Daily Archives: Jumat, 7 Agustus 2009

Sipit Itu Jelek?

Hao Lulu sebelum dioperasi (kiri) dan sesudah dioperasi plastik wajahnya (kanan). Lebih cantik atau sama saja atau malah lebih jelek?

Hao Lulu sebelum dioperasi (kiri) dan sesudah dioperasi plastik wajahnya (kanan). Lebih cantik atau sama saja atau malah lebih jelek?

Alyssa Lai menganggap dirinya tumbuh sebagai gadis yang cantik, namun begitu ia menyadari kalau ia sangat berbeda dari kawan-kawannya yang bule dan bermata biru itu. Itu karena Alyssa Lai kini tinggal di San Jose, California, Amerika Serikat sementara ibu dan ayah Alyssa adalah imigran dari daratan China. Pada ulang tahunnya yang ke-14, orang tua Alyssa ingin memberikannya kado yang  ‘sangat istimewa’ buat anak gadisnya itu yaitu operasi pelebaran kelopak mata (blepharoplasty). Orang tuanya berpendapat bahwa jika mata Alyssa dioperasi untuk diperbesar seperti mata teman-teman Alyssa yang bule-bule itu maka ia akan menjadi lebih cantik lagi. Namun setelah direnungkan dan difikirkannya masak-masak, Alyssa memutuskan untuk menolak hadiah tersebut. Penolakan tersebut bukanlah karena rasa sakit yang akan diderita Alyssa selama seminggu yang akan dirasakannya pasca operasi, namun Alyssa berfikir bahwa cantik tidaklah musti dalam pandangan seorang bule, dan Alyssa sangat bersyukur dengan matanya yang sipit yang alami tersebut.

Namun sayang tidak semua wanita China  bisa berfikir seperti Alyssa Lai. Beberapa malam yang lalu, saya melihat di acara TV One bagaimana wanita-wanita China di daratan China terutama di kalangan mereka yang mampu yang hidup di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai banyak yang tergila-gila mempoles wajahnya habis-habisan dengan operasi plastik. Ya, rupanya definisi cantik menurut gadis-gadis China (terutama mereka yang hidup di kota-kota besar) telah bergeser. Jika dulu, 100 tahun yang lalu, gadis di China dianggap cantik jikalau mempunyai kaki yang kecil, sehingga tidak jarang kaki mereka dibebat dan dibengkokan dengan kayu hingga panjang tapak kakinya hanya 15 cm, sekarang gadis di China dianggap cantik apabila mereka mempunyai mata yang lebar, hidung yang mancung, tungkai kaki yang panjang dan tentu saja tak ketinggalan cat rambut yang kebule-bulean. Pendek kata kini banyak gadis-gadis China yang mengejar impian mereka, tidak hanya sebagai model, tetapi juga sebagai profesional yang lain, dengan kecantikan artifisial yang didapat dari operasi plastik. Biaya yang dikeluarkan, rasa sakit yang dirasakan pada masa pemulihan dianggapnya sebagai investasi masa depan yang tak ternilai harganya.  Operasi plastik yang paling laku adalah operasi pelebaran mata dan operasi pemancungan hidung. Bahkan operasi pelebaran kelopak mata dapat dilakukan hanya kurang dari satu jam lamanya! Karena banyaknya wanita-wanita di China yang mendambakan kecantikan artifisial ini maka kini di China telah digelar kontes kecantikan khusus wanita-wanita polesan operasi plastik. Dan Hao Lulu (gambar di atas) adalah gadis pertama China yang mendapat gelar “kehormatan” tersebut.

Entah kenapa, persepsi kecantikan di kalangan wanita China menjadi begitu berubah. Apakah karena ini karena “serbuan kapitalisme” atau karena alasan intrinsik keminderan orang-orang (wanita-wanita) Asia/China terhadap kecantikan orang-orang Eropa (barat) yang dianggap lebih dibandingkan diri mereka atau campuran keduanya?? “Serbuan kapitalisme” ini dapat terlihat dari maraknya produk-produk kecantikan dari barat terutama yang dari Perancis yang membanjiri pasar China. Produk-produk kecantikan tradisional China kini banyak terdesak oleh produk-produk impor yang modern tersebut. Karena banyaknya model-model cantik bule yang melekat pada produk-produk tersebut mungkin banyak wanita-wanita China yang “tertipu” dengan pandangan bahwa wanita bule lebih cantik daripada wanita China yang alami.

Terlepas dari pandangan bahwa mencari kecantikan artifisial adalah hak individu seseorang (memakai lipstik dan bedakpun sebenarnya juga sudah termasuk menggunakan kecantikan artifisial, bukan begitu?) apakah ini hanyalah masalah cara pandang yang salah? Apakah ‘investasi’ di bidang kecantikan yang artifisial ini  berpengaruh dengan kesuksesan profesi seseorang?? Karena menurut saya, kalau dilihat dari kecantikan yang diperoleh setelah operasi plastikpun, sepertinya wanita-wanita China tersebut tetap saja masih kalah cantik dengan wanita-wanita barat! Itu kalau dilihat dari persepsi mereka sendiri yang menganggap bahwa wanita-wanita bule lebih cantik dari wanita-wanita China yang alami…..