Spektrum Pemikiranku

Selasa, 20 Mei 2008

Mengapa Kita “Tidak Bisa” Setiap Malam Melihat Bulan?

Diarsipkan di bawah: Astronomi, Pengetahuan, Serba Serbi, Uncategorized — by Yari NK @ 7:53 am

Bulan adalah benda langit yang paling dekat ke bumi, jaraknya dari Bumi rata-rata adalah 384.400 kilometer, termasuk jarak yang sangat dekat dibandingkan dengan benda-benda langit lainnya. Karena jaraknya yang “sangat dekat” tersebut, bulan adalah benda langit yang paling mudah dilihat dengan mata telanjang terutama pada malam hari. Pada malam hari bulan tampak “bersinar” dengan  terang, seolah2 bulan ingin menggantikan matahari dalam menerangi bumi pada malam hari. Namun, seperti yang kita pelajari dari SD, tentu bulan tidak memancarkan sinarnya sendiri, sinar yang mencapai mata kita dari bulan adalah cahaya sinar matahari yang dipantulkan oleh bulan sehingga bulan tampak seolah2 bersinar.

Terlepas dari faktor awan tebal di langit yang dapat menutupi bulan, kenapa kita “tidak bisa” setiap malam melihat bulan (walaupun langit bersih tanpa awan) ?? Sebenarnya bulan setiap hari selalu terbit dan terbenam secara teratur namun jikalau kita ingin menemukan bulan di waktu yang salah pada malam hari, maka kita tidak akan dapat menemukan bulan di langit. Ini disebabkan karena setiap malam atau setiap hari bulan terbit dan terbenam sekitar 50 – 60 menit lebih telat dari malam sebelumnya.

Sekarang lihat gambar di atas (gambar diambil dari sini). Andaikan bulan berada di posisi 1. Inilah yang dalam astronomi disebut dengan bulan baru. Pada posisi bulan seperti inilah maka bulan baru penanggalan qomariyah (penanggalan Arab) dimulai. Di posisi 1 ini, posisi bulan sangat dekat dengan matahari jikalau kita melihatnya dari bumi. Dalam posisi ini tentu waktu terbit  bulan hampir sama dengan waktu terbit matahari (begitu pula dengan waktu terbenamnya bulan kira2 hampir sama dengan waktu terbenamnya matahari) sehingga pada saat bulan dalam posisi 1 ini kita mustahil menemukan bulan pada malam hari. Seiring dengan berlalunya waktu, beberapa hari kemudian, bulan mencapai pada posisi 2. Pada posisi ini bulan kira2 terbit pada pukul 9 pagi dan terbenam pada pukul 9 malam. Nah, pada posisi bulan seperti ini kita bisa melihat bulan sabit pada malam hari sebelum pukul 9. Namun tentu kita mustahil menemukan bulan yang tengah pada posisi 2 ini di tengah malam. Nah, beberapa hari kemudian di posisi 3 (pada posisi ini nampak bulan separuh dari bumi) bulan kira2 terbit pukul 12 siang dan terbenam pada kira2 pukul 12 malam. Nah pada posisi bulan seperti ini kita mustahil menemukan bulan lewat tengah malam.  Sekarang pada posisi bulan purnama, yaitu pada posisi 5, posisi bulan tentu berseberangan dengan posisi matahari. Pada posisi inilah kita dapat menemukan bulan di sepanjang malam. Itu disebabkan karena posisi bulan berseberangan dengan matahari, maka pada posisi bulan purnama ini (posisi 5) bulan terbit pada saat kira2 matahari terbenam dan bulan terbenam pada saat kira2 matahari akan terbit. Beberapa hari kemudian pada saat bulan pada posisi 7 (kembali menjadi bulan separuh), di posisi ini justru kebalikan daripada posisi 3. Di posisi 7 ini, bulan baru terbit  kira2 pukul 12 malam dan baru terbenam  kira2 pukul 12 siang. Nah, pada bulan dalam posisi 7 ini, tentu kita mustahil menemukan bulan di malam hari sebelum tengah malam. Begitulah seterusnya hingga bulan mencapai kembali pada posisi 1. Nah, hubungannya secara kasarnya dengan penanggalan qomariyah (Islam) adalah jikalau anda dapat menemukan bulan (terutama bulan sabit) sebelum tengah malam (terutama beberapa jam setelah matahari terbenam) maka itu berarti kita berada pada tanggal2 muda dalam bulan Islam. Jikalau kita tidak menemukan bulan sama sekali sebelum tengah malam, itu pertanda kita berada pada tanggal2 tua dalam bulan Islam.

