Twitter…. Lumayan Juga!

Saya dulu pernah membaca di salah satu majalah komputer (kalau nggak salah: Info Komputer) bahwasannya walaupun jejaring sosial Facebook sangat populer di negeri kita ini, namun ternyata jejaring sosial tersebut relatif kurang diminati di Jepang. Menurut artikel yang ada di majalah tersebut, itu karena orang Jepang tidak suka narsisis dan tidak gegabah mengumbar data dan profil pribadi di jejaring yang begitu terbuka tersebut. Bangsa yang sarat dengan prestasi ini nampaknya tidak butuh bernarsis-narsis ria di jejaring sosial karena di dunia nyata eksistensi mereka toh sudah diakui dunia. Untuk itulah mereka sangat low-profile di jejaring-jejaring sosial (walaupun tentu saja mungkin ada satu dua orang yang narsis juga). Ini tentu tidak seperti banyak pengguna FB di negeri ini (nggak semua loh!!) di mana jejaring sosial digunakan untuk ekspresi diri yang berbau narsisis, seolah-olah jejaring sosial adalah kesempatan untuk memamerkan dirinya secara semu mungkin karena di dunia nyatanya mereka kurang dianggap eksis oleh lingkungannya, entahlah.

Saya juga entah kenapa sampai detik ini tidak pernah kecanduan yang namanya FB, bahkan akhir-akhir ini saya sudah tidak begitu aktif lagi di FB. Memang betul, FB saya cukup berjasa dalam mencari teman-teman lama saya (yang bahkan sampai kini belum semuanya bisa saya temukan di FB) dan memang tujuan saya di FB sangat jelas, hanya untuk mencari teman-teman lama saya saja sedangkan teman-teman yang masih sering bertemu, seperti teman kerja, saudara, tetangga, keluarga, teman blogger dan yang tidak saya kenal sama sekali (yang terakhir ini yang paling banyak minta di-add ) sengaja tidak saya masukkan ke dalam akun FB saya, walaupun ada kemungkinan preferensi di masa mendatang akan berubah. Nah, setelah saya bertemu dengan mereka dan sudah terpuaskan rasa kangen atas teman-teman lama saya maka seketika itu juga hasrat untuk menggunakan FB hilang sudah. Entah kenapa, saya tidak begitu leluasa membuat tulisan-tulisan di FB, mungkin menurut saya (menurut saya loh!)  FB serba nanggung. Kalau saya ingin menulis, apalagi yang sedikit berbobot, mendingan saya tulis di blog sekalian, rasanya “fasilitas”nya lebih lengkap… space-nya lebih luas, dan mudah dibaca oleh siapa saja. Salah satunya mungkin itu, kenapa saya sampai sekarang tidak begitu menyukai FB.  Selain itu juga, cukup banyak juga FB digunakan untuk narsis-narsisan yang tidak bermutu, tidak jelas dan sangat semu!  (walau tentu saja blog juga bisa dijadikan ajang narsis), semuanya membuat  saya berfikir bahwa mungkin FB tidak cocok untuk saya! (minimal sampai hari ini).

Sampai akhirnya, kira-kira sebulan yang lalu, saya mencoba jejaring sosial yang lain: Twitter! Mula-mula, hanya sekedar iseng! Apa yang saya rasakan pada awalnya?? Ini jejaring sosial kok norak banget sih… cuma bisa tulisan doang… nggak ada gambarnya lagi (walau pada akhirnya saya menemukan TweetPhoto yang cukup terintegrasi sistemnya dengan Twitter) dan setiap tweet hanya dibatasi 140 karakter! Bagaimana saya mau bebas berekspresi kalau semuanya serba dibatasi??? Kok mau-maunya orang bergabung dalam jejaring sosial seperti ini??  Tetapi tidak adil dong, kalau saya langsung memvonis tanpa  mencoba secara ‘fair’ jejaring sosial ini untuk mengetahui esensi dari twitter ini. Ternyata setelah beberapa lama, saya mulai menemukan ‘esensi’ dari twitter ini dan setelah beberapa kali menggunakan twitter, pertama kali saya merasakan  bahwa ngetweet berguna untuk mengekspresikan perasaan dan keadaan kita secara cepat dan singkat tanpa bertele-tele. Lantas setelah saya menemukan TweetPhoto, kegunaan Twitter bagi saya bertambah, yaitu mentweet atau memposting foto yang tidak perlu memerlukan kata-kata yang banyak karena gambarnya sendiri telah menceritakan semuanya! Lantas terakhir, saya menemukan bahwa saya ternyata bisa juga mentweet sesuatu yang berbobot (setidak-tidaknya berbobot menurut saya.. 😛 ), yang saya perlukan adalah seni atau ketrampilan cara memangkas ‘informasi yang berbobot’ tersebut hingga pas untuk di-tweet! Lantas yang tak kalah pentingnya adalah, di twitter saya lebih sedikit menemukan tulisan-tulisan yang narsis atau foto2 yang narsis (walaupun tentu saja ada kemungkinan juga twitter dibuat ajang narsis!). Entah, apa keuntungan-keuntungan Twitter yang lain di masa mendatang yang akan saya rasakan. Jadi menurut saya apakah Twitter lebih berguna dari FB? Hmmm… nggak juga! Sebagai orang yang sebisa mungkin melihat dari sudut pandang yang netral, saya yakin masing-masing jejaring sosial punya kelebihan dan kelemahan masing-masing, dan tentu saja semuanya berbalik pada tujuan masing-masing individu dalam menggunakan jejaring sosial dan juga mungkin pada sifat-sifat kita. Jikalau anda seseorang yang narsis dan hanya ingin menggunakan jejaring sosial sebagai ajang ‘ngeceng’ mungkin FB lebih cocok untuk anda, sedangkan jikalau anda seseorang yang praktis namun padat berisi, twitter mungkin lebih cocok bagi anda….. Kalau untuk ajang bisnis bagaimana?? Gunakanlah dua-duanya atau sebanyak mungkin jejaring sosial!! :mrgreen:

Iklan

16 responses to “Twitter…. Lumayan Juga!

