Jangan Cuma Ingin Bermain Untuk Persib Aja…

Liga Super Indonesia tahun ini sudah dimulai beberapa minggu yang lalu. Walaupun banyak orang berkata terutama mereka yang kurang suka sepakbola kalau liga super di Indonesia itu banyak tawurannya namun entah kenapa sejak 2 tahun belakangan ini saya jadi suka nonton liga super Indonesia. Habis kalau bukan kita-kita para pecandu sepakbola tanah air yang menonton dan mengapresiasikannya, siapa lagi coba? Anggap saja nonton liga super Indonesia sama dengan mengapresiasi produk-produk dalam negeri lainnya seperti mengkonsumsi makanan Indonesia ataupun memakai produk-produk dalam negeri mulai dari kerajinan tangan hingga memakai jasa perbankan dalam negeri. Lha kalau bukan kita-kita ini yang mengapresiasi ya siapa lagi?? Betul nggak? :D

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu seorang ibu-ibu penjual kupat tahu petis di dekat rumah saya di mana dulu saya jadi salah satu pelanggannya, pernah curhat sama saya, kalau anaknya susah belajar di sekolah. Maunya main sepakbola melulu dan cita-citanya ingin bermain bersama Persib maung Bandung. Lantas, saya berusaha untuk membesarkan hati **halaah** sang ibu tersebut. Saya mengatakan bahwa tidak menjadi soal kalau memang bakatnya adalah sepakbola. Mengenai susah belajar?? Ya… asal prestasinya tidak jeblog-jeblog amat ya tidak mengapa, tidak usah harus berprestasi hingga juara kelas walaupun usaha menuju yang terbaik harus tetap dijalankan. Yang harus diperhatikan adalah apakah si anak memang benar-benar menyukai sepakbola dan tidak hanya sekedar panas-panas tokai ayam seperti banyak blogger-blogger yang sudah berguguran juga karena panas-panas tokai ayam dengan alasan-alasan cengeng seperti sibuk atau koneksi lemot dsb?? Maklumlah kebanyakan anak-anak masih sekedar ikut-ikutan saja. Tapi kalau memang sudah pasti ya sebaiknya tentukan langkah sedini mungkin. Kalau mau jadi pemain sepakbola pro nggak perlu sekolah tinggi-tinggi hingga akademi apalagi universitas cukup hingga sekolah menengah dan setelah itu fokus menjadi pesepakbola yang pro! Tidak perlu berlama-lama menimba ilmu lain yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola karena hanya akan membuang-buang sumberdaya saja baik waktu maupun dana.

Dan satu lagi, jika jadi pemain sepakbola pro, jangan pernah berfikir bahwa jika dia orang Sunda atau lebih tepatnya orang Bandung maka ia HANYA bercita-cita bermain untuk PERSIB! Jangan pernah berfikir seperti itu! Sebagai pemain sepakbola pro, lupakanlah kesukuan dan yang sejenis. Seorang pemain sepakbola pro, harus bisa bermain di klub manapun, nggak peduli apakah itu Persib, Semen Padang, Persipura ataupun bahkan di klub-klub luar negeri sekalipun! Jangan pernah berfikir jika ia orang Bandung maka ia harus membela Persib Bandung karena Persib Bandungpun belum tentu mau menerimanya bermain hanya karena ia orang Bandung! Jadi pendek kata, sebagai pesepakbola profesional, cintailah profesi sepakbolanya itu sendiri lebih dari klub manapun!

Si ibu penjual kupat tahu petis itu nampaknya bisa memahami hal-hal yang saya sebutkan pada awal-awal namun nampaknya beliau belum bisa mengerti mengapa anaknya sebagai orang Bandung “tidak boleh/bisa” selalu membela Persib. Namun tentu saja saya tidak bisa menyalahkan si ibu jikalau beliau tidak mengerti karena pasti beliau juga tidak mengerti dinamika dunia persepakbolaan profesional saat ini. Untuk mengerti hal tersebut tentu seseorang harus mengerti dinamika dunia persepakbolaan pro yang terjadi saat ini. Saya hanya bisa berfikir, biarlah sang ibu tidak mengerti hal tersebut namun saya yakin jikalau si anak kelak akan menjadi seorang pesepakbola pro, ia akan mengerti…

About these ads

13 responses to “Jangan Cuma Ingin Bermain Untuk Persib Aja…

  1. Halo Yari,

    Saya setuju bahwa seorang pemain sepakbola harus bisa main diklub manapun, apalagi kalau dia benar-2 top sehingga diincar banyak klub.

