilu pada jari kita yang kualitasnya rendah…..

39 responses to “Jangan Seperti Tinta Pemilu yang Cepat Pudar…

  1. Ini dia demokrat sejati. Tidak takut berbeda.
    Hebat boss… salam kenal.

  2. Walaupun pilihan kita berbeda Pak,…. tapi saya sangat setuju dengan kalimat terkahir Bapak “Janganlah janji-janji tersebut cepat memudar secepat pudarnya tinta pemilu pada jari kita yang kualitasnya rendah…” semoga Pak,….

  3. Ah iya, tintanya cepat pudar, kayaknya perusahaan pemenang tender tinta pemilu ngambil untungnya kebanyakan nihπŸ˜†

    Wah, sama Pak, saya juga pilih nomer 3. Saya kecewa banget nih, kok ternyata cuma dapet segitu😦

  4. Mungkin udah di set untuk ilang dalam 1 hari pak, punya saya juga gitu, hehehehe kalo jaman dulu berhari hari baru ilang

  5. ini pabrik tintanya punya jk pak. lebih cepat (pudar) lebih baik.. hihihi

  6. gak ikut milih sihh… tapi seru juga ngeliat bapak-bapak ngitung suara.

    bahkan sampe ada yang teriak ‘LANJUTKAANN!!’ yang kedengeran sampe kampung sebelah. hehehe…

    truuss… di TPS banyak makanan pula. asik deh…
    pemilu selanjutnya gw bakalan ikut! yeah~

  7. Jangan-jangan uang buat produksi tintanya dikorupsi, jadinya ya kek gitu kualitasnya

  8. Saya kemaren nggak ikutan nyontreng…πŸ˜€

  9. wah pake produk luar negeri nih pak….:mrgreen:

  10. iya nih tintanya rada aneh….
    cepet luntur….
    harusnya diganti pake cat rambut kali yah dan dirambut ditaronye yak….. (biar rame….πŸ˜€ )

  11. LANJUTKANNNNNNN….. 60% suara….
    mantap,,,,

    tinta untuk pemilu bisa dijadikan PR bagi pemerintah untuk 5 tahun kedepan, semog dengan adanya tulisan ini bisa dijadikan bahan pertimbangan lebih lanjut

  12. Semoga saja pemilu kali ini menghasilkan pemerintahan yang janji-janjinya tidak seperti tinta pemilu.

    Apapun pilihan politik, yang ptg, jangan gebuk2an.

    Nb:preferensi politik di negara ini mirip org jatuh cinta.

  13. @jack

    Ya… terima kasih…. salam kenal juga…πŸ™‚

    @avartara

    Pilihan boleh berbeda…. tetapi tetap dalam kerangka keutuhan kesatuan nasional..πŸ˜€

    @maxbreaker

    Jangan-jangan(sangking perusahaan tintanya mau dapet untung banyak) yang dipakai itu cuma tinta cumi-cumi aja yang dioplos sama air, mangkannya cepet ilang. Huehuehue…

    Iya nih…. bahkan menurut real count sementara sampai saat ini masih di bawah 10%😦

    @Raffaell

    Huehuehue… mending satu hari. Lha ini 10 menit dibilas pakai Astonish udah ilang kok…..πŸ˜€

    @ardyansah

    Tapi bisa saja tintanya punya SBY:

    “Lanjutkan (pemakaian tinta murahan)!” Heuheuheu…:mrgreen:

    @diazhandsome

    Wah… asyik dong banyak makanannya. Asal jangan makan angin sama makan ati aja ya??:mrgreen:

    @buJaNG

    Nggak tahu deh. Aturan mungkin tintanya tinta Parker kali ya??:mrgreen:

    @mamas86

    Tapi bukan nyontreng daftar belanjaan di rumah kan??:mrgreen:

    @aRuL

    Huehuehue…. yah begitulah saya selalu berada di tengah. Tidak terlalu bangga dengan produk luar tetapi juga tidak memanjakan membabibuta produk dalam negeri.πŸ˜€

    Tapi kan, beli sabun Astonish-nya juga di supermarket sini juga. Jadi juga ikut menggunakan produk dalam negeri (supermarketnya) juga kan?? Minimal supaya pekerjanya nggak di-PHK karena bangkrut supermarketnya.. **mode NGELES ON**:mrgreen:

    @ridhobustami

    Daripada rambutnya sekalian aja mukanya dicelupin di tinta. Ya kan?? Huehuehue….πŸ˜†

    @alfaroby

    Mungkin lima tahun lagi…. tulisan ini sudah dilupakan….:mrgreen:

    @Skydrugz

    Preferensi politik mirip orang jatuh cinta kayak gimana ya?? Maksudnya selalu berkoalisi dengan pemenang pemilu, gitu?? Atau sering gonta-ganti koalisi??πŸ˜€

  14. iya, seru dah. apalagi bapak-bapaknya itu lhoo… sampe argumen-argumen ‘kenapa SBY menang’ segala. hehehe…

    makan ati? jangan deh… jeroan sih!

