Marketing-Mix Yang Membingungkan…

Kira-kira 15 tahun yang lalu ketika pertama kali saya membaca tentang “Marketing-Mix” di buku “Marketing Management” dari Philip Kottler saya mendapati model Marketing-Mix yang hanya cuma 4: yaitu: Product, Place, Price dan Promotion. Bagi yang masih asing apa itu “Marketing-Mix”, Marketing Mix pada dasarnya adalah inti atau ruh dari marketing atau pemasaran itu sendiri. Boleh dibilang Marketing-Mix mencakup hal-hal yang terpenting dalam kegiatan di dunia pemasaran. Saya tidak akan melakukan elaborasi terhadap Marketing-Mix ini karena bisa anda baca sendiri di Wikipedia atau di situs-situs lain yang bertebaran di dunia maya ini.

Nah, beberapa hari yang lalu (eh… hampir seminggu yang lalu deh…) sehabis pulang Jumatan di Islamic Centre Bandung, kebetulan ada pedagang buku bekas di jalanan. Biasa deh, setiap Jumatan, Islamic Centre berubah jadi pasar kagetan. Begitu ada pedagang buku langsung deh lihat-lihat. Salah satunya adalah mengenai Marketing (pengarangnya tidak saya perhatikan siapa) dalam Bahasa Inggris. Bukunya walaupun terbitan tahun 2004 tapi fisiknya udah dekil jadi agak ogah untuk membelinya. Akhirnya saya hanya melihat-lihat isinya saja. Di situ saya melihat ternyata Marketing-Mix zaman sekarang sudah berubah model menjadi 7P! Selain keempat unsur P seperti di atas, terdapat juga tiga unsur P tambahan yaitu, People, Process dan Physical Evidence. Jikalau anda ingin tahu detail-nya, dapat dengan mudah anda cari sendiri di Internet, salah satunya adalah di sini.

Pertanyaan saya adalah, seberapa pentingnya sih penambahan 3P di sini?? Apakah 3P di sini bukannya tugas dari departemen lain?? Ok lah…. Sebagai contoh… anggaplah kita berasumsi bahwa marketing zaman sekarang (dari dulu deh sebenarnya!!) memerlukan staf dan orang-orang yang baik dan cocok dalam marketing, seperti terkandung dalam unsur “People” pada salah satu unsur tambahan 3P di atas. Walau begitu bukankah unsur tersebut lebih tepat dibebankan pada fungsi SDM daripada marketing?? Walaupun tentu saja harus tetap ada keterlibatan fungsi marketing di sana. Jangan-jangan karena terlalu banyak unsur yang harus dikerjakan dalam marketing nanti justru fokus pada unsur asli 4P-nya malah berkurang yang dikhawatirkan malah menurunkan performansi fungsi marketing yang bersangkutan??ย  Atau jangan-jangan nanti malah seperti kursi, yang sudah punya empat kaki saja sudah bisa berdiri tegak. Ditambah tiga kaki lagi tidak begitu banyak pengaruhnya… malah mungkin hanya menambah beban yang kurang perlu yang bisa dibebankan pada fungsi yang lain….

Iklan

16 responses to “Marketing-Mix Yang Membingungkan…

  1. hehehehe, sepertinya saya rada teu ngartos soal marketing ini :mrgreen:

  2. Hehe… penganut mazhab Kotler nih ye. Don’t worry kang (lah emang ada yg worry??), Kotler masih tetep jadi referensi umum kalo soal marketing. ๐Ÿ˜›

  3. sebenarnya sy tidak terlalu mengerti teori marketing, tapi saya hanya memperkirakan bahwa orang sekarang sudah menganggap semuanya butuh marketing, dan marketing harus ada di semua lini… dan tentunya marketing harus paham jg aspek2 yg lain akhirnya mungkin saja 3P itu masuk kedalam ranah marketing…
    Sebenarnya butuh profesionalitas di dalam sebuah usaha, tapi akhirnya rakus utk mengurusi semua hal itu ๐Ÿ™‚

  4. *seinget saya dari dulu udah berubah jadi 7p, malahan ada temen saya yang ubah menjadi 5p. tergantung persepsi. hanya kebetulan dia bukan hermawan kertajasa maka teori 5p dia ditolak mentah-mentah.

