Daily Archives: Minggu, 26 Agustus 2007

Komunitas Virtual Scrabble (II)

Sebelumnya saya akan mengekspos masalah kamus dalam Scrabble yang menjadi perpecahan antara kubu Amerika Serikat dan Inggris. Hingga tahun 1997, saya tidak mengetahui bahwa Inggris juga mengeluarkan kamus tersendiri yang menjadi standardnya di luar kamus The Official Scrabble Player Dictionary (OSPD)yang dikeluarkan oleh Merriam-Webster’s di Amerika Serikat. Kamus Inggris ini mula-mula adalah The Chambers Dictionary. Saya membelinya yang versi lama yaitu versi tahun 2002 lewat amazon UK. Begitu pula dengan OSPD Amerika Serikat telah mencapai edisi ke-4 yang terbit tahun 2005 lalu yang direvisi tahun 2006, yang juga saya beli lewat amazon.com, sedangkan untuk kamus Scrabble versi Perancis yang terbaru kini sudah menjelma menjadi L’officiel de dictionnaire du jeu Scrabble, yang susunan dan layout-nya sudah sangat bagus, beda dari pendahulunya. Kamus ini juga bisa dibeli di Amazon France.

Perbedaan kamus inilah yang menyebabkan perpecahan di antara kubu AS dan Inggris, hal tersebut juga terasa di channel scrabble #ScrabbleOn dan #scrabblebuds (di server Undernet). Akhirnya fihak yang menginginkan permainan dilakukan dengan referensi kamus dari Inggris mendirikan channel tersendiri dengan nama #ScrabbleOSW (sekarang sudah bubar juga!). Waktu itu saya yang kebetulan hanya mempunyai kamus terbitan AS pada awalnya memang ikut channel AS, namun seperti biasa, karena saya selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan ingin tantangan baru diam2 aku juga mencoba permainan Scrabble yang menggunakan kamus Inggris. Ternyata enak juga, dan lebih tertantang karena ada beberapa kata aneh yang belum pernah saya dengar seperti: Zuzim, Captayn, Boomslang, Dak, Dari, Mzungu, Mzee dan kata-kata aneh bin ajaib ‘Inggris’ lainnya yang baru saya dengar. Karena saya tertarik dan ingin mempelajari kata-kata Inggris yang aneh bin ajaib itu akhirnya saya membeli kamus Chambers Dictionary lewat Amazon UK seharga £25 di tahun 2002. Ada fenomena menarik yang saya perhatikan di dalam kamus-kamus Scrabble ini pada khususnya dan juga bahasa Inggris pada umumnya. Di kamus2 tersebut (terutama di kamus Chambers) dikatakan bahwa bahasa slang dimasukkan ke dalam kamus dan menjadi bagian  dari bahasa Inggris. Di sini saya menyimpulkan bahwa dalam bahasa Inggris, bahasa slang dianggap sebagai kata-kata yang memperkaya bahasa Inggris, bukan merusaknya. Berbeda sekali dengan bahasa Indonesia, yang sangat anti dengan bahasa slang dan prokem yang dianggap merusak bahasa Indonesia. Sayapun juga mempunyai kamus Merriam-Webster’s Colleiate dictionary yang banyak digunakan sebagai acuan perkembangan bahasa Inggris di Amerika Serikat, di situ juga banyak sekali kata-kata slang dimasukkan dan dianggap sebagai bagian dari bahasa Inggris yang kaya akan kata-kata. Begitupula dengan bahasa Perancis, selain punya kamus L’officiel du jeu Scrabble saya juga punya kamus Le Grand Larousse terbitan tahun 1997, yang juga memuat banyak kata2 slang Perancis seperti copain, smok, pédé, dsb. Mereka juga menganggap bahasa slang justru memperkaya bahasa Perancis bukan merusaknya.

