Mari Mengobrol Matematika…

Buku "Ngobrol Mat" karya Al Jupri

Matematika sulit? Matematika menakutkan? Matematika membosankan? Matematika untuk orang jenius? Dst…dst…dst… Adalah pertanyaan yang umum yang seringkali timbul pada kebanyakan orang terutama mereka yang tidak menggemari matematika. Betulkah begitu?? Jika anda membeli buku “Ngobrol Mat” yang ditulis oleh Al Jupri (seperti gambar yang ada di sebelah kanan ini) anda sedikit banyak akan mengetahui bahwa matematika, sadar atau tidak sadar, banyak ditemui di sekitar kita bahkan bisa jauh lebih dari itu. Mulai dari dalam rumah kita, lantas kita mulai keluar rumah kita hingga menuju sekolah atau kantor tempat kita bekerja, matematika akan banyak kita jumpai di sekeliling kita.

Begitulah, kurang lebih “misi” yang dibawa oleh buku karangan Al Jupri ini, membuat siapapun dari siswa SD hingga orang tua murid (terutama orang tua murid yang tidak begitu menyukai matematika) yang membaca buku ini akan membuka mata mereka tentang matematika atau minimal sedikit mengapresiasi matematika. Dalam postingan kali ini, saya tidak akan membahas isi mendetail dari buku tersebut karena jikalau anda ingin mengetahui isinya silahkan anda membelinya di toko buku terdekat di kota anda….. :mrgreen: Saya hanya akan mengutarakan pendapat saya secara umum tentang buku ini. Tentu ini hanyalah pendapat pribadi saya sendiri yang boleh dikatakan pendapat amatiran karena saya sendiri bukan ahli di bidang pendidikan matematika… 😀

Secara umum buku ini mampu menggambarkan keanekaragaman persoalan matematika yang terdapat di sekitar kita dan juga topik matematika yang dibahas pada buku ini cukup beragam dan yang terpenting isi buku ini dapat dicerna dengan mudah oleh para siswa SD dan SMP di mana segmen buku ini ditujukan. Selain itu cerita-cerita yang ditampilkan sebagai latar belakang persoalan matematika cukup membumi bagi kebanyakan anak-anak di Indonesia, dengan tokoh sentral sepasang kakak-beradik bernama Asro dan Alvi.  Namun begitu tentu saja tidak ada gading yang tidak retak. Menurut saya pribadi, ada beberapa persoalan di dalam buku tersebut yang sebenarnya mirip dengan soal cerita biasa dengan sedikit perpanjangan, sehingga mungkin, terutama bagi mereka yang tidak suka matematika, akan terlihat sedikit monoton. Dan juga bagi anak-anak dengan jiwa petualang atau anak-anak yang sarat dengan imajinasi sains fiksi (seperti saya dulu waktu masih kecil :mrgreen: ) cerita-cerita di dalam buku ini mungkin menjadi sedikit kurang menarik, itu disebabkan karena kebanyakan cerita terjadi di dalam rumah, di sekitar rumah ataupun di sekolah, walaupun ada beberapa topik seperti cerita mengenai sekelompok perampok dan harta karun yang cukup mengakomodasi imajinasi anak-anak dengan jiwa petualang yang membaca buku ini. Mungkin di lain waktu kang Jupri bisa menulis buku tentang matematika lagi yang khusus petualangan ataupun sains fiksi, agar anak-anak yang mempunyai jiwa seperti itu dapat juga terakomodasi dalam belajar matematika. Maklumlah, saya yakin, di negeri ini juga sudah banyak anak-anak yang mempunyai imajinasi “liar” seperti itu.