  5. sekarang udah lebih kompleks lagi dengan pengembangan 4p sampai 7p itu….disesuaikan dengan dinamika marketing itu sendiri…sekarang yang ngetop wave marketing dengan menekankan hubungan horizontal antara produsen dan pelanggan. bahkan banyak berita di tv2 luar negeri yang dimana suatu produk sampai hargapun di tentukan oleh pelanggan….muantep tenan…

  6. Hemmm harus lebih banyak belajar lagi nih… ๐Ÿ˜€

  7. Latar belakang saya bukan dari Ekonomi..namun karena bekerja dibidang yang berkaitan dengan ekonomi (keuangan), tambahan 3 P telah saya ketahui sejak bergabung di lembaga tsb dan mendapat pelatihan dari berbagai pakar ekonomi…dan kesimpulannya, tambahan 3P tsb lebih tepat untuk usaha jasa.
    Kalau usaha lain, seperti industri yang terkait menghasilkan produk memang cukup 4 P..namun untuk produk Jasa ada hal lain lagi yang diperhatikan.
    Bukankah semakin kita mendalami sesuatu semakin merasa ada yang kurang? Begitulah para ahli itu..walau sebetulnya kita bisa mengatakan bahwa 3 P itu bisa dijabarkan dari salah satu atau dari bagian 4 P yang merupakan awal keluarnya teori “Marketing Mix”

  8. @Anggara

    Huehehe….. egp kang…. :mrgreen:

    Wah… udah lama nih kang Anggara nggak main ke sini. Avatarnya udah ganti ya?? Jadi agak pangling deh. Tapi kok itu avatarnya sepertinya kang Anggara ada di balik dahan2 pepohonan gitu, kayak model2nya pelem India geto loh… :mrgreen:

    @Dhany

    Sebenarnya saya bukan ‘penganut’ mazhab Kottler. Tapi karena yang pertama kali teks yang saya baca adalah bukunya Kottler jadinya yang dalam fikiran tetap terpatri 4P dari Kottler. Huehehe…

    @aRuL

    Marketing memang harus di semua lini. Namun begitu, tentu harus ada batas2 yang jelas mana yang kegiatan inti marketing mana yang bukan kalau nggak nanti malah kabur dan semakin tidak jelas… ๐Ÿ˜€

    @Huang

    O iya tuh…. baru inget…. saya juga pernah denger yang 5P. Bagaimana nasibnya yang 5P itu ya?? ๐Ÿ˜€

    @boyin

    Dinamika sekarang mungkin karena persaingan lebih global dan terbuka sehingga memerlukan strategi pemasaran yang lebih kreatif dan adaptatif. Mengenai harga ditentukan oleh konsumen, entah kenapa kalau diterapkan di dunia nyata rasa2nya bukan hal yang terbaik. Kok saya lebih percaya harga yang ditentukan oleh mekanisme pasar. Entah kenapa… huehehe…

    @buJaNG

    Ok… terims ya telah berkunjung… ๐Ÿ™‚

    @edratna

    Tetap saja ada bau2 ‘kerancuan’ bu. Misalnya proses dalam perusahaan jasa. Bisakah kita melihatnya sebagai satu kesatuan dengan produknya? Seperti kita melihat produk dengan packaging-nya pada perusahaan non-jasa. Mungkin sub2 pada salah satu unsur P-nya yaitu product-nya bisa sedikit dimodifikasi tanpa harus mengubah sebuah model yang tidak begitu perlu…

  9. wah wah wah,,, ternyata masih eksis nih blog.. mantap ๐Ÿ™‚

  10. marketing mix itu umumnya adalah 4P,,namun pada produk jasa ada penambahan menjadi 7P seperti Service,People dan….*lupa,hihi
    logikanya memang smua produk jasa memerlukan service (pelayanan), contohnya saja: rumah sakit, tukang ojek, tukang urut,dll.

    jd intinya bukan berarti jaman sekarang 4P jadi 7P..tp memang keduanya benar,tergantung apa yg ingin kita pasarkan, apakah produk atau jasa..

  11. Pengen banget punya buku yang ada 7P, saya udh cari-cari tapi cuma dapet yang 4P.. temen2 ada yang tau gak sih dimana sih belinya..Thanks

  12. Hello just wanted to give you a quick heads up. The text in
    your content seem to be running off the screen
    in Opera. I’m not sure if this is a format issue or something to do with browser compatibility but I thought I’d post to let you know.

    The style and design look great though! Hope you get the problem solved soon.
    Thanks

  13. Solusi terbaik mengatasi impotensi yang ampuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s