Organik…

Menurut hampir seluruh kamus Bahasa Inggris yang dapat kita temukan di pasaran maupun online, kata “organik” (organic) mempunyai berbagai macam arti. Tidak perlu saya copy-paste di sini karena anda dengan mudah dapat menemukannya arti kata tersebut online. Namun organik yang saya maksudkan sebagai judul di atas adalah organik yang berarti “berasal dari makhluk hidup”. Nah, dalam kaitannya dengan “makhluk hidup” kata organik itu sendiri masih terbagi lagi menjadi berbagai macam pengertian. Pengertian pertama adalah kata organik yang semisal berada pada frase “pupuk organik (gambar samping)”. Pengertian organik di sini adalah benar-benar orisinal yaitu yang memang berasal dari makhluk hidup. Ya, pupuk tersebut memang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup ataupun yang berasal dari sampah-sampah yang dikeluarkan oleh makhluk hidup. Pengertian kedua adalah kata organik semisal dalam frase “makanan organik”. Ya, kata organik di dalam frase “makanan organik” mengandung makna bahwa makanan tersebut tumbuh di tempat asalnya tanpa pestisida sintetis ataupun pupuk sintetis. Jadi pupuk yang dipakai untuk menanam sayuran tersebut semuanya berasal dari pupuk organik. Atau jika makanan organik tersebut berupa daging sapi organik, sapi tersebut dibesarkan tanpa obat-obatan sintetis dan hanya memakan tumbuhan organik saja. Nah, pengertian yang ketiga adalah kata organik dalam frase “kimia organik”. Kimia organik di sini adalah berarti “kimia karbon” atau kimia yang mengandung rantai karbon. Loh, kok nggak ada sangkut pautnya dengan makhluk hidup??

Begini ceritanya, pada awal abad ke-19, para ahli kimia masih mempercayai bahwa zat-zat (bio)kimia yang ada dalam tubuh kita dan makhluk hidup lainnya bersifat unik dan tidak tunduk pada kaidah-kaidah ataupun hukum-hukum kimia inorganik yang dihasilkan dari laboratorium-laboratorium kimia. Para ahli juga percaya bahwa nyawa atau jiwalah yang menyebabkan zat-zat (bio)kimia yang ada di dalam tubuh makhluk hidup dan zat-zat kimia inorganik menjadi sangat berbeda dan seolah-olah zat biokimia tubuh sama sekali berada di luar jangkauan ilmu kimiaย  pada waktu itu.

Namun, semuanya berubah ketika pada tahun 1828, seorang ahli kimia Jerman bernama Friedrich Wรถhler berhasil mensintesis urea yang banyak ditemukan dalam urin (air kencing) dari ammonium sianat (NH4(NCO)) yang merupakan senyawa inorganik. Sejak itu, semakin banyak senyawa organik yang ternyata bisa disintesis (dibuat) di laboratorium. Hal ini tentu saja menggugurkan ‘teori’ bahwa kimia organik yang berasal dari makhluk hidup berbeda dengan kimia inorganik yang berasal dari benda mati. Perlu diketahui bahwa zat-zat organik dari makhluk hidup ini banyak ‘didominasi’ oleh rantai karbon. Untuk itu, kimia organik kini lebih populer dengan sebutan kimia karbon.

Bahkan kini, pada kimia karbon modern, bukan hanya senyawa-senyawa dari makhluk hidup saja yang kini termasuk dalam kimia karbon atau kimia organik. Bahkan senyawa-senyawa sintetis yang tidak pernah ada dalam tubuh makhluk hidup seperti plastikpun (plastik adalah polimer yang sarat dengan rantai karbon) kini masuk di dalam ranah kimia karbon atau kimia organik ini!!

15 responses to “Organik…

  1. jadinya sekarang kalo mo bikin pupuk urea ga perlu lagi harus ngumpulin kencing orang dulu.. hehe..

  2. sekarang orang kaya di hotel mintanya semua serba organic..telur organic, susu organic..bingung aku ..itu apaan yah..tapi sekarang rada ngertilah…

  3. nah, ini adalah salah satu dampak perkembangan ilmu pengetahuan. sama halnya dengan penamaan latin untuk makhluk hidup. semakin ditemukan susunan DNA sebuah organisme, maka semakin terbuka kemungkinan untuk mengubah nomenklaturnya, padahal nama-nama latin tertentu sudah sangat familiar digunakan. seperti nyamuk Aedes albopictus yang ternyata ditemukan masuk dalam genus stegomyia. akhirnya banyak ahli menolak mengganti namanya menjadi Stegomyia albopicta karena sudah terlalu akrab dengan nama lama. hehe… *info gak penting*

  4. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang โ€˜tuk Sahabatku

  5. Juragan Yari masih sibuk mulu yaaaaaaaa.. waduuuuh duitnya sampai banyak begono traktir dunk
    Salam Sayang

  6. memang benar, ilmu pengetahuan dan teknologi memang sudah canggih, bahkan dosen saya pernah bilang bahwa di tubuh manusia mengandung emas, walaupun itu kandunganya kecil banget….