  15. hehehe…di rumah, masing-masing juga mempunyai pilihan sendiri-sendiri…..demokrasi kan perlu ditegakkan.
    Iya, pilpres ini lebih tenang dan lebih cepat, mungkin karena yang dipilih hanya satu…bukan tiga kertas suara seperti pemilu legislatif.
    Dan tiap hari sudah diberondong iklan, juga debat capres maupun cawapres. Bahkan TPS di dekat rumah saya, yang hanya berjarak tiga rumah relatif sepi.

  16. Pemenang juga harus siap menang juga kalah.
    Kalo tidak menang berarti ada yang lebih baik darinya.

    Legowo menerima kekalahan, tidak perlu mengungkit-ungkit DPT dan mencari kesalahan.

    Salut buat pak JKπŸ˜€

  17. Saya suka kalimat bapak …
    “Bagi yang kalah, mudah-mudahan bisa menjadi oposisi yang baik. Oposisi yang baik di sini bukan hanya membabibuta mengkritik pemerintah tetapi lebih pada kombinasi daripada mendukung program-program pemerintah dan sekaligus mengkritik program-program pemerintah secara proporsional”

    Betul sekali ini pak …
    sehingga kita disuguhi suatu aktifitas berpolitik yang elegant dan terhormat

    Salam saya

  18. ciee cieee, nyontreng yach omπŸ™‚

  19. Lah, kalo ga ilang-ilang ntar malah bingung dan protes.:mrgreen: Yang pileg kemarin gimana tintanya, Om?

  20. Dari pengalaman ini, makanya selama pendidikan siswa perlu diajarkan menghadapi kegagalan dan berjuang mencari solusinya. Sehingga ketika dewasa menjadi pemimpin yang bijaksana, berani beda dan berani gagal.
    Salam kenal.

  21. Maaf, sob OOT..
    Mohon dukung saya di Contest ngeTop ngeTren ya…
    caranya dgn memberi komentar pada postingan saya..
    Thanks yaa..

  22. Huuuuwaaaakaakakakak.. beda ama nyang lima tahun kemaren sampai berhari hari baru hilangnya
    Salam Sayang

  23. seep deh…
    berbeda tetapi tetap satu tujuan…
    setiap individu pasti memiliki pandangan yang berbeda…
    dengan menghargai masing2 pilihannya.
    semoga saja perbedaan yang terjadi pada keluarga akang bisa dijadikan contoh oleh masyarakat banyak, yang sebagian berdebat perbedaan dengan kekerasan. ffuuuuhhh….
    dah ga jaman…

    nice post boss…

    salam kenalπŸ˜€
    Stop
    Dreaming Start Action

  24. HALLLOOOOOO.. KEMANA SI ABANG.. HABIS MALAM MINGGUAN YAAAAA
    SALAM SAYANG

  25. SUWPER sekalee!
    ga niat nyalonin juga?
    hehehe

    salam kenal yak!

  26. Saya juga pengennya milih nomer tiga, tapi ternyata ga bisa nyontreng.
    Yah, LANJUTKAN tanpa JK! Jadinya LANUTAN, hehehe.

  27. Tinta Pilpres kali gak begitu cepat pudar …setidaknya masih ada sisa2nya sampai hari ke-3..πŸ˜€

  28. Mudah2an para pendukung dan capres/cawapres yang kalah juga bisa legowo kayak Pak Yari nih..

    Harapan bapak, harapan saya juga dan pastinya harapan kita semua: janji-janji capres/cawapres terpilih selama kampanye jangan pernah luntur sampai bulan ke 60 pemerintahannya.. Bahkan janji-janji capres yang kalah, sekiranya bagus dan layak untuk diangkat, pun sebaiknya dilaksanakan oleh si terpilih. Lanjutkan!!