Ok, sekarang saya akan menceritakan tentang teman2 yang saya temui di Internet. Pertama2 saya akan menceritakan Tina Andrews. Tina, wanita asal Chicago, Illinois ini adalah pemrakarsa komunitas Scrabble online dan mendirikan channel bernama #scrabbleon dan #scrabblebuds pada server Undernet (yang kini telah bubar, mungkin juga sudah pindah ke server atau menjelma menjadi channel lain, tidak tahulah!). Tina ini pada saat saya pertama kali bergabung di #scrabbleon sudah dalam keadaan sakit terinfeksi HIV AIDS. Kegemarannya bergonta ganti pasang seks membuatnya ia terkena penyakit ini, dan ia mengatakannya dengan gamblang dan terus terang. Baru kenal dengan seorang laki-laki pagi harinya, jikalau “cocok” sudah berada di tempat tidur bersama malam harinya. Namun di luar kegemarannya berseks ria, Tina adalah pribadi yang menyenangkan dan periang, ia tidak pernah menunjukkan diskriminasi dalam bentuk apapun terhadap siapapun, apapun kebangsaan, agama, ras atau latar belakang sosialnya. Semuanya ia terima dengan tangan terbuka untuk bergabung dengan komunitas Scrabble-nya. (Dari Indonesia waktu itu hanya 2 orang, namun hanya saya yang sangat aktif, walau waktu itu saya masih menemui kendala dalam kecepatan dan kelancaran koneksi karena masih memakai koneksi dialup). Saya menjadi “akrab” dengan Tina, lewat chatting dan bermain Scrabble kira2 6 bulan setelah saya pertama kali bergabung. Chatting dengan Tina sangat menyenangkan, ada saja topik yang dibicarakan walaupun banyak misspelling yang dia buat karena sangking cepatnya dia mengetik. Kamipun juga akhirnya saling berkirim e-mail dan berkirim foto, bahkan beberapa kali Tina menelepon saya, sayang waktu itu SMS belum bisa dilakukan lintas internasional, kalau ada mungkin komunikasi bisa menjadi lebih murah dan cepat. Tina juga pernah mengatakan bahwa ia ingin menemui saya secara pribadi di Singapura. Pertama-tama saya ragu, tapi akhirnya entah kenapa (mungkin karena ia mengidap HIV), fihak Singapura tidak memberikan visa kepadanya. Tina harus menyerah kepada penyakit AIDS-nya di awal tahun 2001.

Teman saya yang lain adalah “labyrinth”, saya lupa siapa nama sebenarnya, tapi nama screen-nya di mirc adalah labyrinth. Wanita berusia 26 tahun asal Minneapolis, Minnesota ini hanya sempat akrab dengan saya beberapa bulan saja, sebelum hilang secara ‘misterius’ dari mIRC, entah kenapa. Wanita yang menurut pengakuannya sendiri sering menenggak bir hingga mabuk ini, memang lagi frustasi waktu itu karena baru diputus pacarnya.

Teman saya yang berikut ini adalah yang paling cantik jelita. Seorang guru SD Bahasa Inggris yang santun dan sopan bernama Laura Ong. Di mIRC waktu itu ia menggunakan nama screen lauraO7. Ibu guru yang tinggal di Penang, Malaysia ini berdarah campuran dari ibu seorang Inggris dan ayah seorang Cina Malaysia. Ibu guru ini walaupun waktu itu sudah berusia 38 tahun (waktu itu saya masih 29 tahun), namun masih terlihat sangat cantik. Sayang ibu guru ini mempunyai kelainan jantung, kelainan jantung macam apa dia tidak pernah mengatakannya lebih jauh, dan walaupun ia berstatus kawin namun ia tidak bisa mempunyai anak (entah apa ini ada hubungannya dengan kelainan jantungnya saya tidak berani bertanya). Kelainan jantung inilah yang merenggut nyawa ibu guru yang santun ini di bulan Mei 2000 untuk selama-lamanya. Saya masih menyimpan foto2nya hingga sekarang, foto yang paling indah adalah foto dirinya ketika bermain layangan tradisional Malaysia di hujan2an bersama anak2 kampong di sekitar tempat tinggalnya. Wajahnya yang cantik, tubuhnya yang basah kuyup karena hujan, serta sudut pengambilan gambar yang artistik oleh temannya membuat foto itu adalah salah satu foto terindah yang pernah saya lihat. Ibu guru ini memang sangat dekat dengan anak2 di kampungnya tidak peduli apakah ia anak Melayu, Cina atau India atau lainnya, mungkin karena ia tak punya anak, ia sangat sayang kepada anak2 di sekitar tempat ia tinggal. Namun yang agak menggelikan adalah ketika ia pertama kali melihat foto saya, karena ia tidak pernah menyangka sebelumnya kalau saya ternyata seorang bumiputera. Lantas saya bertanya, apakah anda keberatan berteman dengan saya kalau saya seorang bumiputera? Sambil memberi icon tertawa di screen ia berkata “No…No… No… Not that… I’m just surprised that you are cuter than what I had imagined“. Ya udah deh, thank you lah buat pujiannya walaupun itu mungkin cuma buat basa-basi hehehe…..