Nah…. sekarang jelas kan….. kenapa setiap malam kita belum tentu dapat menemukan bulan di langit?? :D

Catatan:

Lamanya peredaran bulan dari posisi 1 kembali ke posisi 1 lagi adalah kira2 1 bulan. Namun tentu yang dimaksud adalah satu bulan qomariyah, sedangkan untuk satu bulan kalender syamsiah (kalender Masehi) lebih sedikit panjang (kecuali bulan Februari yang justru lebih pendek dari waktu 1 bulan qomariyah) karena panjangnya 1 bulan kalender syamsiah disesuaikan dengan satu kali peredaran bumi terhadap matahari.

40 Komentar »

  1. Jelas pak!
    Menarik dan gampang dipahami, terima kasih pak..

    Komentar oleh Ardianto — Selasa, 20 Mei 2008 @ 8:36 am |Balas

  2. kalau bulan bisa ngomong…….., dia akan bilang : “Kang Yari, ahli astronomi juga ya ? kok bisa dengan gamblang dan mudah dimengerti penjelasannya ?”

    Komentar oleh Yoyo — Selasa, 20 Mei 2008 @ 8:57 am |Balas

  3. Gerhana itu selalu terjadi pada saat bulan purnama ya pak? Atau setiap datang bulan?

    Komentar oleh Nayantaka — Selasa, 20 Mei 2008 @ 9:58 am |Balas

  4. Ooo pantesan saya heran kok setiap mau lebaran pasti susah menemukan bulan padahal kalo menjelang lebaran yg banyak dicari orang adalah hilal atau bulan. Oh ternyata gitu toh. Hehe..

    Komentar oleh AgusBin — Selasa, 20 Mei 2008 @ 11:00 am |Balas

  5. saya ndak gitu paham sudut pandang ilmiahnya… tapi, menurutt saya emang udah kodratnya kita ndak selalu bisa ngeliat bulan. lha wong yang kedatangan bulan aja ndak mesti bisa liat bulan koq… we he he…

    Komentar oleh maniak gundam — Selasa, 20 Mei 2008 @ 11:51 am |Balas

  6. Ini disebabkan karena setiap malam atau setiap hari bulan terbit dan terbenam sekitar 50 – 60 menit lebih telat dari malam sebelumnya.

    hmm… dari sini, mungkin, bisa kita hitung kapan terjadi dan lamanya gerhana bulan…

    artikel yang menarik…

    salam kenal

    Komentar oleh 102FM ITB — Selasa, 20 Mei 2008 @ 12:14 pm |Balas

  7. tadi mlm dirumah lagi giliran mati lampu *ptk mulai gelap lagi* trus begitu buka pintu rumah ternyata ada bulan teraaaaaaaang bgt..! cahaya dari ciptaan Illahi begitu indah. semakin nikmat sambil makan terang bulan *apam pinang* :mrgreen:

    Komentar oleh eNPe — Selasa, 20 Mei 2008 @ 12:47 pm |Balas

  8. analisis bung yari memang selalu membuka pikiran saya yang awam soal dunia keilmuan. dari waktu ke waktu, otak saya ndak pernah sampai memikirkan kenapa rembulan kok tidak selalu terlihat purnama pada setiap malam. bisanya cuma mengeksploitasinya menjadi gambaran2 imajinatif dalam teks cerpen ecek2, hehehehehe :lol:

