Makan Residu Kimia?

Dos yang ada tulisan 'dot' berisi jeruk mandarin H. Murcott

Bagaimana liburan lebaran anda? Mudah-mudahan menyenangkan dan dapat melepaskan kerinduan terhadap keluarga kita yang telah berceceran di seluruh negeri bahkan di seluruh dunia. Dan mudah-mudahan pula lebaran tidak digunakan sebagai ajang balas dendam makan minum sepuasnya karena sebulan penuh menahan rasa lapar dan haus. Tentu makan minum yang berlebihan selain tidak baik bagi kesehatan juga tidak menghayati nilai-nilai Ramadhan yang baru saja kita lalui. Namun begitu, bagi sebagian orang, makan minum yang sedikit berlebihan pada saat lebaran sudah menjadi kebiasaan dan terkadang tidak terhindarkan (asal jangan keterusan saja ya!). Hal tersebut mungkin karena ketika kita bertamu ke tempat saudara atau kenalan kita, kita selalu disuguhi makanan yang rata-rata berkadar gula tinggi, berkadar garam tinggi, berlemak tinggi dan seterusnya. Belum lagi, di rumah biasanya kita juga memasak masakan lebaran dan membeli kue-kue lebaran untuk menyambut tamu yang datang ke tempat kita, walhasil? jangan tanya deh…. kalori yang masuk ke dalam tubuh kita!

Nah, ini belum termasuk bingkisan lebaran yang sering kita dapatkan! Biasanya kita mendapatkan parsel yang berisi makanan-makanan olahan pabrik yang kaya kalori, kaya sodium (natrium) namun rata-rata minim gizi. Satu-satunya macam parsel yang boleh dikata berisi makanan bergizi mungkin adalah parsel yang berisi buah-buahan! Tahun ini, alhamdulillah, cukup banyak juga saya mendapatkan parsel yang berisi buah-buahan (walau parsel yang tidak berisi buah-buahan juga patut disyukuri dong). Salah satu parsel yang cukup menarik perhatian saya adalah (bukan berupa parsel) sebuah dos yang bertuliskan “dot” seberat 10 kg berisi jeruk mandarin Honey Murcott. Jeruk-jeruk tersebut ternyata diimpor dari Argentina. Rasanya?? Manis tentu saja, dan kualitasnya memang prima. Jeruk-jeruk tersebut diproduksi, dikemas dan diekspor oleh perusahaan agribisnis Argentina bernama CITRIC*LA AYUí S.A.A.I.C. Kemarin, ketika saya sedang asyik-asyiknya menyantap jeruk tersebut, saya iseng-iseng membaca informasi yang ada pada kardus tersebut. Semua informasi ditulis dalam Bahasa Spanyol. Namun begitu untuk informasi-informasi yang singkat seperti yang tertera pada dos tersebut saya masih bisa mengerti. Ada dua buah informasi yang menarik bagi saya yang ada pada dos tersebut. Pertama, informasi yang berbunyi: “Tratado con: TBZ, orthophenylphenol, imazalil, synthetic wax. Kedua, informasi yang berbunyi: “FRUTA DESINFECTADA SEGÚN DIRECTIVA 2000/29/CE CON HIPOCLORITO DE SODIO 200 PPM DOS MINUTOS”.