Berikutnya dari wanita cantik asal Malaysia, teman saya berikut ini adalah seorang pria ganteng asal Istanbul Turki yang terus terang mengaku seorang gay. Di mIRC dulu ia memakai nama “bolester72”, sebut aja di sini memakai inisial namanya: AT. Mantan dosen bahasa Inggris yang kini berubah profesi menjadi pengusaha cybercafé ini sampai kini masih aktif berhubungan dengan saya lewat Yahoo! Messenger dan masih sering bermain Literatti di Yahoo! Games dengan saya, permainan yang mirip Scrabble. AT ini, pernah ke Jakarta tahun 2006 lalu, dan bertemu dengan saya vis-á-vis. Mula-mula saya sempat ragu untuk bertemu dengannya, namun setelah ketemu, ternyata ia adalah seorang pribadi yang sopan dan menyenangkan, walaupun terlihat ia sangat senang bertemu dengan saya, namun pembicaraan sama sekali jauh dari pembicaraan seks, apalagi sampai tangan gerayangan sana sini! Akhirnya waktu itu yang rencananya pertemuan yang rencananya cuma berlangsung 2 jam di O la la café Blok M, akhirnya berlanjut dengan berkeliling2 kota Jakarta yang berlangsung 10 jam! Dia juga mengatakan ingin lagi ke Jakarta tahun depan. Ya udah deh, bey (=sir, bahasa Turki), nggak apa2 deh, asal saya jangan diapa2in aja ya!

Sebenarnya saya masih punya cukup banyak teman2 ‘virtual’ Scrabble yang lain, seperti ‘annn’, wanita Melayu asal Singapura yang usianya sudah 50 tahunan, yang mula2nya tidak suka Scrabble, karena banyak chatting sama saya, akhirnya dia juga suka Scrabble walaupun dia kalahan terus. Juga ‘Mistylynne’, wanita asal Irlandia yang usianya juga sudah lewat 50 tahun ini, kini menetap di Adelaide, Australia yang sangat pemalu untuk menunjukkan foto gambarnya. Kedua wanita ‘menopause’ ini masih aktif bermain Literatti dan chatting via Yahoo! Messenger dengan saya hingga kini. Kedua wanita ini termasuk lawan-lawan ‘anak bawang’ yang mudah dikalahkan dalam permainan Scrabble atau Litterati hehehehe….! Selain itu ada juga ‘Marlor’, pria Selandia Baru yang tinggal di Queensland yang lebih mirip pemain gulat Smackdown daripada pemain Scrabble ini, sayang terlihat tidak pernah aktif lagi dan tidak pernah berhubungan lagi dengan saya.

Yah, begitulah sekedar sedikit pengalaman saya tentang bagaimana saya diperkenalkan kepada dunia chatting oleh permainan Scrabble, dan juga orang-orang yang saya kenal lewat permainan ini, yang bahkan beberapa di antarnya masih aktif berhubungan dengan saya.

—————–

Tahukah anda?:

Kata-kata yang sangat umum kita jumpai seperti:

Zakat, Azan, Ihram, Hadith, Wayang, Halal, Talaq, Guru, Imam, Masjid, Sambal, Jihad, bahkan Bismillah, dan lain sebagainya…. adalah kata-kata yang sudah sah menjadi Bahasa Inggris dan boleh dimainkan dalam Scrabble berbahasa Inggris.

Catatan:

Amerika Serikat baru mengakui kata ‘Zakat’ dan ‘Talaq’ menjadi bahasa Inggris pada tahun 2005, saat diterbitkannya “The Official Scrabble Players’ Dictionary” edisi 4 (OSPD4).

Iklan