    Komentar oleh Sawali Tuhusetya — Selasa, 20 Mei 2008 @ 1:14 pm |Balas

  9. Selamat siang,cerita tentang dewi malam tentunya selalu menarik.Selain sebagai pengiring alami atau satelit alamiah bumi yang selalu mempengaruhi gejala2 alam di bumi,misalnya pasang naik dan surut air laut,bulan juga selalu memberi nilai romantis kepada hidup manusia.Bahkan dalam tradisi Tionghoa pada setiap tanggal 15 bulan 1 lunar dan tanggal 15 bulan 8 lunar selalu ada acara melihat indahnya bulan purnama.
    O,ya saya ingin melengkapi,orang di bumi selalu melihat permukaan bumi yang sama, ini disebabkan kala rotasi bulan sama dengan kala revolusi bulan terhadap bumi.Terima kasih.

    Komentar oleh Yung Mau Lim — Selasa, 20 Mei 2008 @ 2:01 pm |Balas

  10. Ralat Pak! Ada kalimat yang salah dari komentar saya tadi yaitu “….selalu melihat permukaan “bumi” yang sama” seharusnya “…selalu melihat permukaan “bulan” yang sama”.Terima kasih.

    Komentar oleh Yung Mau Lim — Selasa, 20 Mei 2008 @ 2:03 pm |Balas

  11. penjelasan yang benar2 menarik utk disimak..trims pak..

    Komentar oleh cempluk — Selasa, 20 Mei 2008 @ 3:03 pm |Balas

  12. woooo begitu ya… padahal kan adakalanya kalo lagi mellow maunya liat bulan di angkasa biar berasa seluruh jagad raya mendukung sang rasa huhuhu

    *aduh maap najis ginih :p

    Komentar oleh natazya — Selasa, 20 Mei 2008 @ 4:03 pm |Balas

  13. Salam
    Penjelasan yang sangat akurat, trims infonya btw pengen banget lihat permukaan bulan sebelahnya secara permukaan bulan yang kita liat kan yang itu2 aja :)

    Komentar oleh nenyok — Selasa, 20 Mei 2008 @ 5:08 pm |Balas

  14. sedikit bingung

    Komentar oleh ayahshiva — Selasa, 20 Mei 2008 @ 5:49 pm |Balas

  15. kadang kalo bulan diliat di siang bolong ?

    Komentar oleh Raffaell — Selasa, 20 Mei 2008 @ 7:04 pm |Balas

  16. @ardianto

    Terima kasih juga telah mengunjungi blog saya lagi….. :D

    @Yoyo

    Terima kasih juga….. saya bukan astronom kok…. cuma ya penggemar astronimi dikit….. :D

    @Nayantaka

    Ooh… kalau gerhana matahari terjadi pada saat bulan “tidak ada” di langit pada malam hari, tapi kalau gerhana bulan memang terjadinya pada saat bulan purnama…. artikel mengenai ini akan menyusul kapan2…. :)

    @AgusBin

    Huehehe…. ya iya Bin…. akhir2 bulan Islam tentu saja selain bulan “sukar” dilihat di langit oleh mata telanjang, terbitnya juga baru pada seperempat malam terakhir pada saat kita rata2 masih tidur. :D

    @maniak gundam

    Mau ngerasain datang bulan ya? :mrgreen:

    @102FM ITB

    Ya.. dengan mengetahui pergerakan bumi dan bulan serta mengetahui geometri yang sebenarnya tidak terlalu rumit dapat menghitung kapan, lamanya sebuah gerhana, panjangnya bayangan gerhana, dsb.