    Tapi saya keberatan bahwa seorang pemain sepak bola tidak perlu sekolah tinggi-tinggi.
    Sebab di Indonesia seorang permain hanya bisa tampil prima sampai usia 35-an, setelah itu kalau dia sangat hebat dan terkenal akan diminta jadi pelatih. Sedangkan sebagian besar lainnya mungkin tidak akan terpakai lagi.

    Kalau dia punya pendidikan tinggi maka dia bisa punya harapan lebih baik untuk bekerja dibidang lainnya.

  2. Rata-rata anak SSB di Bdg kalau ditanya pasti ingin jadi pemain Persib. Padahal memang betul menurut Pak Yari, pemain asal Sunda harus punya keinginan untuk menjadi pesepakbola pro yang bisa bermain di klub lain, bahkan kalau bisa bermain juga di liga negeri tetangga.

  3. saya dulu mengira bhw jikalau org bandung bagusnya main buat persib krn akan lbh setia. ternyata ga gitu ya?

  4. minimal pemain sepakbola punya minat yg lain yang berhubungan dengan ketrampilan, misalnya suka masak dan makan jadi bisa buka katering dan pelanggan pertamanya adalah bekas klubnya, heee…tapi jadi olahragawan sekarang apalagi pemain bola sudah lumayan bisa hidup enak terutama yang masuk liga.

  5. @Harry Nizam

    Harry, sebenarnya sekolah tinggi-tinggi adalah hak setiap orang, namun begitu khusus masalah pesepakbola pro ini, jikalau sekolah tersebut justru mengganggu konsentrasi si pesepakbola pro dan justru yang nantinya malah menurunkan kualitasnya sebagai pesepakbola pro justru ini malah menjadi pilihan yang kurang bijaksana atau bahkan cenderung kurang profesional. Mengenai masa depan seorang pemain sepakbola pro setelah masa “keemasannya” saya rasa tidak perlu terlalu dirisaukan. Banyak jalan bagi seseorang pesepakbola pro setelah masa pensiun seorang pemain. Jadi pelatih adalah menjadi salah satu, bisa di dalam negeri bisa di negeri2 tetangga apalagi saat ini boleh dikata “bisnis” sepakbola berkembang sangat baik di negeri ini dan mungkin hanya kalah dari badminton. Menjadi pengajar di sekolah2 sepakbola atau sekolah2 olahraga juga bisa menjadi alternatif lain atau mengumpulkan modal untuk membuka toko olahraga kecil bisa jadi alternatif yang cukup menarik. Tidak perlu bermewah-mewah yang penting bisa menghidupi keluarga.

    Yang jelas apapun profesi yang harus kita tempuh kita harus yakin bahwa profesi itu akan bisa terus menghidupi kita. Toh, sekolah manajemenpun, misalnya, apalagi kalau prestasinya pas-pasan juga masa depannya belum tentu lebih cerah daripada seorang pesepakbola pro. Atau, kalau kita kuliah jurusan astronomi, misalnya, karena di negeri ini jurusan tersebut kurang “prospektif” apakah terus mereka mahasiswa astronomi juga sebaiknya ambil sekolah jurusan lain agar masa depannya lebih “prospektif”?? Ya tidak begitu kan?? Kesimpulannya, apapun pilihan profesi kita yakinlah bahwa profesi tersebut bisa menghidupi kita dan keluarga, kalau kita tidak yakin berarti mental kita kurang profesional… :)

    @indra kh

    Kalau mau cuma jadi pesepakbola amatir, punya cita2 seperti itu (walaupun kemungkinan besar cita2nya tidak akan pernah kesampaian) ya tidak apa2, tetapi tentu berbeda masalahnya jika ia mau menjadi pesepakbola pro, ia harus siap menjadi pemain klub mana saja.

