Daily Archives: Minggu, 6 September 2009

Kejujuran Dan Kebohongan

Setiap insan pasti dengan mudah dapat membedakan mana kejujuran dan mana kebohongan walaupun begitu tidaklah mudah bagi setiap manusia untuk menghindari kebohongan dan merangkul kejujuran. Kejujuran adalah kebajikan moral dasar yang dapat menumbuhkan sifat-sifat baik lainnya di dalam hati setiap insan. Kejujuran juga dapat membantu mencegah mereka yang merangkulnya untuk jatuh ke dalam jurang kehinaan dan kejahatan. Orang yang jujur adalah orang yang cenderung bersih hatinya, dapat dipercaya, tidak bermuka dua serta dapat dijadikan sumber informasi yang terpercaya. Ia juga cenderung untuk menjaga atau menepati janjinya serta tidak mengkhianati orang lain.

Ada beberapa ayat Al-Quran yang menjelaskan mengenai kejujuran dan kebohongan ini, antara lain adalah:

17_81

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS 17:81)

4_135

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (QS 4:135)

9_119

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS 9:119)

Namun begitu kebohongan dapat diizinkan jikalau dalam keadaan kasus-kasus berikut ini:

  1. Untuk membawa rekonsiliasi atau perdamaian di antara kaum Muslimin yang saling berperang
  2. Untuk mendekatkan hubungan suami istri yang sedang retak
  3. Untuk menyelamatkan nyawa ataupun kehormatan dari seseorang yang tidak bersalah terhadap kekejaman tirani ataupun ‘penjajah’ jika tidak ada jalan lain untuk menyelamatkannya
  4. Dalam perang

Seperti yang diriwayatkan dengan kesaksian Asma’ binti Yazid bahwa Rasulullah SAW berkata: Kebohongan (kepalsuan) dilarang kecuali dalam tiga perkara: Kebohongan dari seorang suami kepada istri untuk menyenangkan hati sang istri, kebohongan dalam perang, dan kebohongan dalam menegakkan perdamaian di antara umat manusia.

Islam juga sangat menentang mereka yang bermuka dua. Diriwayatkan dalam kesaksian Abu Huraira bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: “Seburuk-buruknya manusia adalah mereka yang bermuka dua; mereka datang kepada seseorang dengan sebuah mukanya dan datang kepada orang lain dengan mukanya yang lain.”