    Salam kenal juga…. :D

    @eNPe

    O iya…. kalau terang bulan di sana itu macamnya martabak manis gitu ya?? Baru inget lagi saya…. hehehe…. :D

    @Sawali Tuhusetya

    Wah…. jangan gitu dong pak Sawali…. imajinasi juga penting loh bagi peradaban manusia…. banyak sekali contohnya teori2 ilmu pengetahuan itu ditemukan karena stimulus imajinasi dari para ilmuwan tersebut….. jadi jangan pernah meremehkan kemampuan imajinasi orang yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa…. :D

    @Yung Mau Lim

    Selamat siang juga mas Yung Mau… dan terima kasih atas tambahan infonya. Memang betul mas Yung Mau, memang sisi bulan yang menghadap ke Bumi memang cuma satu sisi saja alias sisi yang sama terus menerus, inilah yang disebut dengan tidal locking. Di alam semesta ini sebenarnya banyak sekali kasus2 tidal locking seperti ini, salah satunya adalah planet yang terdekat dengan matahari yaitu Merkurius dengan matahari sendiri di mana permukaan Merkurius yang menghadap ke matahari juga hanya satu sisi saja.

    O iya…. menurut foto2 yang diambil oleh satelit, sisi permukaan bulan yang tidak pernah terlihat dari Bumi (far side) relatif lebih bersih atau lebih sedikit bopeng2 kawahnya dibandingkan dengan yang selalu terlihat dari Bumi (near side). Wah sepertinya kalau sisi yang tidak pernah terlihat tersebut dapat juga terlihat sekali2 dari Bumi tentu sinar bulan lebih indah lagi ya dan juga mungkin bisa lebih romantis lagi…. :D

    @cempluk

    Terima kasih kembali…. :)

    @natazya

    Huehehe…. iya kalau lagi mellow rasanya memang ingin melihat bulan… ditambah ingin berpuisi dan yang terpenting pikiran selalu melayang jauh bersama si doi…. **halaah** ngomong apa lagi aku ini….. :mrgreen:

    @nenyok

    Udah telepon NASA belom? Siapa tahu mereka ingin meminjamkan pesawat ulang aliknya untuk melihat permukaan bulan yang jauh itu?? :mrgreen:

    @ayahshiva

    kurang banyak ya bingungnya? :mrgreen:

    @Raffaell

    Kalau posisi bulan “dekat” dengan matahari kalau dilihat dari Bumi tentu akan sangat sulit dilihat. Kalau agak “jauh” cukup mudah untuk dilihat. Kita sering melihat kok bulan pada saat matahari sudah terbit pukul 6 ke atas sampai pukul 9, atau sore setelah pukul 3 kita juga sering dapat melihat bulan dengan mudah. :D

    Komentar oleh Yari NK — Rabu, 21 Mei 2008 @ 6:12 am |Balas

  17. Mengapa Kita “Tidak Bisa” Setiap Malam Melihat Bulan?

    Sebab bulan tidak datang tiap hari…

    :mrgreen:

    *mode iseng off*

    Komentar oleh Yoga — Rabu, 21 Mei 2008 @ 8:10 am |Balas

  18. ooo…gitu tho?
    yaks..jadi inget semalem bulannya lagi bagus
    tapi lupa ndak bawa kamera :sad:

    Komentar oleh wennyaulia — Rabu, 21 Mei 2008 @ 9:48 am |Balas

  19. jadi inget pelajaran fisika.
    aa…dulu aku benci banget fisika.
    sekarang? masih kayaknya. :D

    Komentar oleh norie — Rabu, 21 Mei 2008 @ 12:54 pm |Balas

  20. Sudah liat zeitgheizt http://www.zeitgeistmovie.com/ belum, Mas. Kasih cerita dan komen dong terkait babak pertama dari film. Di sana mbahas banyak ttg astronomi.

    Komentar oleh Akhmad Guntar — Rabu, 21 Mei 2008 @ 7:10 pm |Balas

  21. iya, pak. martabak manis itulah terang bulan :)

    Komentar oleh eNPe — Rabu, 21 Mei 2008 @ 7:47 pm |Balas

  22. Analisis Anda bikin kaya otakku.
    Terimakasih dahulu.
    Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa peredaran bulan makin membuktikan bahwa kalender Hijriyah (Islam) itu benar adanya. Bahwa bulan akan purnama bukan pada tanggal 15 Masehi, tapi tanggal 15 Hijriyah. Jadi, terbitnya bulan mestinya membuat iman kita akan kebenaran Islam lebih kuat dan mantap.