    @Ag bint

    Seorang pemain sepakbola, bagus atau tidaknya, bukan hanya tergantung dari “setia” apa nggaknya pada sebuah klub. Banyak faktor2 lainnya yang juga menentukan bahkan lebih menentukan… :)

    @boyin

    Bener bang. Industri sepakbola di tanah air berkembang cukup menggembirakan dan itu sebenarnya kabar baik bagi pesepakbola pro di tanah air bahkan banyak pemain asing yang main di negeri kita ini bahkan pemain asingpun banyak yang merumput di pesepakbolaan Indonesia. Lagipula andaikan mau buka usaha kateringpun nggak perlu sekolah khusus kan yang dapat mengganggu konsentrasi si pesepakbola pro? :D

  6. Some good point written.
    Work of many people on this issue of plastic, there are several plastic materials recycling organic-based view. In February, for example, Imperial College London and bioceramic drug polymer biodegradable plastic from sugar derived from the decay of lignocellulosic biomass. There is also an existing plant more corn starch and plastics based on paper, including household goods and food packaging, bioplastics toys, plastic dynamic Cereplast. Metabolix also several lines of plastic products from corn, in cooperation with partner companies.

  7. Sayang saya ga bisa ngonton dari sini pak, dan channel sports saya sudah di unsubscribe :( nomore sports, now only doing sports. hahahaz

  8. maaf gan, sepertinya kalau saya malah mendukung LPI, biar klub tidak lagi mengganggu APBD…

  9. saya doms, terlahir di Jogja tidak lantas menjadikan saya menganut taklid fanatisme ke PSIM… saya pernah mendukung Arema, PSS, hingga Persija =))

    ya, sepakat pak. jangan mengkotakkan diri dalam satu klub saja. menjadi ikon sih, bagus juga, tapi akan lebih baik bila memiliki track record membela berbagai klub yang berbeda

  10. liga indonesia semakin membaik.. semoga ini adalah awal bagi kebangkitan bola.. setelah sekian lama makin terpuruk.

  11. Momen ULANG TAHUN Merupakan Hal yang Terindah Bagi Buah Hati atau Pasangan Anda Wujudlan Momen dan Kenangan TerindahDalam Merayakan ULANG TAHUN Buah Hati atau Pasangan Anda Bersama Kalika Cake Shop.
    Kue / Cake ulang tahun kami desain sesuai permintaan pelanggan, seperti model cup cake, photo cake, 3 dimensi. Kalika melayani pesan antar untuk wilayah Bandung dan Jakarta.
    Siap Antar Kue Ulang Tahun, Halal, Model Unik & Menarik spt Foto Cake. http://www.KueUltahKalika.com atau http://www.KalikaCakeShop.com , telp (022)70553660

  12. salam kenal, kunjungan balik ditunggu

  13. @Collins Pt

    It’s still connected to my previous post right? We are more than happy if more and more biodegradable plastics are invented, but it must also be cheaper so they can be widely used worldwide by rich and poor communities alike… Thanks for the info that you provide. :)

    @Raffaell

    Liga Super Indonesia disiarkan di ANTV kok tidak disiarkan eksklusif via TV kabel atau satelit.

    @joe

    Ya… klub2 sepakbola pro di tanah air seyogianya bisa lebih mandiri seperti klub2 di luar negeri.

    @Kurology

    Aha… bahkan jadi supporter seperti andapun tidak perlu membela membabibuta klub2 sekota ataupun sekota kelahiran. Bebas membela klub manapun juga. Apalagi menjadi pesepakbola pro, harus berfikir modern dan tidak mengkotakan diri pada klub sedaerah atau sekota saja. :)

    @almascaite

    Mudah2an apa yang diharapkan almascatie seperti yang diharapkan seluruh bangsa ini dapat menjadi kenyataan. :)

    @ramlannarie

    Salam kenal juga… tunggu kunjungan baliknya ya? :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s