  29. Waaakaakakakak.. kemana bang Yari neeeeh.. kangen saya sama kumisnya
    Salam Sayang

  30. @diazhandsome

    Oooo…. nggak suka jerohan ya?? Tapi makan ati bukan selalu berarti makan jerohan loh….πŸ˜€

    @edratna

    Betul bu. Demokrasi harus ditegakkan. Perbedaan pilihan bukan berarti kita harus gontok2an. Justru kita belajar menghargai perbedaan pilihan. Dan jangan malu2 untuk mengutarakan pilihannya dan tak perlu dirahasiakan..πŸ˜€

    @tukangobatbersahaja

    Yah…. begitulah…. harus siap menang, harus siap kalah dengan hati besar. Namun, SBY belum menang loh, dalam arti kata, kita tunggu lima tahun mendatang. Jikalau rakyat menilai kinerjanya membaik dan keadaan negara kita membaik, nah baru dapat dikatakan bahwa SBY-Boediono adalah pemenang ‘sesungguhnya’…. Jangan cuma menang pilpres saja, tetapi juga harus menang dalam membangun bangsa ini. Begitu kan?πŸ™‚

    @nh18

    Elegan, terhormat dan tentu saja juga tidak munafik….πŸ™‚

    @Bisnis Online

    Kenapa?? Nggak nyontreng ya??:mrgreen:

    @Alias

    Yang pileg kemarin, agak bertahan sedikit, tetapi tinta pileg kemarin tidak saya cuci dengan Astonish, jadinya belum bisa diambil kesimpulan bakunya. Huehuehue…

    @Puspita W.

    Yang penting ketika gagal diusahakan agar kegagalan itu berdampak minimum bagi orang banyak. Nah, di sini bukan hanya pemimpin yang harus belajar, tetapi juga rakyatnya yang harus belajar. Belajar berbagai macam hal, termasuk belajar memilih pemimpin seobyektif mungkin bukan hanya semata2 figur subyektif.πŸ™‚

    @Irfan

    Oke… akan saya usahakan tetapi saya tidak janji ya.πŸ™‚

    @KangBoed

    Saya yakin lima tahun yang lalu, tintanya nggak hilang2 di jari KangBoed karena waktu itu kangBoed-nya juga nggak mandi selama berhari2. Wakakakakak….. **kabooor**

    @deady

    Wah… ini fans-nya Mario Teguh ya??πŸ˜€

    Nyalonin jadi apa?? Jadi ketua RT??:mrgreen:

    @sittirasuna

    Kalau lanjutkan dengan BOEDIONO jadi gimana?? Kepanjangan ya??πŸ˜€

    @sylviapoe3

    Walaaah…. punya saya 10 menit saya gosok pakai Astonish udah hilang kecuali yang di kuku dan yang masuk di kulit di bawah kuku..πŸ˜€

    @Anderson

    Bagi saya…. pilihan saya kalah ya tidak mengapa. Lagipula, yang menang belum tentu yang terbaik juga. (Walaupun pilihan saya juga belum tentu yang terbaik). Untuk menilai siapa yang terbaik tentu tidak mudah dan butuh kriteria yang sangat seksama….πŸ™‚

  31. Hehehe..pilihannya sama nih Om…Lebih cepat lebih baik…
    Kalah menang biasa, gimana caranya menghadapi kekalahan itu aja…
    Dan yang menang jg belum tentu yg terbaik…Indonesia gitu loh…:P

    http://tinyurl.com/kuekering

  32. demi sebuah suara, saya rela dikirim ke sana ke mari oleh TPS karena alasan tidak terdaftar sebagai DPT. disuruh menjemput sendiri pula formulis C4 di kelurahan sebagai tiket mencontreng. anyway, toh saya akhirnya tetap melunaskan hak saya dalam pilpres ini.

    setuju, mas yari. menjadi pihak oposisi bukan berarti semata-mata mengkritik, namun juga harus mampu mendukung kebijakan yang baik dan memberi penguatan. toh semua demi kepentingan bangsa dan negara kita juga.

  33. @Dita

    Mudah2an yang kalah dan yang menang bisa tetap bekerjasama dalam kerangka nasionalisme yang utuh…

    @marshmallow

    Huehehe… memang sih kita sepatutnya menghargai atmosfir demokrasi yang berkembang cukup baik di negeri ini dengan ikut memberikan suara. Tetapi memang terkadang prosedurnya, apalagi jikalau yang tidak terdaftar di DPT, memang menyebalkan dan merepotkan. Kalau kita sudah berusaha keras tapi tetap tidak bisa mencontreng, ya tidak apa2 juga menurut saya, yang penting niat kita untuk ‘menjayakan’ demokrasi di negeri kita… **halaah**:mrgreen:

  34. Apa kabar kang Yari?
    Tinta pemilu mudah dihilangkan kok, cukup pakai sabun colek atau sunlight cair, lenyap deh.

  35. contreng gak contreng sama aja. orang kecil tetap dibebani harga sembako yg semakin melangit……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s