  1. twitter nya apa nih om…mau dong follow..@romailprincipe

  2. wah tweetku keknya ngak berkualitas pak 😀 sekedar tumpah ruah 😀 hehehe

  3. Halo Yari,
    Posting yang menarik.
    Sampai beberapa waktu yang lalu saya tidak banyak menaruh perhatian pada
    FB maupun Twitter Karena saya anggap keduannya sebagai penunjang untuk mendatangkan pengunjung ke blog saya. Ternyata hasilnya memuaskan. Setelah itu saya jadi lebih aktif di keduanya.
    Masing2 punya kelebihan dan kekurangannya, kalau untuk hal2 yang serious
    di Twitter, sedang FB untuk santai.

  4. Apa kabar pak Yari,
    Menarik sekali postingan anda.. saya dulu sempat mencoba twitter tapi ternyata lumayan ribet juga akhirnya mundur teratur 😀 tapi karena terlanjur cinta dengan FB akhirnya masih tekun FB-an… anu pak, paragrafnya panjang2 jadi agak susah bacanya begitulah kira2 😀

    Nice post pak …

  5. @romailprincipe

    Tinggal di klik aja kok itu widget Twitter di blog ini yg berada di bar sebelah kanan.. 🙂

    @aRuL

    Nggak perlu serius2 amat RuL kalau ngetweet, bebas2 aja mau ngetweet yang serius ataupun yg sekedar ecek2. Di situlah kekuatan twitter, ngetweet apapun jadi! Kalau saya pribadi, saya sekalian belajar cara “membonsai” informasi agar pas dimuat di Twitter… 😀

    @Harry Nizam

    Iya pak Harry sebenarnya sah2 saja menggunakan Twitter untuk hal2 serius sementara FB untuk hal2 santai, atau bisa juga kebalikan atau malah campuran, masing2 jejaring sosial ada saatnya santai ada saatnya serius. Yah… bagaimana enaknya masing2 individu menggunakannya… 🙂

    @fansmaniac

    Oh… twitter nggak ribet kok… mudah sekali, justru lebih ribet FB. Saya malah tidak suka Facebook, entah kenapa, apalagi kalau ketemu akunnya ABG-ABG, banyak yang norak2 huehuehue…. (tapi sejujurnya saya memaklumi, bagaimanapun juga mereka masih mencari jati diri mereka…), So apapun jejaring sosial yang diikuti gunakanlah sepositif mungkin, tidak masalah apakah FB, Twitter atau yang lainnya 🙂

  6. Ping-balik: Tweets that mention Twitter…. Lumayan Juga! « Spektrum Pemikiranku -- Topsy.com

  7. saya doms, jumlah kawan saya di FB cuman 31 orang!!

    dan saya terbilang cukup rajin meringkas isi kepala dalam format 140 karakter! 😀 dan berhubung sudah pernah membaca soal kasuistik seorang siswa yang sampe di-DO gara2 nulis status serampangan di akun twitternya, saya juga minimal mikir 2 kali sebelum mempublish tulisan via twitter. fasilitas RT ternyata bisa berdampak sistemik!

    • Saya juga add ga banyak2 kok…. yg udah kenal aja di blog…. nanti kalo kebanyakan tweetnya cuma sepintas lalu aja mubazir. Lha wong…. nge-follow dua stasiun TV aja udah banyak tweet yg masuk…. kalau banyak2, banyak yg ga kebaca alias mubazir…. jadi yah santai2 aja…. baik ngikutin maupun mengikuti… tidak perlu dibatasi tapi juga tidak perlu “ngoyo”…. 😀

  8. sampai sekarang aku jg ga pernah coba fb apalagi nyoba twiter kalo twiter spiker sih ya tau la heheh..

  9. Saya malah belum ke twitter….jadi belum tahu enaknya dimana

    Punya FB agar bisa jadi temannya anak-anak (ujungnya kok anak-anak melulu).
    Dengan buka FB aya tahu kegiatan anak-anakku (yang udah di luar rumah semua), apa mereka baik-baik saja dsb nya.
    Kadang-kadang posting foto (biasanya sekaligus tag orang yg ada di foto daripada kirim lewat email), dan link blog ke FB.

    • Sebenarnya via Twitter juga bisa untuk mengetahui kegiatan orang lain di luar rumah. Bahkan jikalau orang lain tersebut punya blog, twitternya dapat dilihat langsung secara otomatis di blognya tersebut tanpa mengunjungi halaman twitternya. Foto juga kini bisa dipost di TweetPhoto, TwitLens dan masih banyak lagi yang kini sudah terintegrasi dengan Twitter.

  10. Ita juga ada TW tapi jarang di buka & update, kalo FB baru dibuka kalo ada pemberitahuan pas cek imelm huehehehe

    • Kalau saya malah FB saya sudah jarang dibuka sama sekali, kecuali kalau ada teman lama yang baru nongol di FB. Hehehe….. Kalau twitter saya sekarang malah sedikit kerajinan soalnya praktis sih untuk sekedar cuap-cuap nggak bermutu…. :mrgreen:

  11. wahh,, saya sebagai anak remaja sangat bangga akan tulisan di atas. saya sendiri kurang suka orang yang sangat alay dan narsis di dunia maya. apa gunanya memamerkan kecantikan atau ketampanan lewat dunia semu??
    :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s