Namun begitu, saya bisa mengatakan bahwa buku ini sangat layak dimiliki bukan saja untuk anak-anak tapi juga untuk orang tua murid, terutama orang tua yang tidak menyukai matematika, agar mereka minimal bisa mengapresiasi matematika dan menyadari bahwa matematika dapat menjadi menarik  dan juga menyadarkan bahwa matematika banyak sekali bertebaran di sekeliling kita,dan bukannya malah mereka ikut memberikan sugesti bahwa matematika itu “seram” kepada anak-anaknya yang tengah belajar matematika…

Iklan

15 responses to “Mari Mengobrol Matematika…

  1. Waktu sekolah dulu saya kurang menyukai pelajaran matematika.
    Tapi sejak anak saya masuk SD saya belajar buku2nya yang semuanya
    ditulis dengan cara pengajaran biasa (teori saja).
    Tulisan anda yang menarik tentang buku matetika yang ditulis dengan
    cara ‘lain’ menarik bagi saya. Nanti akan saya cari ditoko buku.

  2. Waaaaaaaaaaaah terimakasih ulasannya, Pak. 🙂 Terimakasih juga promosinya, . he he……:D :mrgreen:

    Ya, saya juga berpikir seperti yang Pak Yari pikirkan. Cerita-cerita yang disajikan kurang banyak tentang petualangan, tetapi setidaknya cerita dan konten matematika yang ada di buku itu saya harap sudah dapat meyakinkan pembaca bahwa matematika itu amat dekat dan tak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Lain waktu, akan saya tulis buku yang bernuansa petualangan dengan cerita-cerita seru matematika yang lebih menantang…

    Ok, sekali lagi, terimakasih atas ulasannya, Pak! 🙂

    *Lagi buru-buru neh, mau ke kampus. 🙂

  3. Perlu dicatat nih..untuk dibeli (walau anak-anak saya udah lewat S1 semua).
    Hmm sebetulnya matematika mengasyikkan, memudahkan cara berpikir kita..bahkan untuk belajar pelajaran lain.

  4. Kalo saya justru pelajaran favorit saya Matematika, kalo pelajaran lain suka ngantuk kalo belajarnya… apalagi yang non eksak rada mau diinget dan dihafalin. Kalo Matematika kita bisa selesaikan dengan banyak cara yang penting hafal rumus.. Seperti kata guru SMA saya, ingat Rumus..tanpa Rumus Kau Gagal…

    Makasih infonya pak 😀

  5. wow.. bukunya mantap… 😉

  6. sudah gak skulsaya 🙂

    tapi kengen jugapelajaran -pelajaran dasar seperti itu

  7. Tengkyu pak, masuk kedalam daptar list buku yang bakal tak beli kalo pulang ke Indonesia

  8. @Harry Nizam

    Betul…. sebenarnya memang menarik atau tidaknya matematika tergantung dari banyak faktor. Salah satunya adalah bagaimana cara guru mengajarkannya. Mungkin juga media yang digunakan. Sebab jikalau diajarkan melalui multimedia mungkin matematika akan menjadi lebih menarik…

    @mathematicse

    Iya deh… sama2…. terima kasih kembali…. btw, dapet ikut komisi nggak nih?? :mrgreen:

    edratna

    Bisa juga dibeli, siapa tahu nanti buat ngajarin keponakan, cucu atau cucu keponakan, dsb… hehe…

    @fansmaniac

    Saya juga kalau pelajaran hafalan “mati” juga suka ngantuk, tetapi kalau pelajaran hafalan namun diterapkan pada kasus sehari2 yang membutuhkan daya nalar dan imajinasi, nah itu baru yahud….

    @aRuL

    mantap itu kalau rumah pasti ada mantapnya supaya nggak kehujanan. Itu mah, atap ya?? **plesetan garing ON** :mrgreen:

    @kakve-santi

    Biar udah nggak skul lagi, tapi sebisa mungkin dong jangan lupa pelajaran2 di skul dulu, apalagi yang dasar2…. 😀

    @Raffaell

    Ok deh… nggak tahu tuh ya… di gramed online udah ada belum?? Waktu cek terakhir sih saya lihat belum ada (kalau aku nggak khilaf nyarinya). Kalau udah ada kan bisa dipesan online… 😀