  7. bahan makanan organik jadi mahal ya sekarang. padahal, di kampung dulu; saat padi gunung masih bebas pupuk anorganik, ayam2 ga disuntik macam2, sayur2 ga pake pestisida; makanan organik biasa saja. mungkin itu sebabnya orang kampung lebih tahan sakit dibandingkan orang kota…

  8. wahh berarti sayur, buah buahan yang ada embel embel organiknya belum tentu baik yak……

  9. @Ag bint

    Ho’oh kan jadinya nggak najis katanya menurut para ahli agama, kalau bikin urea yang nggak dari air kencing. Padahal menurut ahli kimia, urea di mana2 sama baik yang dari kencing maupun yang sintetis. Mana yang benar?? Walahualam lah….๐Ÿ˜€

    @boyin

    Iya mas boyin…. produk organik memang serba mahal… karena overhead dan labour cost-nya lebih tinggi, belum lagi produk2 organik lebih tidak efisien dalam menghasilkan karena secara teknik pemeliharaannya agar ia tidak gugur sebagai produk organik memang agak sulit dan agak rese… terutama di zaman sekarang ketika kita dikepung oleh produk2 sintetis..๐Ÿ™‚

    Btw… mas boyin… aku kok nggak bisa ngakses blog sampeyan?? Kenapa ya??๐Ÿ˜ฆ

    @marshmallow

    Sekarang saja, sudah nampak perubahan nomenklatura pada penamaan makhluk hidup. Dulu kita bernama Homo sapiens saja, sekarang sudah ada subspesiesnya menjadi Homo sapiens sapiens. Dulu simpanse bonobo di Kongo dikatakan satu spesies dengan simpanse biasa ternyata setelah ada kemajuan uji DNA, mereka adalah spesies yang berbeda…. Apa mungkin nanti2nya ketika pengidentifikasian DNA sudah sangat maju ketika nanti sudah berhasil memilah2 menjadi subsubsubsubsubspesies, apa mungkin kita nanti jadi ‘berbeda’ dengan bule atau orang Afrika ya??๐Ÿ˜€

    @KangBoed

    Huehehe…. kangBoed… kangBoed…. saya bawain kumis kucing aja ya…?? Kan KangBoed adalah penggemar segala jenis kumis. Huehuehue…:mrgreen:

    @alfaroby

    Memang di dalam tubuh kita kemungkinan ada sangat sedikit emas, namun itu hanya lewat air yang kita minum, apalagi kalau air itu air laut…:mrgreen: Namun perlu diketahui bahwa emas tidak akan pernah bisa benar2 menjadi bagian dari tubuh kita. Mengapa?? Karena emas tidak bisa dicerna di dalam tubuh kita. Hal tersebut karena emas adalah logam yang sangat sukar bereaksi, jadinya sangat sulit bagi enzim2 kita untuk mencernanya. Namun karena emas sukar bereaksi, maka emas murni tidak beracun bagi tubuh kita dan memang dapat dimakan walaupun tidak mempunyai nilai gizi apapun bagi tubuh kita…๐Ÿ™‚

    @shavaat

    Kalau dulu namanya alami. Sekarang namanya organik, walaupun sebenarnya sih pada intinya sama saja. Huehehe….. Memelihara sesuatu agar tetap alami memang semakin sulit zaman sekarang di mana kita sekarang sudah benar2 ‘dikepung’ dengan produk2 sintetis..๐Ÿ™‚

    @ridhobustami

    Loh… justru lebih baik… karena lebih alami… dan tidak tercemar oleh produk2 sintetis yang dalam pemaparan jangka panjang belum diketahui apakah merugikan atau tidak…

  10. karena itukah, emas tidak di makan, di di beli dengan harga mahal dan di pakai sebagai perhiasan atau di simpan sebagai harta karun,…
    hehehhe

  11. Wah saya baru tahu lho Pak ttg perkembangan dunia kimia ini (kimia organik jadi kimia karbon modern). Soalnya jarang berkecimpung di dunia kimia. Nice post.

  12. Kata organik sekarang lagi “in” walau terkadang salah kaprah.
    Benarkah bahwa tanaman/sayuran yang disebut organik tsb memang betul2 ditanam dan mendapat pemupukan dari organik (atau bisa juga pake air seni ya…???)

    Sekali lagi, tulisan kang Yari mengingatkan betapa banyak yang bisa kita petik dari kehidupan sehari-hari…

  13. @alfaroby

    Eh… jangan salah loh…. banyak makanan (terutama di luar negeri) yang memakai dekorasi emas murni dan memang bisa dimakan!๐Ÿ˜€

    @narpen

    Saya juga sebenarnya tidak berkecimpung dalam dunia kimia ini. Hanya saja saya tertarik dengan dunia molekul yang mikro serta dunia astronomi yang makro itu…๐Ÿ˜€

    @edratna

    Ya… air seni itu juga termasuk organik juga, mengenai benar organik apa tidak, kalau di luar negeri produk2 organik selalu harus mendapatkan sertifikasi. Mengenai ada ‘kebocoran’ atau tidak, ya, walahualam juga… hehehe…

  14. Bahasannya diperdalam lagi saya memerlukannya ilmunya, terutama masalah organik dan anorganik.

    Terima kasih sebelumnya.

  15. organik.com
    lebe-lebe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s