    Tabik!

    Komentar oleh Zul ... — Rabu, 21 Mei 2008 @ 8:53 pm |Balas

  23. Logis sekali ulasannya, pak..
    Nambah pundi2 ilmu lagi nih…
    Hatur nuwunn.. :D

    Komentar oleh GR — Rabu, 21 Mei 2008 @ 10:36 pm |Balas

  24. @Yoga

    Namanya juga bulan, harusnya datengnya tiap bulan bukan datengnya tiap hari! :P

    **mode JAWABAN iseng OFF** :mrgreen:

    @wennyaulia

    Sekalinya bawa kamera, gantian bulannya yang nggak muncul! :mrgreen:

    @norie

    Huahahaha…. tapi ini bukan pelajaran fisika banget, ini hanya pengetahuan umum populer saja yang terkadang terlepas dari pengamatan orang sehari2…… :D

    @Akhmad Guntar

    Wah… maaf mas Akhmad Guntar, komen anda tertelan Akismet, namun sudah saya selamatkan. Sekali lagi maaf ya. Ok, nanti saya coba lihat filmnya dulu sebelum bisa kasih komentar. :)

    @eNPe

    Hehehe… terima kasih ya mbak Ita! :D

    @Zul

    Memang pak…. Allah menciptakan bulan mungkin juga gunanya sebagai penunjuk waktu bagi manusia zaman dulu….. Dan di tata surya kita bulan kita termasuk yang paling besar di antara satelit2 alamiah pada planet2 lain, apalagi jika dibandingkan planet induknya, mungkin ini dimaksudkan agar bulan kita dapat terlihat dengan mudah dan menyolok dari bumi kita ini….. :D

    @GR

    Terims kembali…… :D

    Komentar oleh Yari NK — Kamis, 22 Mei 2008 @ 5:29 am |Balas

  25. Yap..saya dapat referensi bagus, jika menemukan bulan (terutama bulan sabit) sebelum tengah malam berarti kita berada pada tanggal2 muda dalam bulan Islam. Jika kita tidak menemukan bulan sama sekali sebelum tengah malam, itu pertanda kita berada pada tanggal2 tua dalam bulan Islam.

    Ps: perasaan ingat2 tanggal muda gara2 gajian :mrgreen:

    Komentar oleh SQ — Kamis, 22 Mei 2008 @ 7:23 am |Balas

  26. siiiip pak share ilmune….
    jadi nambah pengetahuan, tapi kalo bulan bintang kok bisa jadi nama partai itu gimane kisahnya pak?

    Komentar oleh Ndoro Seten — Kamis, 22 Mei 2008 @ 8:04 am |Balas

  27. Terimaksih pak sudah membagi ilmunya. Penjelasanya amat dimengerti…
    sekali lagi, terimakasih….

    Komentar oleh Rita — Kamis, 22 Mei 2008 @ 8:23 am |Balas

  28. mengingat kembali pelajaran saat sekolah…
    Thanks Ilmunya……….

    Komentar oleh indra1082 — Kamis, 22 Mei 2008 @ 9:03 am |Balas

  29. Posting mengenai Ilmu Pengetahuan Alam yah… thanks ya

    Komentar oleh ario dipoyono — Kamis, 22 Mei 2008 @ 9:22 am |Balas

  30. ass.
    setiap saya kesini slalu disuguhkan dgn paparan yang ilmiah, mantab mas Yari. sy senang sekali mbacanya, nambah ilmu.

    boleh saya copy mas Yari ?
    buat bacaaan pribadi aja

    Komentar oleh Alex — Kamis, 22 Mei 2008 @ 11:56 am |Balas

  31. ketawa mbaca komen si ndoro seten…wakakak

    Komentar oleh Alex — Kamis, 22 Mei 2008 @ 11:57 am |Balas

  32. Jadi ingat saat kecil dulu, yang belum ada listrik, terang bulan selalu ditunggu, orangtua mengobrol dengan duduk di tikar, anak-anak membuat kalangan (bergandengan tangan dengan posisi melingkar), dan menyanyikan lagu anak-anak.

