Daily Archives: Kamis, 13 Agustus 2009

Asal Kata…

Saya dulu waktu penyusunan skripsi sarjana tahun 1992 lalu pada saat pengajuan judul  pernah ditegur karena memakai kata ‘efektivitas’. Menurut pembimbing saya waktu itu, kata “efektivitas” itu salah, karena yang benar adalah “keefektifan”. Saya, yang waktu itu tidak mengerti Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan kurang peduli, ya cuma manut aja, tanpa bertanya lebih jauh lagi kenapa yang benar adalah kata “keefektifan” bukan “efektivitas”. Baru setelah beberapa tahun kemudian secara tidak sengaja saya KIRA-KIRA tahu penyebabnya. Itu mungkin karena sekarang, Bahasa Indonesia mengacu pada Bahasa Inggris dalam kata serapan asing. Kata efektif, walaupun mungkin penyerapannya dari Bahasa Belanda, effectief, namun kini dianggap ‘harus’ mengikuti kaidah dalam Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Inggris tentu saja tidak akan pernah ada kata effectivity melainkan (yang benar adalah) effectiveness. Jadi dalam Bahasa Indonesia tidak ada yang namanya efektivitas tetapi yang benar adalah keefektifan. Mungkin begitu barangkali alasannya ya?? :mrgreen:

Nah, lain lagi ceritanya, di sebuah blog yang cukup terkenal, si empunya blog tetap keukeuh menggunakan kata nominator untuk menyebut orang-orang yang diberikan nominasi, padahal ia sudah diberitahu berulangkali. Seperti contohnya misalnya: “Nominator untuk penghargaan bla..bla..bla.. adalah Si Fulan, dst”. Padahal setahu saya, nominator itu adalah orang yang memberikan nominasi, sedangkan orang yang menerima nominasi itu disebut nomine. Ini sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia kalau tidak salah dan juga sesuai dengan kaidah tata bahasa Inggris juga di mana sepertinya kata itu diserap. Dalam Bahasa Inggris nominator adalah orang yang memberi nominasi sedangkan nominee adalah orang yang diberi nominasi. Kata bahasa Inggris yang berakhiran -ee berarti adalah “yang di…”. Contoh lainnya adalah: auditee, absentee, presentee, dan sebagainya. Tetapi jangan salah loh, si pemilik blog tersebut bukan satu-satunya orang yang membuat kesalahan “fatal” seperti itu. Di sebuah toko buku terkenal, saya pernah melihat buku yang cukup laris di pasaran yang pada cover-nya juga berbuat kesalahan serupa yaitu memasang kata “nominator” untuk kata yang seharusnya adalah “nomine”!

Cerita lain adalah, secara tidak sengaja dan iseng dulu, saya membaca sebuah surat lamaran dari seseorang berbahasa Inggris. Tata bahasanya sih sudah lumayan baik walau masih ada kesalahan dasar di sana-sini. Namun kesalahan yang cukup menarik perhatian saya adalah penggunaan kata prestation dalam surat tersebut! Tentu saja kata prestation itu oleh si penulis surat lamaran maksudnya adalah prestasi. Dalam bahasa Inggris tentu saja tidak ada kata prestation yang berarti prestasi karena prestasi dalam Bahasa Inggris itu adalah achievement. Kata prestasi dalam Bahasa Indonesia sepertinya diserap dari Bahasa Belanda, prestatie. Yang saya tahu, memang prestatie ini kalau dalam Bahasa Inggris artinya memang achievement walaupun bisa juga artinya adalah performance. Kata prestatie dalam Bahasa Belanda ini sepertinya dari Bahasa Perancis, prestation. Namun dalam Bahasa Perancis arti prestation ini sedikit berbeda dari yang Bahasa Belanda, prestatie. Dalam Bahasa Perancis, prestation ini artinya bisa performance, provision of a service, benefit, loan ataupun allowance. Namun tidak berarti achievement. Yang saya “heran”, walaupun Bahasa Inggris modern, kira-kira 80% vocabulary-nya merupakan ‘fotokopian’ dari Bahasa Perancis, tetapi sialnya kata ‘prestation‘ ini tidak terkopi ke dalam vocabulary Bahasa Inggris. Kenapa ya?? Walahu’alam deh…..

Sebenarnya cukup banyak juga cerita-cerita tentang asal kata ini dari kata-kata serapan lainnya, tapi karena udah capek mengetiknya, ya udah segini aja dulu deh… 😛