  9. sejak doeloe sampai sekarang
    saya tak pernah suka matematika,
    karena tidak pernah bisaaaa…..
    mungkin nanti bs belajar dengan mas yari
    hmmmmm 🙂

  10. Wah … perlu coba nich … kira-kira e-booknya dah ada kali ya ….

  11. nampaknya buku2 yg seperti ini semakin banyak ya.. saya pernah lihat yang komik buat akuntansi, benar2 lucu dan mudah dicerna, semoga bisa menambah kreativitas dan pengetahuan untuk para pembaca dan pelajar 😀

  12. matematika……… suka ngak suka….. setiap hari kita ngitung duit…. 😀

  13. @mikekono

    Belajar matematika tidak perlu yang susah2, yang penting basic-nya sudah terpegang dengan baik, dan itu sangat membantu kepercayaan diri kita dalam bersaing dalam dunia kerja atau yang lainnya… 🙂

    @Fajar Romadon

    Wah… kurang tahu ya…. apakah e-booknya udah keluar atau belum, mungkin bisa menghubungi penerbitnya (Gagasmedia).

    @ridu

    Betul sekali, nampaknya hal tersebut berguna untuk menarik perhatian dan minat pembaca kepada bidang-bidang yang sering dikatakan sulit tersebut… 🙂

    @ridhobustami

    Huehehe…. kalau ngitung duit sih, yang buta huruf juga kayaknya sudah sangat jago deh… 😀

  14. saya termasuk yg kurang punya motivasi untuk belajar matematika…walau ketika di sma saya lulus matematika ujian akhir dgn nilai 9 dari angka maksimum 10…entah mengapa… mungkin dinilai terlalu abstrak ditambah dgn metode pembelajarannya yg cenderung mekanistis tentang rumus-rumus untuk memecahkan soal tertentu…sementara saya senang untuk membahas masalah-masalah sosial-ekonomi yg begitu bervariasi konteksnya…yg pada dasarnya bisa didekati juga dengan alat matematika dan sosiometri dan ekonometrika…namun pendekatan yg saya lakukan lebih pada deskriptif dan bahkan eksploratori…mencari segala dimensi yg berkait dgn fenomena sos-ek yg begitu beragamnya…sementara kalau dikaitkan dgn analisis kuantitatif akan berhadapan dgn serba asumsi-asumsi…pada hal bisa jadi asumsi itu sendiri sebenarnya sebagai variabel yg dominan memengaruhi suatu kejadian sos-ek…namun demikian saya sendiri menganjurkan agar para siswa dan mahasiswa bahkan dosen memperdalam matematika…selama ini diketahui matematika sering disebut sebagai ibu sekaligus pelayan ilmu pengetahuan…salah satu ilmu pengetahuan dasar yang merupakan sumber dari ilmu pengetahuan terapan…sering dipakai untuk membantu mempermudah penyelesaian permasalahan yang ada di dalam ilmu-ilmu lainnya…..

    • Bagi sebagian orang…. matematika hanya merupakan ‘tools” buat memecahkan banyak persoalan, banyak juga terutama dosen2 yang berkecimpung di bidang ilmu sosial menganggap bahwa matematika hanyalah ‘tools’. Saya sendiri bukan ahli matematika, namun begitu saya sangat menghargai matematika sebagai bagian dari apa yang diciptakan Tuhan (kalau orang ateis mungkin bilangnya diciptakan alam) untuk kesejahteraan umat manusia. Dan apa yang diciptakanNya untuk kita tidak pernah tidak berguna, (manusia hanya menemukan rumus2 dan menciptakan simbol2 untuk rumus2 tersebut, namun yang menciptakan rumus tersebut adalah Tuhan). Itulah sebabnya walaupun banyak orang mengatakan bahwa matematika hanyalah ‘tools’ namun ‘tools’ itu sangatlah penting karena tanpa tools tersebut tidak mungkin dicapai kemajuan seperti yang kita alami sekarang ini. Itulah sebabnya prof, meskipun saya bukan ahli matematika, namun saya sangat mengapresiasi matematika…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s