Kalau sudah ada informasi seperti itu, ya jangan berharaplah buah-buahan yang kita makan  bebas dari residu kimia, walaupun secara resmi memang penggunaan bahan-bahan kimia seperti yang tertera di dos jeruk mandarin tersebut memang secara resmi diperbolehkan. Jadi jangan berharap deh, buah-buahan yang kita makan adalah buah-buahan organik yang bebas bahan pengawet, bebas disinfektan dan bebas penyinaran. Orthophenylphenol misalnya digunakan agar si buah bisa bertahan lebih lama di pasaran (sebagai pengawet) sementara natrium hipoklorit (hipoclorito de sodio) digunakan sebagai disinfektan agar si buah tidak diserbu oleh organisme-organisme yang tidak diinginkan (natrium hipoklorit ini sebenarnya juga kita pakai pada pemutih pakaian! :mrgreen: ). Tentu saja saya bisa mengerti, dari tempat pemetikannya di Argentina sana hingga mencapai rumah saya di Jakarta, tentu si jeruk akan mengalami perjalanan yang sangat panjang. Tanpa pengawet tentu jeruk yang tiba di rumah saya tidak akan segar lagi, dan perjalanan panjang ribuan kilometer menyeberangi beberapa benua dan lautan menyebabkan si jeruk mungkin rentan terkena organisme-organisme mikro yang tidak diinginkan untuk itu bisa dimengerti kenapa bahan-bahan kimia tersebut dibutuhkan pada saat buah-buahan tersebut akan dikirimkan ke seluruh dunia. Toh, kita juga hampir tidak mungkin, misalnya, mengkonsumsi apel organik dari California, lantas kita makan itu apel di Jakarta masih dalam keadaan segar 100%. Saya juga pernah membaca di majalah TIME bahwa produk organik yang terbaik adalah produk organik yang ditanam di tempat lokal agar masih terjaga sempurna kesegarannya. Nah… kalau sudah begini, jikalau kita ingin memakan buah, apalagi buah impor, hampir dipastikan kita juga memakan residu kimia (sintetis) dari bahan pengawet dan disinfektan. Yah… apa boleh buat! :mrgreen:

Iklan

13 responses to “Makan Residu Kimia?

  1. Halo Yari,
    Saya senang setiap kali berkunjung ke blog anda, karena selalu mendapat informasi baru.
    Negara kita telah menjadi penampungan produk2 negara lain, baik industri maupun pertanian. Kalau produk industri okelah, tapi produk pertanian yang membanjiri pasar kita? Celakanya produk tsb masuk seperti tanpa saringan.

  2. jgn diabisin semua mas. bawa satu dua ke bdg saya jg mo nyobain jeruk dr negerinya maradona gimana rasanya. biarin deh ada bahan pemutih pakaiannya jg heheh

  3. memang susah menghindarinya, makanya udah makanan kita itu tidak terlalu sehat, kalo ditambah berpikir yang tidak positif yah…..nambah deh….jadi stress, depresi, akhirnya stroke dan cancer…heee

  4. @Harry Nizam

    Memang betul, buah impor yang masuk memang seperti tidak terkendali, tetapi mudah2an buah2an tersebut sudah diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak membahayakan kesehatan konsumen…. Itu saja yang merupakan concern utama…

    @Ag bint

    Huehehe…. udah abis bin. Tapi jangan khawatir, nanti saya beliin pemutih pakaian deh, terus sampeyan beli jeruk medan atau bisa jadi jeruk2 lainnya di pasar, terus rendam tuh di dalam pemutih pakaian, siapa tahu ntar rasanya sama…. 😆

    @boyindra

    Gaya hidup modern identik dengan gaya hidup yang kurang sehat terutama dalam jangka panjang, bukan begitu ya bang Boy??

  5. Siap Antar Kue Ulang Tahun, Halal, Model Unik & Menarik spt Foto Cake. http://www.KueUltahKalika.com atau http://www.KalikaCakeShop.com , telp (022)70553660

  6. wah harus ekstra hati hati ya gan

  7. Memang kita harus pandai-pandai memanfaatkan alam kita sebagai Obat…..

  8. Aduh gimana nih.,,,,anaku suka bgt sama jeruk itu…..waaaaahhh jadi khawatir nih

  9. Undeniably believe that which you said. Your favorite reason seemed to be on the net the simplest thing to be aware of. I say to you, I definitely get irked while people think about worries that they just do not know about. You managed to hit the nail upon the top as well as defined out the whole thing without having side-effects , people can take a signal. Will likely be back to get more. Thanks

  10. I think this is one of the most important information for me. And i’m glad reading your article. But should remark on some general things, The website style is perfect, the articles is really nice : D. Good job, cheers

  11. I will products this evaluate towards 2 designs of people in america: recent Zune owners who are taking into consideration an upgrade, and These making an attempt toward determine involving a Zune and an iPod. (There are other gamers really worth contemplating out there, including the Sony Walkman X, however I hope this gives oneself plenty of information and facts to produce an mindful final decision of the Zune vs players other than the iPod line as effectively.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s