    Setelah pindah rumah yang ada listriknya, acara bermain sambil buat kalangan sambil menyanyi ini masih berlaku, entahlah setelah saya SMP kok saya melihat kondisinya sudah berbeda. Btw, justru indahnya karena kita menjadi suka menunggu terang bulan…terutama yang sedang pacaran…..dan melihat bayangan menyerupai pohon di bulan, yang sering ditafsirkan macam-macam.

    Komentar oleh edratna — Kamis, 22 Mei 2008 @ 2:22 pm |Balas

  33. terima kasih , pengennya lebih banyak postingan yang terus menambah pengetahuan kita semua

    Komentar oleh realylife — Kamis, 22 Mei 2008 @ 5:21 pm |Balas

  34. @SQ

    Yang jelas…. gajian pasti bukan berdasarkan tanggalan qomariyah kan? :mrgreen:

    @Ndoro Seten

    Tanyalah pada rumput yang bergoyang….! :mrgreen:

    @Rita

    Terima kasih juga…..

    @indra1082

    Sekolah masa2 yang berbahagia atau yang menyiksa? :mrgreen:

    @ario dipoyono

    Terima kasih kembali juga…..

    @Alex

    Ya… silahkan…. terima kasih….

    @edratna

    Wah…. apalagi suasana terang bulan di desa…. pasti lebih romantis lagi ya…. :D

    @realylife

    Insya Allah mudah2an dapat terus terlaksana………

    Komentar oleh Yari NK — Jumat, 23 Mei 2008 @ 8:29 am |Balas

  35. Artikel seperti ini sebaiknya disebar luaskan agar masyarakat luas tahu yang sebenarnya mengenai Bulan, soalnya ‘kan masih ada yang beranggapan Gerhana terjadi karena Bulan ditelan Bethoro Kolo!
    Salam Hangat http://economatic.wordpress.com/

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe….. jangankan di masyarakat kita…. di negara2 majupun masih ada sekelompok masyarakat yang memandang salah gerhana matahari / bulan itu walaupun mungkin nggak ada Bethoro Kolonya! :D Salam kenal juga ya…. dan terims telah mengunjungi blogku!

    Komentar oleh economatic — Jumat, 23 Mei 2008 @ 8:41 am |Balas

  36. sangat membantu sekali, trim’s

    _________________________

    Yari NK replies:

    Terims kembali. :)

    Komentar oleh kotelawala — Jumat, 30 Mei 2008 @ 10:31 am |Balas

  37. Cocok jadi guru nih…. ya pak…

    _________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. tambah lagi profesiku… ada yang bilang cocok jadi dosen, ada yang bilang cocok jadi polisi, ada yang bilang cocok jadi gigolo, eh sekarang ada yang bilang cocok jadi guru! Wah… saya benar2 bunglon yah! :mrgreen:

    Komentar oleh pr4s — Jumat, 30 Mei 2008 @ 7:15 pm |Balas

  38. Asl. thanks ya buat info about moon n itu bisa bantu bunda q nyelesain tugasnya di Kuliah UT nya. Thanks Ya

    ______________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih juga karena telah mengunjungi blog saya. Saya senang artikel2 saya dapat membantu orang lain. :)

    Komentar oleh 4 r 7 o — Kamis, 27 Nopember 2008 @ 9:38 pm |Balas

  39. Oh,, I Know

    Komentar oleh Fany — Minggu, 3 Mei 2009 @ 3:50 pm |Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Didukung oleh WordPress.com